Muslimahwahdah.or.id - MAKASSAR, Dalam rangka mengokohkan semangat perjuangan dakwah Al-Qur'an, Muslimah Wahdah Islamiyah Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Silaturahmi Pengajar Al-Qur'an bertema “Spirit Tabuk dan Harmoni Perjuangan untuk Indonesia Berkah” pada Selasa (16/6/2026).
Wakil Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Sulawesi Selatan, Ustazah Suarni Yahya, S.H., dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan bahwa pertemuan para pengajar Al-Qur'an ini diharapkan menjadi penyemangat bagi muslimah dalam mendakwahkan dan mengajarkan Al-Qur'an kepada masyarakat.
Baca Juga:
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para pengajar Al-Qur'an dari Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), serta Takalar. Acara berlangsung secara luring di Ballroom Universitas Fajar, Jalan Prof. Dr. Abdurrahman Basalamah, Makassar dan diikuti secara daring melalui Zoom meetings oleh pengajar Al-Qur'an dari daerah lain se-Sulsel.
Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka menghadiri kegiatan ini meskipun harus menempuh perjalanan cukup jauh. Peserta dari Takalar dan Pangkep masing-masing datang menggunakan satu bus, sedangkan peserta dari Maros menggunakan dua bus untuk menuju lokasi kegiatan. Bahkan peserta yang paling cepat datang berasal dari Kabupaten Pangkep.
Salah seorang peserta dari Kabupaten Takalar, Ustazah Salma Ropu menuturkan bahwa ia dan peserta dari Kabupaten Takalar berangkat menuju Makassar sekitar pukul 06.00 WITA dengan menggunakan bus. Ia mengaku sangat bahagia dapat bertemu dengan para pengajar Al-Qur'an dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah, saya sangat bahagia bisa bertemu dengan para pengajar Dirosa se-Sulawesi Selatan. Semoga lahir lebih banyak lagi generasi Al-Qur'an beserta para pengajarnya,” tuturnya.
Hadir selaku narasumber, daiyah sekaligus Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat, Ustazah Harisa Tipah Abidin, S.Pd.I, M.Pd yang memotivasi peserta dengan kisah Perang Tabuk, dimana saat itu Madinah dilanda keadaan sulit dan kekurangan harta, musim sangat panas, kekeringan dan buah-buahan sudah mulai matang. Namun ada ajakan untuk berperang ke Tabuk yang jaraknya 613 km dari Madinah untuk melawan Romawi. Ujian yang sangat besar bagi kaum muslimin, yang akan menguji keimanan dan keteguhan mereka apakah ingin membersamai Rasulullah berperang atau tidak. Kisah ini sangat sesuai dengan kondisi hari ini.
0 Komentar
Belum ada pesan