MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

Semarak Muktamar Jadi Ruang Lahirnya Ide Bisnis dan Inovasi Muslimah

Muslimahwahdah.or.id - MAKASSAR, Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah semakin menunjukkan warna yang berbeda. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang lahirnya ide bisnis dan inovasi. Hal ini terlihat dari perlombaan Bisnis Plan dan Lomba Karya Tulis Ilmiah yang digelar pada hari kedua Semarak Muktamar V Muslimah Wahdah, Ahad (14/6/2026).

Beragam gagasan kreatif dipresentasikan peserta, mulai dari inovasi pangan berbasis bahan lokal hingga program yang mendorong penguatan karakter generasi muda di era digital.

Salah satu juri lomba Bisnis Plan, Ustadzah Nirwana Muin yang juga merupakan Anggta Departemen Pengembangan Usaha Muslimah Wahdah Pusat mengapresiasi ide-ide dari peserta selama kompetisi berlangsung.

"Masyaallah, ide-idenya bagus. Bahkan ada beberapa ide yang luar biasa. Nanti aplikasi ke lapangannya butuh pendampingan dari Departemen Pengembangan Usaha, sehingga bisa bersinergi agar bisnisnya dapat berjalan," ujar anggota KPM ini juga. 

Lebih lanjut, ia berharap agar ini tak hanya sebatas ide, tetapi mampu menjadi ruang bisnis yang dapat bermanfaat kepada masyarakat.

Salah satu ide yang menarik perhatian juri adalah Mie Mocaf dari Universitas Hasanuddin, inovasi mi sehat berbahan dasar tepung mocaf dan daun kelor yang dipresentasikan oleh tim yang terdiri dari Iin Arini, Sugiarti, Siti Khadijah, Reski, dan Salwa.

Sugiarti, ketua kelompok inovasi ini mengungkapkan kenapa ide muncul karena melihat situasi tren saat ini di mana remaja banyak konsumsi mie instan. Jadi ia bersama timnya membuat mie dari bahan yang sehat dan mendukung pangan lokal.

"Kami melihat remaja mengonsumsi mi instan satu sampai tiga bungkus per pekan. Sementara bahan bakunya masih menggunakan gandum impor. Karena itu kami membuat inovasi mi sehat rendah gluten dengan memanfaatkan tepung mocaf dari singkong dan ditambah daun kelor yang memiliki kandungan zat besi dan magnesium yang tinggi," jelasnya.

Sementara itu, dari lomba Karya Tulis Ilmiah tak kalah apiknya karena melahirkan ide-ide yang berorientasi pada pembangunan masyarakat. Diantaranya Nur Atika, mahasiswi Teknologi Pertanian Universitas Negeri Makassar (UNM), yang mengangkat Program HATI (Halaqah untuk Peradaban).

Menurutnya gagasan ini muncul karena ingin berkontribusi pada peradaban. "Sebagai muslimah yang ingin berkontribusi terhadap peradaban, kita dituntut untuk kritis melihat perkembangan teknologi. Ada dampak baik dan buruk yang ditimbulkan. Kami ingin menghadirkan solusi agar generasi Z tidak terpapar dampak buruk media sosial yang saat ini sangat marak," ungkapnya.

Meski awalnya mengaku gugup, tapi Hartini mampu menjelaskan ide karya tulisnya ini dengan baik  dihadapan juri.***

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan