MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

Tasyakuran Dirosa Muslimah Wahdah Islamiyah Sidrap Hadirkan 715 Peserta, Teguhkan Semangat Membumikan Al-Qur’an

Muslimahwahdah.or.id - Sidrap, Unit Pembinaan, Pengembangan Dasar Qur’an (P2DQ) Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Sidrap kembali menggelar Tasyakuran Dirosa secara serentak di dua lokasi, Ahad (26/7/2026).

Titik pertama kegiatan berlangsung di Rumah H. Abdul Rahman dan Hj. Nurhayati Made, Bendoro. Sementara itu, titik kedua dilaksanakan di Aula Muslimah Center, Pangkajene.

Mengusung tema “Al-Qur’an dalam Harmoni Cinta dan Perjuangan”, kegiatan tersebut berlangsung meriah dan penuh khidmat. Sebanyak 715 orang yang terdiri atas peserta dan pendamping turut hadir dalam kegiatan yang menjadi bentuk syukur atas terselenggaranya rangkaian pembelajaran Dirosa.

Ketua Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Sidrap, Ustazah Husniah, S.Pd., Gr., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tasyakuran Dirosa bukanlah akhir dari proses belajar Al-Qur’an.

“Wisuda dan Tasyakuran Dirosa kali ini bukanlah akhir dari pembelajaran. Kita harus senantiasa terus belajar dan mempelajari ayat-ayat Allah. Dengan bersama Al-Qur’an, InSyaa Allah kita akan mendapatkan kecintaan Allah,” tuturnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pembelajaran Dirosa. “Jangan berhenti belajar sampai di sini. Teruslah memuraja’ah bacaan kita agar semakin dekat kepada Allah melalui Al-Qur’an hingga Allah memanggil kita. Muslimah Wahdah Islamiyah Sidrap siap terus melayani demi kemajuan daerah Sidenreng Rappang, mencetak generasi dan umat yang dekat dengan Allah, sejalan dengan misi pemerintah daerah untuk menjadikan Sidenreng Rappang sebagai daerah yang religius,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidenreng Rappang, Hj. Haslinda Hasan, S.Pd., serta sejumlah camat, di antaranya Camat Maritengngae, Camat Baranti, Camat Panca Rijang, dan Camat Kulo.

Dalam sambutannya sekaligus saat membuka kegiatan, Ibu Hj. Haslinda Hasan, S.Pd menyampaikan apresiasinya terhadap program Dirosa yang dinilai memiliki peran penting dalam membina dan mendampingi para muslimah untuk belajar, membaca, memahami, serta mengamalkan Al-Qur’an.

“Saya sangat mengapresiasi program Dirosa dalam membina dan mendampingi para muslimah untuk belajar, membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Ini bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga merupakan gerakan pemberdayaan perempuan yang patut kita dukung di daerah kita,” ungkapnya.

Menurutnya, peran perempuan sangat strategis dalam membangun peradaban. Ia berharap Tasyakuran Dirosa menjadi momentum untuk terus meningkatkan semangat mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an.

“Tasyakuran Dirosa ini adalah momentum untuk bersyukur atas nikmat yang Allah berikan sekaligus menjadi pengingat agar kita terus istiqamah dalam mempelajari Al-Qur’an. Semoga ini bukan menjadi akhir, melainkan awal dari langkah-langkah besar menuju masyarakat Sidrap yang Qur’ani, berakhlak mulia, dan diberkahi Allah,” ujarnya.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat dalam mengikuti program Dirosa menjadi bukti nyata tingginya semangat masyarakat Sidrap untuk mempelajari Al-Qur’an.

Pada sesi pemaparan materi, Ustazah Maseati Sappa, S.Pd.I., seorang daiyah sekaligus trainer, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui proses belajar dan perjuangan.

“Setiap orang memiliki cerita dan pengalaman yang paling berkesan selama belajar Al-Qur’an. Setiap orang juga memiliki kisah perjuangannya masing-masing. Allah menghargai setiap langkah yang ditempuh menuju Al-Qur’an,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa mempelajari Al-Qur’an merupakan jalan untuk mengenal Allah, memperoleh petunjuk dalam kehidupan, mendapatkan ketenangan hati, menghadirkan keberkahan dalam keluarga, serta meraih keselamatan dunia dan akhirat.

“Bukti cinta kepada Al-Qur’an adalah dengan mempelajarinya, membacanya, mentadaburinya, dan mengamalkannya. Cinta kepada Al-Qur’an akan mendorong kita untuk senantiasa mendekat kepadanya. Namun, cinta tanpa perjuangan akan mudah pudar. Karena itu, teruslah berjuang dalam mempelajari Al-Qur’an,” tuturnya.

Menurutnya, perjuangan dan cinta merupakan dua hal yang saling menguatkan dalam proses belajar Al-Qur’an. “Perjuangan membuat kita mampu bertahan, sementara cinta kepada Allah membuat perjuangan dalam belajar Al-Qur’an menjadi lebih bermakna,” tambahnya.

Sebelum prosesi Tasyakuran Dirosa, panitia menyajikan pertunjukan _role play_ yang menggambarkan kehidupan sejumlah ibu rumah tangga dengan berbagai latar belakang profesi. Pertunjukan tersebut mengisahkan perjuangan para muslimah dalam menyempatkan diri dan memprioritaskan pembelajaran Al-Qur’an di tengah kesibukan dan berbagai aktivitas sehari-hari.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi inti, yakni Tasyakuran Dirosa bagi para peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran. Penyerahan plakat menjadi simbol penghargaan sekaligus bukti perjuangan para peserta dalam menempuh proses belajar Al-Qur’an.

Pada sesi akhir, panitia mengumumkan para pemenang lomba pra penyelenggaraan Tasyakuran Dirosa dalam berbagai kategori. Kegiatan juga diisi dengan sosialisasi pembentukan halaqah baru dan pembagian doorprize yang semakin menambah semarak suasana acara.

Salah seorang peserta, Halimah (33), dari Kecamatan Watang Pulu, menyampaikan kesan dan pengalamannya selama mengikuti pembelajaran Dirosa. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan senang bisa mengikuti Dirosa. Melalui program ini, saya bisa mengenal huruf demi huruf serta mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah,” ungkapnya.

Ia berharap program Dirosa dapat terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat Sidrap yang bersemangat mempelajari Al-Qur’an. “Semoga program ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat Sidrap, khususnya para muslimah, yang mau mempelajari Al-Qur’an melalui Dirosa seperti yang telah saya rasakan,” harapnya.

Kegiatan Tasyakuran Dirosa Muslimah Wahdah Islamiyah Sidrap diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan yang semakin kuat terhadap Al-Qur’an serta menguatkan semangat untuk terus belajar, mengamalkan, dan mengajarkannya kepada orang lain. Semoga setiap huruf yang dipelajari, setiap langkah yang ditempuh, dan setiap perjuangan dalam mendekat kepada Al-Qur’an menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

Semoga gerakan pembelajaran Al-Qur’an melalui Dirosa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak muslimah di Kabupaten Sidenreng Rappang. Dengan Al-Qur’an yang dipelajari, dicintai, dan diamalkan dalam kehidupan, semoga lahir keluarga-keluarga Qur’ani, masyarakat yang berakhlak mulia, serta generasi yang dekat dengan Allah dan menjadi cahaya bagi daerah dan umat.

(Humas Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Sidrap)

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan