MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

Tasyakuran Dirosa Angkatan X, Muslimah Wahdah Kendari Luluskan 289 Peserta

Muslimahwahdah.or.id - Kendari, Unit Pembinaan dan Pengembangan Dakwah Al-Qur’an (UP2DQ) Wahdah Islamiyah Daerah Kendari menyelenggarakan Tasyakuran Dirosa Angkatan X yang meluluskan 289 peserta. Acara tersebut berlangsung di Hotel Zahrah Syariah Kendari, Ahad (25/10/2026), mulai pukul 08.00 hingga 12.10 WITA, dan dihadiri oleh total 515 orang.

Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Kota Kendari, Ustazah Darmawaty Harimin, S.Si., dalam sambutannya memberikan apresiasi dan berharap seluruh kecamatan di Kota Kendari dapat mengirimkan utusan pesertanya pada tahun mendatang.

“Kalau semua ibu-ibu bergerak bersama, Kendari sebagai Kota Bertakwa bisa diwujudkan, insya Allah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan kesiapan Muslimah Wahdah untuk terus bermitra dengan pemerintah di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan. Program pembelajaran Al-Qur’an metode Dirosa ini terbuka untuk semua kalangan, mulai dari pelajar SMP, SMA, hingga lansia. Program ini bahkan telah menjangkau berbagai instansi, termasuk lingkungan Kantor Wali Kota Kendari.

Selain bidang pendidikan Al-Qur’an, Muslimah Wahdah yang kini telah hadir di seluruh kecamatan di Kendari juga bergerak dalam bidang dakwah, sosial, ekonomi, dan pendidikan. Ke depannya, jangkauan ini akan terus diperluas hingga tingkat kelurahan guna membangun masyarakat yang bertakwa.

Asisten 1 Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kendari, Adriana Musaruddin, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili pemerintah sekaligus membuka kegiatan ini, turut menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta. Pemkot Kendari memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Muslimah Wahdah dalam mendukung program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an.

“Dari keluarga yang kuat akan lahir masyarakat yang tangguh, dan dari masyarakat yang saling mendukung akan tumbuh Kota Kendari yang semakin maju,” tuturnya. Ia menekankan bahwa inisiatif masyarakat untuk menyediakan ruang belajar sangat penting dalam membangun manusia berkualitas.

Di samping isu pendidikan, pemerintah juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajak masyarakat mendukung gerakan Indonesia Asri dan peduli lingkungan. Mengingat musim kemarau panjang yang rawan memicu kebakaran, Adriana mengimbau masyarakat untuk saling mengingatkan agar tidak membakar sampah sembarangan.

Memasuki sesi materi, Ustazah Hj. Nur Amsi Mahmud, S.Pd., memotivasi para peserta agar senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an sepanjang hayat. Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup dan mempelajarinya merupakan perniagaan yang tidak akan pernah merugi.

Antusiasme juga dirasakan oleh para peserta. Salah satu peserta, Ramlawati Toasa, S.H., M.AP., menyampaikan kesannya dengan penuh semangat.

“Jangan pernah malu untuk membaca Al-Qur’an, tidak ada kata terlambat. Tasyakuran ini merupakan momentum yang sangat berharga untuk semakin istiqamah belajar Al-Qur’an. Untuk teman-teman, mari kita jaga silaturahmi, dan terima kasih kepada ustadzah-ustadzah yang telah membimbing kami,” tuturnya.

Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini menjadi bukti nyata adanya sinergi yang harmonis antara lembaga kemasyarakatan dan pemerintah dalam memajukan pendidikan Al-Qur’an demi membangun Kendari yang lebih baik.

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan