Muslimahwahdah.or.id - Jakarta, Kemandirian industri dan kualitas SDM yang unggul adalah dua pilar utama yang menentukan masa depan bangsa. Di tangan generasi yang unggul dan industri yang mandiri, Indonesia memiliki kekuatan untuk berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa besar dunia. Selaras dengan hal tersebut Ceramah Kebangsaan yang merupakan rangkaian Muktamar V Wahdah Islamiah kembali hadir dengan tema Membangun Kemandirian Industri dan SDM Unggul Melalui Kolaborasi Menuju Indonesia Berkah.
Bertempat di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur pada Ahad (23/8/2026), Direktur Utama PT PAL Indonesia, Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng hadir langsung untuk membawakan materi kebangsaan. PT PAL Indonesia adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang galangan kapal terbesar di Indonesia yang berfokus pada pembuatan kapal perang, kapal niaga, pemeliharaan dan perbaikan kapal, serta rekayasa umum untuk sektor pertahanan dan energi.
Baca Juga:
Pada sesi pemaparan materi, Kaharuddin Djenod menyampaikan bahwa membangun peradaban harus ada sunatullah yang terus diusahakan seperti yang telah dijelaskan oleh Allah di dalam QS. Al-Anfal ayat 60. "Dan persiapkanlah segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)."
Ia pun menganalogikan persiapan sebagai seekor kuda perang yang ditambat. Persiapan membangun peradaban merupakan tugas milik semua orang, bukan hanya milik pemerintah atau tentara. Dan jika persiapan itu dilakukan dengan benar, maka hasilnya akan menggetarkan musuh Allah bahkan musuh-musuh yang tidak diketahui.
Membangun peradaban harus ada sunatullah yang terus kita usahakan. Ayat kedua yang ingin saya ingatkan pada kita semuanya, yaitu surat Al-Anfal.
Persiapkanlah olehmu apa-apa yang kamu miliki dan persiapan itu adalah semisal kuda perang yang ditambat. Kenapa? Persiapan ini bukan sekadar persiapan, tabungan yang banyak dan lain sebagainya. Tapi digambarkan di sini kuda perang yang ditambat. Dan perintah ini tidak hanya jatuh kepada pemerintah, tidak hanya jatuh kepada tentara. Perintah ini jatuh kepada kita semuanya.
"Ciri-cirinya apa? Kalau persiapan kita benar, maka persiapan itu akan membuat menggetarkan musuh Allah, musuh-musuh kita, dan bahkan musuh-musuh kita yang tidak kita ketahui. Maka dari dua ayat inilah, Alhamdulillah Indonesia telah menunjukkan telah membuat persiapan-persiapannya," jelasnya.
0 Komentar
Belum ada pesan