Muslimahwahdah.or.id - MAKASSAR, Muslimah Wahdah Daerah Banda Aceh menyalurkan 100 paket ifthar (makanan berbuka puasa), 50 mushaf Al-Qur’an, dan 50 mukena kepada mahasiswi, khususnya yang berasal dari daerah terdampak banjir di Aceh dan saat ini sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh, pada Jumat (27/02/2026).
Sebanyak 57 mahasiswi dari berbagai universitas di Banda Aceh hadir dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 39 di antaranya merupakan mahasiswi yang berasal dari kabupaten terdampak banjir paling parah.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Tahfidz 02 Gampong Pineung, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, ini turut dirangkai dengan tausiyah singkat yang disampaikan Ketua Muslimah Wahdah Daerah Banda Aceh, Ustadzah Fitri Nazariah, S.Ked.
Dalam tausiyahnya, Ustadzah Fitri menegaskan bahwa mahasiswi yang berasal dari daerah bencana menghadapi tantangan ganda, yakni menjaga fokus akademik sekaligus memikirkan kondisi keluarga di kampung halaman yang masih terdampak banjir.
"Karena itu, dukungan moral, spiritual, dan kebersamaan seperti ini sangat penting agar adik-adik mahasiswi tetap kuat dan tidak kehilangan semangat dalam menuntut ilmu," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswi sebagai generasi penentu masa depan. "Mahasiswi adalah salah satu pilar penentu masa depan, karena suatu saat akan menjadi ibu. Dari tangan seorang ibu akan lahir generasi yang menentukan arah peradaban," tambahnya.
Salah seorang penerima bantuan, Bahiratu Aufal Jannah, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry yang berasal dari Aceh Utara, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Muslimah Wahdah Banda Aceh.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Muslimah Wahdah atas bantuan yang diberikan kepada mahasiswi yang berasal dari daerah terdampak banjir. Bantuan ini sangat berarti bagi kami," tuturnya.
Selain para mahasiswi penerima bantuan, kegiatan ini turut dihadiri kader dan simpatisan.
Melalui program ini, Muslimah Wahdah Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir dalam respons kebencanaan, tetapi juga memastikan keberlanjutan dukungan bagi generasi muda terdampak, khususnya mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan di ibu kota provinsi.
0 Komentar
Belum ada pesan