Muslimahwahdah.or.id - GOWA, Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah Gowa menggelar kegiatan Tasyakuran Dirosa Angkatan XIX di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Samata, Ahad (28/06/2026). Mengangkat tema "Bersama Al-Qur’an dalam Harmoni Cinta dan Perjuangan", kegiatan ini menjadi momentum sakral pengukuhan sekitar 250 muslimah yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an program Dirosa.
Ketua Panitia Pelaksana, Ustazah Hardianti Malik, S.H., dalam sambutannya menekankan bahwa kesuksesan agenda besar ini lahir dari kolaborasi yang solid. "Keberhasilan kegiatan ini adalah buah dari kerja sama yang baik antara pembina, pengajar Dirosa, dan para Ketua Muslimah Wahdah Cabang (MWC). Kami juga menghaturkan terima kasih yang mendalam kepada Muslimah Wahdah Pusat atas arahan serta evaluasi rutin tiap pekan, sehingga acara ini dapat terlaksana secara maksimal," ujarnya.
Ustazah Hardianti memaparkan, prosesi tasyakuran tahun ini diikuti oleh 30 kelompok Dirosa dan didampingi oleh 27 pengajar yang tersebar di 9 kecamatan. Angka ini menjadi pijakan penting menuju target perluasan di 18 kecamatan pada tahun 2026.
"Hari ini bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal bagi kita semua. Sangat diharapkan kepada seluruh pengajar Dirosa untuk terus mengasah kemampuan agar tahun depan kita bisa menghadirkan pembelajar dari 9 kecamatan tersisa, dan menyebarkan pengajaran Al-Qur’an hingga ke pelosok 18 kecamatan," tambahnya memotivasi.
Sementara itu, Ketua Muslimah Wahdah Gowa, Ustadzah Hj. Syamsiah Nur, S.Pd., Gr., menginformasikan bahwa gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an ini telah menjadi masif di seluruh Indonesia di bawah naungan Muslimah Wahdah Islamiyah. Sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) resmi yang diakui pemerintah dan tersebar di seluruh provinsi, Wahdah Islamiyah Gowa sendiri telah berkiprah selama hampir 20 tahun di 18 kecamatan, dengan 15 Muslimah Wahdah Cabang yang telah berdiri kokoh.
"Di Kabupaten Gowa, saat ini kita hampir mencapai angka 10.000 muslimah pengajar Dirosa. Muslimah Wahdah Gowa menaungi 18 unit kerja, salah satunya adalah Unit P2QD yang secara khusus menangani pembelajaran Al-Qur'an. Namun, seluruh program strategis ini tentu tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya dukungan dari pemerintah dan masyarakat luas. Oleh karena itu, sinergi dan kerja sama yang baik sangat kita perlukan," jelasnya.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Muwahidah Idrus, S.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pandangan mendalam mengenai potret miris pendidikan agama saat ini. Menurutnya, sekolah formal hanya memberikan pelajaran agama beberapa jam saja dan terbatas pada silabus pengetahuan umum, bukan pada aspek Tahsin (perbaikan bacaan) Al-Qur'an.
"Banyak di antara kita saat ini merasa miris melihat kondisi zaman sekarang di mana anak-anak semakin jauh dari Al-Qur’an. Di sinilah peran ibu sebagai ujung tombak dalam keluarga dibutuhkan. Ibu harus menyambut dan menghidupkan tahsin yang meluas di rumahnya agar bisa mengajarkan anak-anak setelah kembali dari sekolah. Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan benar adalah modal utama kita sebagai orang tua kepada anak-anak," tegas Muwahidah.
Menutup sambutannya, perwakilan Kemenag Gowa ini menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pejuang pengajar Al-Qur’an. Beliau mengaku bersyukur berada di lingkungan yang berkomitmen mengembangkan kemampuan membaca serta memahami kitab suci Al-Qur’an.
"Semua perjuangan ini bukan hanya untuk kebaikan pribadi kita atau keluarga, melainkan juga untuk masyarakat pada umumnya. Sebagaimana dalam sebuah riwayat disebutkan, 'Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya'," pungkas Muwahidah Idrus.
0 Komentar
Belum ada pesan