Muslimahwahdah.or.id - Bantaeng, Gema Majelis Taklim (GMT) 2026 digelar pada Ahad, 25 Oktober 2026, dengan mengusung tema “Musibah Menguji, Iman Menguatkan” dan subtema “Jaga Bangsa dari Kehancuran Moralitas”. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kepedulian terhadap persoalan moralitas di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan sembilan Majelis Taklim (MT) sebagai upaya memperkuat kelembagaan dan meningkatkan peran dakwah Islam di tengah masyarakat.
Baca Juga:
Ketua MWD Bantaeng, Ustadzah Arfianih Alimuddin, S.IP., S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh peserta serta panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa iman tidak dapat diwariskan sehingga setiap individu perlu berupaya menjaga dan menguatkan keimanannya.
Ia menyoroti berbagai musibah yang menimpa negeri ini dan mengajak umat Islam untuk tidak berdiam diri, melainkan mengambil bagian dalam upaya memperbaiki keimanan dan kondisi bangsa.
Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bantaeng, Hj. Rahma Arsyad, turut hadir memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. "Pentingnya peran majelis taklim sebagai wadah pembinaan umat, penguatan ukhuwah, serta sarana dakwah yang memberikan kontribusi positif bagi kehidupan keluarga dan masyarakat," ungkapnya.
Materi utama disampaikan oleh Ustadzah Hj. Liza Harist, S.P., M.Pd. Ia mengajak peserta untuk memaknai musibah sebagai ujian keimanan yang harus dihadapi dengan kesabaran, keteguhan hati, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt. Musibah hendaknya tidak melemahkan semangat, tetapi menjadi momentum introspeksi diri untuk memperbaiki kualitas iman dan meningkatkan ketakwaan.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengukuhan sembilan Majelis Taklim oleh Ustazah Noviana Haris, Wakil Sekretaris MWD Bantaeng. Pengukuhan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen para pengurus dan anggota dalam menjalankan dakwah secara aktif, terarah, dan berkesinambungan.
Majelis taklim diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga berperan sebagai wadah pembentukan akhlak mulia dan penggerak kebaikan di lingkungan masing-masing.
Ketua Panitia, Ukhty Nurul Izzah Zuhdi, bersama seluruh panitia turut berperan dalam menyukseskan kegiatan ini. Pelaksanaannya menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan ruang silaturahmi, pembelajaran, dan penguatan spiritual bagi anggota majelis taklim.
Melalui Gema Majelis Taklim 2026, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa menghadapi musibah membutuhkan iman yang kokoh, sementara menjaga bangsa dari kehancuran moralitas memerlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan masyarakat.
Semangat tersebut terangkum dalam pesan kegiatan: “Musibah boleh menguji, tetapi iman harus tetap menguatkan. Bersama majelis taklim, kita teguhkan ukhuwah, kita perbaiki akhlak, dan kita jaga generasi demi masa depan bangsa yang bermartabat.”
0 Komentar
Belum ada pesan