Muslimahwahdah.or.id - Bantul, Muslimah Wahdah Daerah (MWD) Bantul berkolaborasi dengan Majelis Taklim Muslimah Pundong (MTMP) menggelar Gema Majelis Taklim (GMT) dan Tasyakuran Dirosa 2026 pada Ahad (1/11/2026), bertempat di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD), Piring, Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengusung tema “Musibah Menguji Iman Menguatkan”, kegiatan ini dihadiri sekitar 300 muslimah.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 12.00 WIB dengan menghadirkan berbagai layanan dan bazar untuk masyarakat, meliputi bazar sembako murah, sayur, makanan, pakaian muslimah preloved, serta pemeriksaan kesehatan dengan biaya terjangkau. Kegiatan ini turut dihadiri tokoh masyarakat, Lurah Srihardono, Putri Vitarina Cahyaning Ratri, S.E., M.M.
Acara secara resmi dibuka oleh Ketua Panitia, Kristamiyati, A.Md. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Gema Majelis Taklim merupakan salah satu bentuk syiar Islam untuk menguatkan keimanan dan ketakwaan kaum muslimah di tengah berbagai ujian yang melanda negeri.
“Sebagai syiar untuk menguatkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. di tengah ujian demi ujian yang melanda negeri tercinta Indonesia,” ungkapnya.
Hadir sebagai pemateri, Apt. Nur Liasari Efendi, S.Farm., selaku Ketua Muslimah Wahdah Bantul sekaligus pembina MTMP. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa musibah dapat menjadi azab maupun ujian, sesuai dengan keadaan dan cara menyikapinya.
Bagi orang beriman, musibah dapat menjadi penghapus dosa, jalan memperoleh pahala tanpa batas melalui kesabaran, serta peluang untuk meraih berbagai kebaikan.
“Musibah bagi orang yang beriman bisa menjadi penghapus dosa, mendapatkan pahala tanpa batas dengan kesabarannya, dan peluang meraih kebaikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa salah satu tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah semakin jauhnya sebagian generasi muda dari nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, pembentukan generasi yang bermoral dan berlandaskan nilai-nilai agama perlu menjadi perhatian bersama, terutama dimulai dari lingkungan keluarga.
“Mari kita jadikan musibah sebagai madrasah, iman sebagai kekuatan, rumah sebagai benteng. Maka kita perlu betah di rumah. Ibu sebagai teladan di rumah dan kenalkan anak kepada Allah sebelum mengenalkan dunia,” ajaknya.
Kegiatan Gema Majelis Taklim tahun ini terasa istimewa karena dirangkaikan dengan Tasyakuran Dirosa yang diikuti oleh 49 peserta yang telah menyelesaikan program pembelajaran Dirosa. Peserta tersebut terdiri atas 29 orang dari Kabupaten Bantul dan 20 orang dari Kabupaten Gunungkidul.
Tasyakuran Dirosa diselenggarakan sebagai bentuk syiar untuk menghidupkan kembali semangat belajar Al-Qur'an di tengah masyarakat sekaligus mengajak lebih banyak muslimah mengambil bagian dalam upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur'an.
Suasana bahagia tampak mewarnai seluruh rangkaian prosesi tasyakuran. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias sebagai bentuk rasa syukur atas proses belajar yang telah mereka lalui. Sebagian peserta juga menerima hadiah berupa mushaf Al-Qur'an dan buku zikir pagi petang dari para muhsinin.
Pada penghujung prosesi, diputarkan video dokumentasi perjalanan pembelajaran Dirosa serta testimoni dari para peserta yang telah berhasil menyelesaikan program tersebut. Tayangan ini menjadi pengingat atas perjuangan, kesungguhan, dan proses yang telah dilalui para peserta dalam mempelajari Al-Qur'an.
Dalam sesi sepatah kata, Ustazah Seniwaty Ismail, S.Si., selaku Ketua Muslimah Wahdah Gunungkidul sekaligus pengajar Dirosa, memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan program Dirosa.
Ia menegaskan bahwa tasyakuran bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu Al-Qur'an. Sebaliknya, momentum ini diharapkan menjadi penyemangat untuk terus belajar Al-Qur'an.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Gema Majelis Taklim tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan penguatan ukhuwah antarmuslimah di majelis taklim, tetapi juga mempererat hubungan antarpeserta Dirosa dari dua kabupaten, yakni Bantul dan Gunungkidul.
Kegiatan yang berlangsung semarak ini ditutup dengan pembagian doorprize yang disambut antusias oleh para peserta. Melalui GMT dan Tasyakuran Dirosa 2026, Muslimah Wahdah Bantul berharap semangat menuntut ilmu agama, menguatkan iman, serta mempelajari dan mengamalkan Al-Qur'an semakin tumbuh di tengah masyarakat.
0 Komentar
Belum ada pesan