Muslimahwahdah.or.id - Mamuju Tengah, Muslimah Wahdah Daerah Mamuju Tengah menggelar Daurah Ramadan dengan tema "Refleksi Akhlak Mulia di Bulan Berkah", dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Mamuju Tengah, Sabtu (15/2/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh 69 peserta dari berbagai kecamatan, yakni Topoyo, Babana, Tobadak, dan Pangale, serta menghadirkan pemateri Norma, S.Kep., Ns., seorang da’iyah dan trainer Wahdah Muslimah Sulawesi Barat.
Baca Juga:
Daurah ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah setempat.Hasbiani, S.Pd., Kepala Desa Topoyo. Kehadirannya menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan bagi kegiatan keislaman yang membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya kaum Muslimah.
"Saya sangat mengapresiasi Muslimah Wahdah Daerah Mamuju Tengah yang telah menyelenggarakan kegiatan bermanfaat ini. Daurah seperti ini sangat penting dalam membekali kaum Muslimah dengan ilmu dan pemahaman agama yang lebih baik menjelang Ramadan. Saya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak masyarakat di masa mendatang," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini perlu lebih banyak disosialisasikan agar masyarakat, khususnya kaum ibu, semakin sadar akan pentingnya ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari.
"Saya melihat banyak peserta yang hadir dengan semangat luar biasa, bahkan ada yang membawa anaknya. Ini menunjukkan bahwa Muslimah di Mamuju Tengah memiliki keinginan besar untuk belajar. Semoga ini menjadi awal dari perubahan yang lebih baik dalam kehidupan mereka, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi Ramadan," tambahnya.
Senada, harapan dari Ketua Muslimah Wahdah Daerah Mamuju Tengah, Ustadzah Yatni Syahril, S.Sos juga terlontar. Ia menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara ini.
"Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta. Kami berharap melalui Daurah Ramadan ini, kaum Muslimah semakin siap menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam membina umat, khususnya Muslimah, agar lebih memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik," ungkapnya.
Semangat Peserta dan Perjalanan Panjang
Meskipun jumlah peserta lebih terbatas dibandingkan tahun sebelumnya, antusiasme mereka tetap luar biasa. Salah satu kejadian unik dalam acara ini adalah kehadiran seorang peserta dari Desa Sartanamaju, Kecamatan Pangale, yang menempuh perjalanan sejauh 45 KM demi mengikuti daurah ini.
Perjuangan peserta ini menjadi inspirasi bagi yang lain tentang pentingnya menuntut ilmu, terutama dalam menyambut Ramadan dengan persiapan yang matang.
Selain itu, terdapat momen mengharukan ketika salah satu peserta datang dengan membawa bayinya yang masih berusia beberapa bulan. Meskipun harus mengasuh sang buah hati selama acara berlangsung, semangatnya untuk tetap hadir dan menuntut ilmu patut diapresiasi. Hal ini menjadi bukti bahwa tidak ada alasan untuk berhenti belajar, bahkan bagi seorang ibu yang memiliki tanggung jawab besar di rumah.
Dua Materi Berharga: Memaksimalkan Ramadan dengan Ilmu
Dalam daurah ini, Ustadzah Norma, S.Kep., Ns., menyampaikan dua materi utama yang sangat relevan dalam menyambut Ramadan. "Agar Puasa Menjadi Berkah" menjadi materi pertama. Materi ini membahas bagaimana menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan agar tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana peningkatan ketakwaan.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain: memurnikan niat sejak awal agar puasa dilakukan semata-mata karena Allah, menjaga lisan dan hati dari perkataan serta perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa, dan memaksimalkan amalan sunnah seperti sahur, berbuka dengan yang halal dan baik, serta memperbanyak doa di waktu mustajab.
Menghindari kesia-siaan, seperti terlalu banyak tidur atau terlalu sibuk dengan hal-hal duniawi yang mengurangi fokus ibadah.
Adapun materi kedua "Amaliah Ramadan", peserta diajak untuk lebih memahami berbagai amalan yang dianjurkan selama bulan Ramadan agar mendapatkan keberkahan yang maksimal. Diantaranya bagaimana meningkatkan kualitas salat wajib dan sunnah, terutama Salat Tarawih dan Qiyamul Lail.
Selain itu, bagaimana memperbanyak tilawah Al-Qur’an sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat sedekah dan kepedulian sosial, karena Ramadan adalah bulan berbagi, menjaga hubungan baik dengan sesama, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun lingkungan kerjA. Serta berusaha menjalankan I’tikaf, terutama di sepuluh malam terakhir untuk mencari Lailatul Qadar.
Daurah Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga momen mempererat ukhuwah Islamiyah di antara peserta. Dengan ilmu yang didapat, diharapkan mereka dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Ramadan tahun ini menjadi lebih bermakna dan penuh keberkahan.
0 Komentar
Belum ada pesan