Muslimahwahdah.or.id - Kepulauan Selayar, Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Kepulauan Selayar kembali menggelar kegiatan Gema Majelis Taklim (GMT) 2026 pada Ahad (18/10/2026). Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00-12.00 WITA dan bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar.
Dengan mengusung tema “Musibah Menguji, Iman Menguatkan : Jaga Bangsa dari Kehancuran Moralitas”, kegiatan ini dihadiri oleh 78 muslimah dari beberapa kecamatan yang ada di Kepulauan Selayar yang bertujuan sebagai ajang silaturahmi majelis taklim, sebagai syi’ar dakwah majelis taklim, menambah tsaqafah, serta menjadi sarana pembentukan majelis taklim dan tarbiyah.
Baca Juga:
Wakil Ketua Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Kepulauan Selayar Ustadzah Nuraeni Nurdin, S.Pd. dalam sambutannya mengungkapkan Majelis Taklim memiliki peran yang sangat strategis dalam membina keimanan, akhlak, dan kepedulian sosial umat.
"Di tengah berbagai ujian dan musibah dalam kehidupan, masyarakat sangat membutuhkan penguatan iman agar mampu menghadapi setiap keadaan dengan sabar, tawakal, dan tetap berpegang teguh pada ajaran islam," ujarnya.
Turut hadir Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kepulauan Selayar, Nur Meity Mesdiyono dalam sambutannya ia menekankan ”Mari kita jadikan majelis taklim ini sebagai tempat tumbuhnya ukhuwah islamiyah, kepedulian sosial, bekerja sama dalam kebaikan,dan perlu mendorong agar kegiatan majelis taklim ini semakin aktif, kreatif, mampu menjawab tantangan hidup, keluarga dan masyarakat.
Badan Kontak Majelis Taklim mengharapkan kolaborasi dengan Wahdah Islamiyah serta seluruh organisasi keagamaan untuk memperkuat pembinaan umat dan meningkatkan kualitas para muslimah".
Sambutan berikutnya sekaligus membuka kegiatan Gema Majelis Taklim secara resmi oleh Sekertaris Tim Penggerak PKK Kepulauan Selayar, Sitti Rahmania, S.H., M.M.
“Kami menyambut baik dan memberi apresiasi kepada Muslimah Wahdah Islamiyah Kepulauan Selayar yang telah mengambil peran dalam upaya peningkatan keimanan para muslimah melalui berbagai kegiatan keagamaan, salah satunya adalah kegiatan kita hari ini Gema Majelis Taklim," ujarnya.
Ia berharap gema majelis taklim pada hari ini kedepannya memberi manfaat yang sebesar-besarnya dalam upaya kita memperbaiki kualitas keimanan para muslimah, dan kecintaan kepada islam dan menjadi sebab banyaknya jumlah muslimah yang semakin sadar untuk belajar islam di Kabupaten Kepulauan Selayar yang kita cintai bersama.
Memasuki acara inti, peserta mendapatkan tausiah dari Ustadzah Megawati Muin, S.Pd, seorang Daiyah Muslimah Wahdah Kepulauan Selayar.
Dalam penyampaian materinya, ia mengajak peserta untuk menguatkan iman dalam menghadapi musibah.Ia menyampaikan bahwa musibah yang menimpa kita hari ini entah itu penyakit, kehilangan, kekecewaan yang sudah ditetapkan kepada kita dan datang kepada kita sebagai bukti apakah kita benar-benar beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Ketika menghadapi ujian ada beberapa hal yang harus ditanamkan dalam diri, bahwa terjadi musibah hari ini sesungguhnya itu merupakan ketetapan Allah dan peringatan bagi umat manusia. Sikap ketika menghadapi musibah ialah meyakini bahwa semuanya karena takdir Allah, senantiasa bersabar, tidak mudah berputus asa, bermuhasabah dan berikhtiar.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan Majelis Taklim Ummul Mukminin oleh Ketua Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Kepulauan Selayar, Ustadzah Megawati Muin, S.Pd. Sesi pengukuhan tersebut berlangsung khidmat dan menambah antusiasme para peserta.
Selain penguatan spiritual, Gema Majelis Taklim 2026 juga dimeriahkan dengan lomba kreativitas yaitu membuat dan menghias kue bersama tim. Lomba ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan skill dalam mengolah bahan menjadi kue yang enak dengan tampilan menarik serta melatih kekompakan dan kerja sama yang baik dalam sebuah tim.
Lomba ini menjadi salah satu bukti bahwa majelis taklim tidak hanya berperan sebagai wadah pembinaan keagamaan, tetapi juga menjadi wadah mengembangkan skill yang dimiliki para muslimah.
Penguatan iman melalui majelis ilmu perlu diiringi pengaplikasian atau pengalaman yang nyata dalam kehidupan sehari-hari dalam hal ini, menjaga akhlak, membina keluarga, mendidik generasi bangsa dan membangun kepedulian antar sesama.
Ketika iman kuat maka segala ujian atau musibah akan melahirkan kesabaran, kepedulian, persaudaraan, dan semangat untuk bangkit. Namun, ketika iman dan moralitas melemah, terbukalah pintu bagi berbagai kerusakan sosial seperti lunturnya adab, krisis keteladanan, pergaulan tidak sehat, serta jauhnya generasi bangsa dari nilai-nilai agama.
0 Komentar
Belum ada pesan