MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

Spirit Al-Qur'an Menggema di Masjid ICDT Bulukumba, Menggaungkan Harmoni Cinta dan Perjuangan Meraih Keberkahan

Muslimahwahdah.or.id - BULUKUMBA, Langkahnya tampak tergopoh, namun semangatnya tak surut. Dengan bantuan alat bantu jalan, Hj Nursiah memasuki pelataran Mesjid Islamic Centre Dato Tiro Bulukumba bersama ratusan peserta Tasyakuran Dirosa Muslimah Wahdah Bulukumba. 

Di usianya yang telah menginjak 72 tahun, dan mengalami pengapuran tulang. Ia tetap semangat bertekad mengikuti pembinaan dirosa. 

"Saya hanya ingin pintar mengaji. Alhamdulillah ada yang mengajak belajar Dirosa. Sedikit demi sedikit ada perubahan cara mengaji saya selama kurang lebih satu tahun ini," tuturnya.

Kisah Hj.Nursiah menjadi gambaran nyata makna tema yang diangkat tahun ini. Cinta kepada Al-Qur'an melahirkan semangat untuk terus berjuang membersamainya. Tanpa mengenal lelah, tanpa rasa malu, dan tanpa merasa terlambat, setiap muslim memiliki kesempatan untuk semakin dekat dengan Kalamullah

Semangat itulah yang terasa begitu kuat memenuhi Masjid Islamic Center Dato' Tiro Bulukumba pada Ahad (5/7/2026). Suasana syukur dan kebahagiaan menyelimuti gelaran Tasyakuran Dirosa yang diselenggarakan oleh Unit Pembinaan dan Pendidikan Dasar Al-Qur'an (P2DQ) MWD Bulukumba. Mengusung tema "Bersama Al-Qur'an dalam Harmoni Cinta dan Perjuangan", kegiatan tahunan ini menjadi momentum istimewa untuk mensyukuri perjalanan para peserta yang telah menapaki proses belajar membaca Al-Qur'an dari dasar.

Wakil Ketua MWD Bulukumba, Ustadzah Nur Maida, S.Kep.,Ns., berharap kegiatan ini mampu menjadi penyemangat bagi lebih banyak muslimah untuk memulai belajar Al-Qur'an. "Suatu kesyukuran muslimah wahdah dapat menyelenggarakan kegiatan tasyakuran tahun ini diikuti sekitar 500an wisudawati dirosa. Kami mengajak kita bersama-sama mewujudkan bukti cinta kita kepada Al-Qur'an dengan terus berjuang dalam belajar dan juga mengajarkannya kepada orang lain. Sehingga kedepannya semakin banyak lagi muslimah Bulukumba yang merasakan keberkahan dan kedekatan dengan Al-Qur'an," harapnya. 

Spirit Al-Qur'an semakin dikuatkan melalui tausiyah yang disampaikan oleh Ustadzah Megawati Abdul Kadir, S.Pd., CMT., CET., CNFT. "Bukti cinta dan perjuangan kita terhadap Al-Qur'an tidaklah berhenti di kegiatan wisuda ini, namun perlu keberlanjutan dan komitmen untuk konsisten membersamai Kalamullah. Diantaranya dengan cara melanjutkan pembinaan dirosa melalui tarbiyah, targetkan membaca Al-Qur'an setiap hari, renungkan makna atau artinya, dan nikmati setiap ayat yang kita baca dalam shalat", jelasnya.

Puncak acara ditandai dengan prosesi pengukuhan wisuda peserta yang dipimpin oleh Ketua Unit P2DQ, Ustadzah Rismawati, S.Pd.I. Wajah-wajah penuh syukur dan haru tampak menghiasi para peserta yang telah menyelesaikan proses pembinaan dirosa.

Suasana semakin menyentuh saat panitia mempersembahkan sebuah drama yang mengangkat realitas kehidupan yang kadang terjadi dirumah-rumah kaum muslimin. Melalui persembahan tersebut, peserta diajak merenungkan pentingnya menghadirkan Al-Qur'an sebagai cahaya di dalam rumah dan menjadikannya bagian dari kehidupan keluarga sehari-hari.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan fundraising dakwah, pengumuman peserta terbaik, pembagian doorprize, serta sesi foto bersama. Semoga tasyakuran dirosa ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang menguatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an, melahirkan lebih banyak pribadi yang akrab dengan Kalamullah, serta menghadirkan keberkahan bagi Bulukumba.

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan