MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

Uji Hafalan Ananda Kamil Jadi Momentum Menguatkan Kecintaan pada Al-Qur’an di Muktamar V

Muslimahwahdah.or.id - Jakarta, Salah satu momen menarik dalam Muktamar Wahdah Islamiyah ketika uji Hafalan Al-Qur'an Ananda Kamil, Sabtu (22/08/2026). Kamil diuji secara langsung oleh Syaikh Muhammad Yahya  At-Thohir dan sejumlah tokoh serta ulama yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Saat sesi tersebut, ayat Al-Qur'an dibacakan secara acak dan kemudian Kamil diminta untuk melanjutkan bacaan. Tidak hanya itu, letak halaman dan nomor ayat juga menjadi salah satu ujiannya. Meski disebutkan secara acak, Kamil mampu menyebutkannya dengan benar.

Uji hafalan yang berlangsung secara langsung di hadapan jamaah dan para tokoh yang hadir menunjukkan bagaimana kemampuan menghafal Al-Qur’an dapat dibangun melalui proses belajar dan pengulangan yang terus-menerus.

Dalam kesempatan tersebut, Syaikh Muhammad Yahya  At-Thohir memberikan wasiat agar umat senantiasa menjaga hafalan Al-Qur’an dengan terus mengulang dan mengajarkannya kepada orang lain.

“Saya mewasiatkan pada diri saya dan hadirin untuk senantiasa mengulang hafalan, mengajarkan Al-Qur’an karena siapa yang mengabaikan Al-Qur’an pasti akan ditinggalkan Al-Qur’an,” pesan Syaikh Muhammad Yahya At-Thohir.

Kamil sendiri mengucapkan rasa terima kasihnya kepada guru-guru yang telah membantunya untuk bisa tetap menjaga hafalan Alqurannya. Kamil berpesan untuk tidak berhenti belajar dan berharap nantinya akan lahir dari profesi profesi lain yang juga penghafal Al-Qur'an. “Jangan berhenti belajar. Semoga 10 tahun ke depan, dosen-dosen, dokter, psikologi penghafal Al-Qur’an agar terwujud pesan Allah, Al-Qur’an merupakan perpanjangan tangan kasih sayang kepada manusia dan didapatkan dari belajar. Jangan berhenti belajar,” pesannya.

Uji hafalan Ananda Kamil dalam rangkaian Muktamar V Wahdah Islamiyah itu pun menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Al-Qur’an perlu dibangun bersama dengan tradisi belajar, menghafal, mengulang, dan mengajarkannya, sehingga Al-Qur’an tidak hanya dihafal, tetapi juga terus hadir dalam kehidupan generasi Muslim.

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan