Muslimahwahdah.or.id - MAKASSAR, Muktamar V Wahdah Islamiyah semakin di depan mata, ribuan peserta dari Sulawesi Selatan mulai bertolak menuju Jakarta untuk mengikuti Muktamar V Wahdah Islamiyah. Keberangkatan peserta dilakukan dalam dua gelombang menggunakan kapal Pelni dari Pelabuhan Makassar.
Dimulai dari Gelombang pertama menggunakan KM Dobonsolo yang berangkat pada Ahad (16/8/2026) kemarin pukul 17.00 WITA dengan membawa 143 peserta. Sementara gelombang kedua menggunakan KM Dorolonda yang berangkat pada Senin (17/8/2026) pukul 08.00 WITA dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1.100 orang.
Perjalanan laut menuju Jakarta ditempuh bersama dalam rombongan besar. Berbagai aktivitas dilakukan peserta selama perjalanan, mulai dari beristirahat, berbagi bekal, hingga mengikuti kegiatan pembinaan.
Sejumlah peserta mengisi perjalanan dengan hafalan surah dan tahsin Al-Qur’an, sementara anak-anak turut mendapatkan kegiatan berupa permainan dan cerdas cermat.
Ustadzah Rosmaladina, S.IP. mengatakan perjalanan di atas kapal menghadirkan suasana kebersamaan tersendiri. Peserta saling memperhatikan dan membantu satu sama lain selama perjalanan.
“Ukhuwah itu baru sangat terasa, ya, ketika kita berada di perjalanan. Itu masya Allah, saling memperhatikan satu dengan yang lainnya, baik itu dari sisi keamanan," ujarnya Koordinator Divisi Keamanan Muktamar V ini.
Bekal yang dibawa dari daerah masing-masing juga menjadi bagian dari kebersamaan peserta. Beragam makanan khas seperti burasa, palekko, nasu likku hingga daging sapi kurban dibagikan dan disantap bersama.
Sementara itu, Ustadzah Seniwati Muin menilai perjalanan kali ini berbeda karena dilakukan dalam rombongan besar dengan tujuan yang sama.
“Yang membuat berbeda adalah kebersamaannya. Biasanya perjalanan dengan kapal hanya sekadar perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Tetapi kali ini, setiap orang yang ada di kapal seperti membawa satu tujuan dan satu cita-cita," ujarnya Ketua Departemen Pengembangan Usaha Muslimah Wahdah Pusat ini.
Menurutnya, keterbatasan fasilitas selama perjalanan justru menjadi kesempatan untuk saling membantu dan menguatkan.
Bagi peserta lainnya, Ustadzah Sri Rahmadana perjalanan menuju Muktamar V juga memiliki makna historis tersendiri. Ia menyebut kehadiran secara langsung menjadi bagian dari perjalanan dakwah Wahdah Islamiyah, terlebih Muktamar V kembali dilaksanakan di ibu kota setelah Muktamar III pada 2016.
“Perjalanan Muktamar Wahdah Islamiyah ini memiliki sebuah nilai histori tentang bagaimana perjuangan dakwah, terutama di seluruh Indonesia untuk kemudian bagaimana dakwah Wahdah bisa memberikan arti untuk perkembangan dakwah," ujar pengurus Wilayah Muslimah Wahdah Sulsel ini.
Ia juga menilai Muktamar V menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi organisasi dalam perjalanan menuju visi Eksis Wahdah Islamiyah 2030.
“Ini adalah muktamar terakhir sebelum pencapaian visi Eksis Wahdah Islamiyah di tahun 2030. Dan tentu akan menjadi bagaimana refleksi kita untuk kemudian menuju pada makna Eksis Wahdah 2030," tegasnya.
Para peserta dari Sulawesi Selatan selanjutnya akan bergabung dengan kader dan peserta dari berbagai wilayah Nusantara di Jakarta. Muktamar V Wahdah Islamiyah akan menghadirkan puluhan ribu kader dari seluruh wilayah Nusantara yang mulai berkumpul di Jakarta pada 20 Agustus 2026.
0 Komentar
Belum ada pesan