Muslimahwahdah.or.id - Banggai, Sebanyak 111 Guru Al-Qur’an Muslimah Wahdah Islamiyah Banggai dikukuhkan dalam rangkaian Gerakan 10.000 Guru Al-Qur’an, Sabtu (22/8/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari agenda nasional yang digelar serentak di berbagai daerah di Indonesia dan dipusatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Baca Juga:
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Tabligh Akbar Nasional dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah yang mengusung tema“Memantapkan Persatuan dan Kolaborasi Menuju Indonesia Berkah.”
Momentum ini mempertemukan peserta dari berbagai daerah dalam satu rangkaian kegiatan yang berfokus pada penguatan dakwah, ukhuwah, dan pembelajaran Al-Qur’an.
Dari Kabupaten Banggai, kegiatan diikuti secara daring dengan pusat pelaksanaan di Penginapan Syariah Lambuku, Maahas, Luwuk. Sebanyak 111 peserta mengikuti rangkaian kegiatan sejak Tabligh Akbar Nasional, pengukuhan Guru Al-Qur’an, hingga pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah.
Tabligh Akbar Nasional menghadirkan sejumlah dai dan tokoh Islam nasional serta ulama dari mancanegara. Di antaranya Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah KH Muh. Zaitun Rasmin, Habib Nabiel Al-Musawa, Ustaz Das’ad Latif, Ustaz Muh. Subki Al-Bughury, Ustaz Rifky Ja’far Thalib, dan Ustaz Faris Baswedan. Hadir pula Syaikh Muhammad Yahya At-Thohir, Imam, Qari, sekaligus Juri Al-Qur’an Internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Majelis Syuro Majelis Rasulullah Habib Nabiel Al-Musawa menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan Wahdah Islamiyah yang dinilainya semakin luas di berbagai wilayah Indonesia.
“Wahdah Islamiyah ini luar biasa. Organisasi ini berkembang sangat cepat di seluruh Indonesia karena konsisten menjadikan Al-Qur’an sebagai motor penggerak. Wahdah berhasil menyatukan umat Islam untuk mencintai, meyakini, dan membumikan ayat-ayat Allah dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Fadli Zon, M.Sc. Ia menilai Gerakan 10.000 Guru Al-Qur’an memiliki makna penting bukan hanya dalam konteks keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan kebudayaan bangsa.
Menurut Fadli Zon, guru ngaji memiliki peran strategis di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga ikut menanamkan nilai moral, akhlak, dan karakter kepada generasi penerus.
Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., menyoroti tantangan literasi Al-Qur’an di Indonesia. Dalam sambutannya, ia menyebut sekitar 60 persen masyarakat Indonesia masih mengalami buta huruf Al-Qur’an berdasarkan data statistik yang disampaikannya.
Menurut Nasaruddin, kondisi tersebut menjadi tantangan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi Islam.
Ia mengapresiasi Gerakan 10.000 Guru Al-Qur’an sebagai salah satu langkah konkret dalam meningkatkan kemampuan masyarakat membaca dan mempelajari Al-Qur’an.
Nasaruddin Umar kemudian mengukuhkan 10.000 Guru Al-Qur’an sekaligus membuka Muktamar V Wahdah Islamiyah. Pengukuhan tersebut diikuti secara nasional oleh para Guru Al-Qur’an dan peserta kegiatan, baik yang hadir secara langsung maupun melalui jaringan daring.
“Saya kukuhkan sekali lagi 10.000 guru ngaji, selamat jalan, selamat berjuang dan sekaligus juga membuka Muktamar yang mengusung tema ‘Memantapkan Persatuan dan Kolaborasi Menuju Indonesia Berkah’ dengan bersama-sama membaca Bismillahirrahmanirrahim, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,” ucapnya.
Bagi Muslimah Wahdah Islamiyah Banggai, pengukuhan 111 Guru Al-Qur’an menjadi momentum untuk memperkuat peran dakwah berbasis Al-Qur’an di tingkat daerah. Para guru diharapkan tidak berhenti pada pengajaran kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengambil peran dalam mendampingi masyarakat memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Keterlibatan 111 Guru Al-Qur’an dari Banggai dalam gerakan nasional tersebut sekaligus menunjukkan kontribusi daerah dalam mendukung peningkatan literasi Al-Qur’an.
Dari Banggai untuk Indonesia, pengabdian para guru diharapkan terus meluas, menghadirkan manfaat bagi masyarakat, dan melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan.
0 Komentar
Belum ada pesan