Muslimahwahdah.or.id - Jakarta, Syaikh Muhammad Yahya At-Thohir, seorang Imam, Qory, dan Juri Al-Qur'an Internasional hadir dalam rangkaian Tabligh Akbar Nasional Muktamar V di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (22/8/2026). Ia memberikan tausiyah dengan bahasa Arab dan Ustadz Syaiful Yusuf, Lc, M.A. menjadi penerjemah dari tausiah Syeikh.
Dalam tausiyahnya, Syaikh Muhammad Yahya At-Thohir mengajak umat Islam kembali mendekat kepada Al-Qur’an sebagai cahaya dan nikmat terbesar yang Allah turunkan kepada manusia.
Baca Juga:
Awal tausiahnya, ia menyampaikan bagaimana kondisi manusia dulu sebelum mukjizat turun kepada Rasulullah berupa Al-Qur'an. Saat itu disebut masa kegelapan dan Allah mengutus Malaikat Jibril untuk memberikan risalah kepada Rasulullah.
Ia mengisahkan bagaimana perjalanan Rasulullah mendapatkan Wahyu pertama yakni surah Al Alaq. Menurutnya, turunnya lima ayat pertama Al-Qur’an menjadi awal hadirnya cahaya setelah masa kegelapan yang panjang.
“Al-Qur’an adalah cahaya yang diturunkan Allah kepada manusia, cahaya di atas cahaya yang Allah turunkan kepada manusia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Syaikh juga menjelaskan kemuliaan Al-Qur’an tercermin dari berbagai hal yang berkaitan dengan turunnya wahyu. Al-Qur’an diturunkan melalui Malaikat Jibril yang merupakan malaikat paling mulia, kepada Rasulullah sebagai manusia paling mulia. Al-Qur’an juga diturunkan pada bulan Ramadan dan malam Lailatulqadar yang memiliki kemuliaan.
Ia selanjutnya mengajak jamaah merenungkan Surah Ar-Rahman. Jika diterjemahkan ayat 2 dan 3 surah ini, maka akan ditemui bahwa penyebutan pengajaran Al-Qur'an lebih dahulu ketimbang penciptaan manusia. Hal ini menunjukkan tingginya kedudukan Al-Qur’an sebagai nikmat Allah kepada manusia.
“Allah ingin menjelaskan dari sekian banyak nikmat, nikmat Islam adalah nikmat terbesar dan Al-Qur’an berada di atasnya, sehingga Al-Qur’an disebutkan lebih dahulu sebelum penciptaan manusia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Syaikh mengingatkan kepada peserta agar membaca Al-Qur'an tidak tergesa-gesa, hal ini dicontohkan ketika Allah mengajarkan Al-Qur'an kepada Rasulullah melalui Malaikat Jibril ketika turun wahyu pertama yang secara pelan-pelan menyebutkan Al-Qur'an dengan benar.***
0 Komentar
Belum ada pesan