MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

Ratusan Peserta Padati SOR La Ode Pandu, Muslimah Wahdah Muna Sukses Gelar Tasyakuran Dirosa Angkatan VI

Muslimahwahdah.or.id - Muna, Muslimah Wahdah Kabupaten Muna sukses menggelar Tasyakuran Dirosa Angkatan VI di Gedung Sarana Olahraga (SOR) La Ode Pandu pada Ahad (1/11/2026). Kegiatan pengukuhan ini diikuti oleh 413 peserta dari 42 kelompok Dirosa di seluruh wilayah Kabupaten Muna.

Perhelatan berskala daerah ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting dan pejabat lintas instansi. Di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Muna Prof. Dr. Ir. Hj. Siti Leomo, M.Si., Perwakilan Kantor Kemenag Muna Susilawati, S.Ag., Ketua DWP Kemenag Rahmatia Sibly, S.Pd.I., Istri Ketua DPD Wahdah Muna, Ketua Muslimah Wahdah Muna, Camat Duruka Rosdia, S.P., Pokja Keagamaan Wa Ode Aisyah Ruslan, S.E., serta para Ketua dan pengurus TP-PKK dari Kecamatan Watopute, Kontunaga, Maligano, Batukara, hingga Wakorumba Selatan.

Dalam sambutannya, Ketua DWP Kemenag Kabupaten Muna Rahmatia Sibly, S.Pd.I., menyampaikan keprihatinannya terkait tingginya angka buta baca-tulis Al-Qur'an di Kabupaten Muna. Pihaknya memberikan apresiasi tinggi kepada Muslimah Wahdah Muna yang dinilai aktif dan konsisten membantu pemerintah melalui metode Dirosa.

"Kami sangat mengapresiasi Muslimah Wahdah Muna atas bersinerginya dalam memberantas buta baca Al-Qur'an melalui metode Dirosa ini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Muslimah Wahdah Muna, Wa Ode Atmanegara, S.Gz. menyampaikan bahwa Tasyakuran Dirosa Angkatan VI ini mencatatkan rekor peserta terbanyak dari penyelenggaraan sebelumnya. Selain fokus pada pemberantasan buta aksara Al-Qur'an, beliau juga memaparkan program strategis lain seperti ketahanan keluarga, ketahanan pangan, serta terus menggencarkan gerakan kebersihan lingkungan kepada kader  melalui jargon Lisa Dara Apik (Lihat Sampah Ambil, Tidak Rapi Rapikan) sebagai respon atas isu lingkungan di Kabupaten Muna.

“Program Lisa Dara Apik ini sejatinya telah menjadi program gerakan nasional Wahdah Islamiyah sejak 10 tahun yang lalu. Lewat gerakan ini kami ingin mwngedukasi muslimah di Muna bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari pengamalan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ketua Muslimah Wahdah Muna.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Muna Prof. Dr. Ir. Hj. Siti Leomo, M.Si. Beliau mengaku terharu melihat meluapnya antusiasme masyarakat hingga tempat pelaksanaan harus dipindahkan dari Gedung Galampano ke SOR La Ode Pandu.

"Sebelumnya kegiatan ini selalu diselenggarakan di Galampano, namun kali ini harus berpindah ke SOR La Ode Pandu karena meluapnya jumlah peserta. Kami sangat mengapresiasi berbagai program Muslimah Wahdah yang bersinergi langsung dengan program pemerintah," ungkap Ketua TP-PKK Muna.

Ia turut menyoroti kondisi Muna yang tengah menghadapi ancaman darurat narkoba sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam pembinaan anak dan remaja, serta mengimbau para peserta untuk terus mengamalkan ilmu Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Khidmatnya acara makin terasa saat sesi taujihad oleh Ketua Muslimah Wahdah Sulawesi Tenggara, Ustadzah Dr. Nurnaningsih Hamzah,S.Hut., M.Hut.  Dosen Universitas Halu Oleo (UHO) tersebut membawakan materi "Harmoni Cinta dan Perjuangan Bersama Al-Qur'an"

Dalam pemaparannya, Ustadzah Nurnaningsih menekankan pentingnya keberkahan hidup dengan selalu mendekatkan diri pada Al-Qur'an serta bahaya yang mengintai jika Al-Qur'an ditinggalkan. Ia menutup ceramahnya dengan mengajak seluruh hadirin berkontribusi nyata dalam dakwah Al-Qur'an.

"Mari belajar Al-Qur'an, mengamalkannya, dan bersedekah untuk dakwah Al-Qur'an sebelum penyesalan dan kematian datang menjemput," pesannya di akhir sesi penggalangan dana dakwah Al-Qur'an.

Suasana haru dan penuh rasa syukur juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satu peserta wisuda, Wa Onu, S.Pd.SD., mengungkapkan rasa bahagianya dapat menyelesaikan program Dirosa ini.

"Saya sangat bersyukur dengan program Dirosa yang diadakan oleh Muslimah Wahdah. Melalui program ini, akhirnya saya mengetahui kalau bacaan Al-Qur'an saya selama ini masih banyak yang tidak sesuai kaidah tajwid, mulai dari makhorijul huruf hingga hukum tajwidnya," tutur Wa Onu. Ia juga berharap semangat para ibu dan nenek yang belajar Dirosa dapat memotivasi generasi muda, serta menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi kembali jika ada program lanjutan.

Mengakomodasi tingginya minat masyarakat, Muslimah Wahdah Muna kembali membuka pendaftaran Program Dirosa angkatan berikutnya. Program ini diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk umum, baik kategori remaja maupun dewasa. Muslimah Wahdah Muna juga menerima permintaan fasilitasi pengajaran Dirosa untuk lingkungan sekolah, instansi pemerintah/swasta, hingga kelompok belajar masyarakat.

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan