Muslimahwahdah.or.id - Bandung, Divisi Ketahanan Keluarga Muslimah DPW Jawa Barat menggelar Kajian Majelis Ibu pada Ahad, 1 November 2026 secara daring melalui zoom meeting, mengusung tema "Mom Burnout, Saat hati penat jemput bahagia lewat taat"
Tujuan digelarnya acara tersebut adalah untuk memberikan edukasi kepada para ibu maupun calon ibu dalam menjalankan perannya yang beragam di dalam keluarga juga sebagai anggota masyarakat.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Divisi Ketahanan Keluarga Ustadzah Dra. Rozanah Sjihabul Millah. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa seorang ibu dengan peran nya yang banyak, selalu berusaha terlihat kuat, tetap melayani dan melaksanakan tanggung jawabnya meski ada kalanya hati lelah dan perlu berhenti sejenak untuk memberi ruang beristirahat dan kembali mendekat kepada Allah.
"Melalui kajian ini saya berharap para ibu bisa menambah ilmu dan menjadi ruang untuk menguatkan kembali langkah kita menjalani peran mulia seorang ibu. Tidak harus selalu kuat, tidak harus selalu terlihat hebat. Ibu boleh beristirahat tanpa rasa bersalah," ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi yang disampaikan oleh Ustadzah Ariyanti Rasmin, S. Pd. I.
Dalam pemaparan materinya, ustadzah menyampaikan bahwa seorang ibu mudah terkena burnout karena beban tanpa jeda yang bahkan terbawa ke alam bawah sadar ketika tidur sekalipun. "Namun sebagai orang yang beriman, seberat apapun beban kehidupan tentunya kita meyakini bahwa Allah tidak akan memberikan ujian diluar kesanggupan hambaNYA," ungkap nya.
Ummu Zahra sapaan akrabnya, juga menjelaskan langkah-langkah untuk para ibu mengatasi burnout salah satunya adalah mengenali dulu apa yang dirasakan kemudian mengakui atau memberikan validasi atas perasaan tersebut, dan tidak ragu untuk meminta bantuan kepada ahlinya jika diperlukan.
Acara ini dihadiri oleh 117 orang partisipan dan dimeriahkan dengan pembagian doorprize untuk 4 orang peserta.
Sosialisasi program juga disampaikan untuk memfasilitasi para peserta yang ingin belajar Bimbingan IsIam Intensif, tahsin, maupun Dirosa baik secara offline maupun online.
(Euis Septiany / Bubu)
0 Komentar
Belum ada pesan