Muslimahwahdah.or.id - Mamuju, Sebanyak 40 kader Muslimah Wahdah Mamuju mengikuti Pelatihan Event Organizer (EO) Kegiatan Dakwah yang digelar selama dua hari, Sabtu–Ahad, 26–27 September 2026, di Pusat Dakwah Muslimah Mamuju.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Muslimah Wahdah Mamuju dalam meningkatkan kapasitas kader, khususnya dalam merancang, mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan dakwah secara terarah dan profesional.
Pelatihan menghadirkan Ustadzah Darmawali, ST., MT BNSP, yang merupakan Pengurus Departemen PSDM Muslimah Wahdah Pusat, Murabbiyah dan Daiyah Muslimah Wahdah, Master of Trainer Muslimah Wahdah, sekaligus Ketua Trainer Muslimah Wahdah sebagai pemateri. Serta didampingi 3 Co Fasilitator oleh Ustadzah Kartini B., S. SI., Usadzah Sri Wahyuni Ansyahar, SE dan Ustadzah Andi Ely Herlina Wati, S.SI, M.M., CGAA., CTFAIA selama 2 hari kegiatan berlangsung.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai materi seperti, membangun konsep diri, identifikasi ide kreatif, sistem kerja, Manajemen EO, teknisi evaluasi EO, hingga membangun teamwork.
Materi tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknis, tetapi juga membangun pola kerja yang membutuhkan kedisiplinan, komunikasi, tanggung jawab, ketelitian dan kemampuan bekerja dalam tim.
Ketua Muslimah Wahdah Mamuju, Ustadzah Nurliah, S.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemampuan mengelola kegiatan merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki kader dakwah.
“Kita ingin kader tidak hanya memiliki semangat untuk berdakwah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola kegiatan dakwah dengan baik. Setiap amanah membutuhkan kesiapan, perencanaan, kerja sama dan tanggung jawab. Karena itu, pelatihan seperti ini penting untuk membekali kader agar semakin siap mengambil peran,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dalam sebuah kegiatan dakwah, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh mereka yang tampil di hadapan peserta. Banyak peran di balik layar yang turut menentukan kelancaran sebuah kegiatan.
Suasana pelatihan juga dibuat interaktif melalui ice breaking yang berkaitan langsung dengan materi yang diberikan.
Ice breaking tidak hanya menjadi jeda untuk mencairkan suasana, tetapi dirancang agar peserta tetap fokus, aktif berinteraksi dan mampu mengambil pembelajaran dari setiap aktivitas yang dilakukan.
Melalui permainan dan aktivitas kelompok, peserta diajak menerapkan nilai-nilai yang sebelumnya disampaikan dalam materi, seperti komunikasi, koordinasi, kepemimpinan, kerja sama tim, ketelitian, serta kemampuan mengambil keputusan.
Setelah setiap aktivitas, peserta diarahkan untuk merefleksikan pengalaman yang diperoleh dan menghubungkannya dengan situasi nyata dalam mengelola kegiatan dakwah.
Dengan demikian, peserta tidak hanya mendengar dan mencatat materi, tetapi juga mengalami langsung proses belajar melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna.
Dalam sesi pelatihan, peserta diajak memahami bahwa menjadi EO bukan sekadar menjalankan tugas teknis. Setiap bagian memiliki kontribusi terhadap keberhasilan kegiatan dan merupakan bagian dari amanah yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya.
Divisi acara, perlengkapan, konsumsi, registrasi, publikasi, humas, hingga dokumentasi memiliki fungsi yang saling berkaitan.
Melalui pembekalan dari Darmawali, ST., MT BNSP, peserta diarahkan untuk memahami bagaimana sebuah kegiatan dipersiapkan sejak tahap awal hingga selesai.
Perencanaan yang matang membantu tim menentukan kebutuhan dan pembagian tugas. Koordinasi memastikan setiap personel memahami tanggung jawabnya. Sementara evaluasi menjadi bagian penting untuk melihat kekurangan dan menyusun perbaikan untuk kegiatan berikutnya.
Hal tersebut menjadi semakin relevan dalam aktivitas dakwah yang melibatkan banyak peserta dan membutuhkan koordinasi berbagai bidang.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi dapat diterapkan dalam berbagai agenda Muslimah Wahdah Mamuju ke depan.
Kader diharapkan mampu membawa keterampilan yang diperoleh dalam mengelola berbagai kegiatan, seperti kajian, dauroh, seminar, kegiatan sosial, tabligh, maupun agenda dakwah lainnya.
Bagi Muslimah Wahdah Mamuju, penguatan kapasitas kader merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan sumber daya manusia dakwah yang memiliki semangat, ilmu, keterampilan dan kesiapan mengambil peran.
Sebab, di balik sebuah kegiatan dakwah yang berjalan dengan baik, ada banyak tangan yang bekerja. Ada yang menyiapkan konsep, mengatur peserta, menyiapkan tempat, mengelola publikasi, memastikan kebutuhan teknis, mendokumentasikan kegiatan, hingga memastikan seluruh rangkaian berjalan sesuai rencana.
Melalui Pelatihan Event Organizer Kegiatan Dakwah ini, Muslimah Wahdah Mamuju terus mendorong kader untuk tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan, tetapi juga mampu menjadi penggerak yang siap merancang dan mengelola kegiatan dakwah dengan penuh amanah dan profesionalitas.
0 Komentar
Belum ada pesan