MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

Hadirkan 237 Muslimah, Gema Majelis Taklim Wahdah DPD Islamiyah Pinrang Serukan Penguatan Iman di Tengah Musibah

Muslimahwahdah.or.id - MAKASSAR, Menghadirkan 237 muslimah di Gedung Pola Kantor Bupati Kabupaten Pinrang, Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Pinrang kembali menggelar kegiatan tahunan Gema Majelis Taklim pada Ahad (18/10/2026). Mengusung tema “Musibah Menguji, Iman Menguatkan”, salah satu upaya dakwah dalam menjaga moralitas bangsa.

Menghadirkan Ketua Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Pinrang, Ustazah Suzianti Syamsul.  Ketua MWD Pinrang ini menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tahunan tersebut. Ia juga menyampaikan harapannya kepada para anggota majelis taklim yang hadir.

“Saya berharap majelis taklim yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Pinrang ini tidak hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga memberikan penguatan bagi seluruh muslimah di Kabupaten Pinrang. Khususnya, memberikan kekuatan iman di tengah hiruk-pikuk bencana, sesuai dengan tema kegiatan kita hari ini, yaitu ‘Musibah Menguji, Iman Menguatkan’,” harap penggiat dakwah ini.

Kegiatan syiar dakwah yang diinisiasi oleh Unit Dakwah Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah (MWD) Pinrang ini dibuka secara resmi oleh Hj. Nurhayati Haruna, S.H., M.H., selaku Ketua Pokja I sekaligus Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Pinrang.

Sebelum membuka kegiatan secara resmi, Hj. Nurhayati mengapresiasi keberadaan majelis taklim di Kabupaten Pinrang. Ia juga berpesan agar para anggota majelis taklim tidak hanya berfokus pada kegiatan pengajian, tetapi turut memperhatikan dan memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Dalam pesannya, ia mengutip hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang pentingnya menjadi muslimah tak hanya fokus pada diri sendiri terapi juga yang bermanfaat bagi sesama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“ Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad dan ath-Thabrani).

“Kalimat ini adalah panggilan moral. Apabila nilai moral itu ditinggalkan, kejujuran akan berkurang, persaudaraan akan melemah, dan generasi-generasi kita akan tertinggal. Sebagai seorang perempuan, seorang ibu, dan penggiat majelis taklim, kita memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga keluarga dan masyarakat di sekitar kita,” tegas Hj. Nurhayati saat menyampaikan pentingnya kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan syiar dakwah ini menghadirkan Ustazah Madhatillah yang mengajak peserta menyelami makna tema yang diusung, yakni “Musibah Menguji, Iman Menguatkan”.

“Musibah adalah sesuatu yang tidak kita sukai dan dianggap buruk. Musibah yang kita alami saat ini di antaranya adalah kekeringan di wilayah kita, gempa bumi yang melanda, serta kerusakan tanaman. Musibah dan ujian ini tidak hanya menimpa orang-orang beriman,” jelas daiyah kondang asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tersebut.

Selanjutnya, ia menjelaskan sejumlah sikap yang sebaiknya dimiliki seorang muslim ketika menghadapi musibah, yaitu meyakini bahwa segala sesuatu terjadi dalam ilmu dan takdir Allah, bersabar, memperbanyak istigfar, tidak berputus asa, melakukan muhasabah, serta mengambil sebab dan melakukan ikhtiar.

Ia juga menegaskan bahwa musibah yang menimpa seorang mukmin dapat menjadi penghapus dosa. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yang artinya:

“Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, atau kesusahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karena itu.”

Salah seorang peserta majelis taklim yang ditemui dalam kegiatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada Muslimah Wahdah Islamiyah yang telah menyediakan wadah pembelajaran Al-Qur’an melalui majelis taklim.

“Masyaallah, saya banyak mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Awalnya, saya belum bisa membaca Al-Qur’an. Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa membaca Al-Qur’an. Saya juga berterima kasih kepada Muslimah Wahdah yang telah membimbing kami sehingga kami semakin memahami nilai-nilai Islam,” ungkap Dewi Novianti, salah seorang peserta Majelis Taklim Hidayah Rahmah 5 dari Kecamatan Watang Sawitto.

Antusiasme peserta semakin terlihat pada puncak kegiatan, yakni saat penyerahan hadiah kepada majelis taklim yang berhasil meraih kemenangan dalam perlombaan yang diselenggarakan oleh panitia sebelum pelaksanaan Gema Majelis Taklim.

Melaui kegiatan ini, diharapkan majelis taklim tak hanya menjadi wasilah untuk belajar ilmu agama, mempelajari Alquran, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sekitar, khususnya di kabupaten Pinrang.

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan