MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

Road to Muktamar V: Muslimah Wahdah Pusat Gali Inspirasi Manajemen Organisasi ke PP Nasyiatul Aisyiyah

Muslimahwahdah.or.id - Yogyakarta, Menjelang perhelatan akbar Muktamar V Wahdah Islamiyah pada Agustus mendatang, jajaran pimpinan Muslimah Wahdah Pusat melakukan kunjungan strategis ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) di Yogyakarta, Senin (11/5/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda "Road to Muktamar V" untuk memperkuat tata kelola organisasi dan sinergi antarlembaga perempuan nasional.

Delegasi Muslimah Wahdah dipimpin langsung oleh Ketua Muslimah Wahdah Pusat, Ustazah Harisa Tipa Abidin, M.Pd., didampingi oleh Ustazah Suri Suhendari, S.Pd.I. (Ketua Lembaga Ketahanan Keluarga) dan Ustazah Lulu Choriroh, S.Ag. (Ketua Muslimah Wahdah DIY). Kedatangan mereka disambut oleh Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, bersama jajaran pimpinan pusat lainnya.

Ustazah Harisa Tipa Abidin menjelaskan bahwa kunjungan ke Nasyiatul Aisyiyah (NA) memiliki nilai historis dan strategis yang penting bagi Muslimah Wahdah, terutama dalam menyongsong Muktamar V.

"Sebagai organisasi yang telah berkiprah selama 95 tahun, Nasyiatul Aisyiyah memiliki kekayaan pengalaman dalam manajemen organisasi dan pengabdian masyarakat. Kami hadir untuk bersilaturahmi sekaligus menimba ilmu (benchmarking) yang nantinya akan menjadi inspirasi penting dalam merumuskan arah gerak Muslimah Wahdah pada Muktamar V nanti," ungkap Ustazah Harisa.

Dalam diskusi tersebut, PP Nasyiatul Aisyiyah memaparkan sistem otonomisasi mereka di bawah naungan Muhammadiyah. Ariati Dina Puspitasari mengibaratkan hubungan organisasi mereka layaknya sebuah keluarga: Muhammadiyah sebagai Ayah, Aisyiyah sebagai Ibu, dan Nasyiatul Aisyiyah sebagai Anak. Pembagian peran ini memungkinkan koordinasi yang rapi, mulai dari pengelolaan ekonomi swadaya hingga layanan publik seperti Family Learning Centre dan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Poin-poin penting yang digali dalam pertemuan ini meliputi: Sinergi Kelembagaan: Bagaimana membagi peran antara organisasi induk dan organisasi otonom agar tetap harmonis dan tidak tumpang tindih, Ketahanan Keluarga: Pola edukasi pra-nikah dan pendampingan keluarga yang menjadi fokus utama kedua organisasi, Kemandirian Ekonomi: Strategi pengelolaan sumber daya melalui konsorsium, sponsorship, dan unit usaha kreatif.

Siklus Kepemimpinan: Manajemen masa kepengurusan dan sistem musyawarah sebagai sarana kontrol organisasi.

Pertemuan ini menjadi sangat relevan mengingat salah satu fokus Muktamar V Wahdah Islamiyah adalah penguatan peran organisasi dalam pembangunan bangsa melalui ketahanan keluarga dan kemandirian umat. Pengalaman Naisyiyatul Aisyiah dalam mengelola amal usaha dan kaderisasi menjadi masukan berharga bagi Muslimah Wahdah.

Kegiatan audiensi ini ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk terus menjalin komunikasi demi kemajuan perempuan Indonesia. Hasil dari kunjungan bisa menjadi bahan rekomendasi strategis khusus kemuslimahan  dalam Muktamar V Wahdah Islamiyah yang dijadwalkan berlangsung pada 22-25 Agustus 2026 di Asrama Haji Jakarta Timur.(red-mus)

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan