Muslimahwahdah.or.id - Jakarta, Dialog Ketahanan Keluarga hadir di tengah padatnya rangkaian acara Muktamar V Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Ahad (23/08/2026). Menghadirkan Founder Petakehidupan.id Consulting, Isnan Hidayat, M.Psi sebagai narasumber, dialog yang diselenggarakan pada Ahad sore itu membahas terkait Kerangka Kerja Pengarusutamaan Ketahanan Keluarga bagi Ormas dan Lembaga.
Framework Tahapan Peran Keluarga menjadi salah satu poin pembahasan yang dibawakan oleh Isnan Hidayat. Pada poin tersebut ada tiga tahapan utama yang dapat digunakan untuk mengukur perkembangan peran keluarga, yaitu Ma'wa, Madrasah dan Markaz.
Pada tahap Ma'wa, keluarga mampu menjadi tempat pulang yang nyaman dan menentramkan. Fondasinya membutuhkan kasih sayang dan daya lindung keluarga. Di tahap ini rumah harus menjadi ruang aman untuk memahami, menjaga, dan melindungi keluarga.
Tahap kedua adalah Madrasah. Di tahap ini rumah dapat menjadi tempat mendidik dan meningkatkan kapasitas diri. Keluarga menjadi ruang tarbiyah, adab, ilmu, dan pembinaan kapasitas sehingga rumah menjadi bagian dalam proses menumbuhkan manusia yang siap belajar, bertumbuh, dan memikul amanah.
Tahap yang terakhir adalah Markaz. Di tahap yang ketiga ini keluarga tidak hanya berfungsi untuk kepentingan internal anggota keluarga, tetapi mulai menjadi pusat kolaborasi dan kebaikan sosial.
Dari ketiga tahap capaian ini, peran keluarga dapat bertumbuh dari tempat pulang, menjadi tempat mendidik, lalu menjadi pusat kolaborasi kebaikan.
Isnan juga menyoroti perubahan cara pandang generasi muda terhadap kondisi keluarga. Ia menyebut Gen Z dan generasi setelahnya cenderung lebih takut mengalami broken heart dibandingkan sekadar broken home. Menurutnya, ketidakkompakan orang tua dalam keluarga juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi generasi muda.
"Gen Z dan seterusnya lebih takut broken heart daripada broken home. Mereka lebih takut orang tuanya tidak kompak daripada orang tuanya berpisah," ungkapnya.
Saat membahas rumah sebagai tempat berlindung, Isnan menambahkan keluarga juga perlu memiliki daya ishlah atau daya tumbuh dan perbaikan.
"Keluarga perlu memiliki daya ishlah atau daya tumbuh dan perbaikan. Sehingga apa pun masalah yang dialami oleh setiap anggota keluarga, rumah itu akan menjadi tempat untuk kemudian mereka menyembuhkan luka-luka mereka. Rumah akan kemudian menjadi tempat untuk kemudian menyelesaikan masalah-masalah mereka. Rumah kemudian menjadi tempat untuk kemudian memperbaiki kondisi mereka. Bukan sebaliknya, justru rumah lah yang kemudian mengusir mereka karena tidak menemukan ketenangan dari dalam rumahnya," paparnya.
"Keluarga Islam yang tangguh yaitu kemampuan keluarga untuk tetap hidup di atas iman dan amanah mereka, menghadirkan sakinah, menjaga rahmah, membangun wiqayah, serta mewujudkan ishlah, agar setiap anggota keluarga nantinya itu mampu bertahan, bertumbuh, memperbaiki diri dan menebarkan manfaat," tambahnya.***
0 Komentar
Belum ada pesan