Muslimahwahdah.or.id - Yogyakarta, Muslimah Wahdah Daerah Istimewa Yogyakarta turut menghadiri Dialog Kebangsaan bertajuk "Salam Sehat Indonesia: Jalan Kebangkitan Umat dan Penguatan Ketahanan Bangsa" yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (1/8/2026) di Ballroom Hotel Grand Serela Yogyakarta.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah ini menghadirkan berbagai tokoh dari unsur pemerintah, ulama, dan akademisi. Dialog tersebut menjadi ruang bertemunya gagasan untuk membahas kontribusi umat dalam membangun bangsa melalui penguatan karakter, kesehatan, dan peradaban.
Dialog Kebangsaan ini menghadirkan lima pembicara, yaitu Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah Dr. K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., Ketua Umum MUI Provinsi DIY Prof. Dr. K.H. Machasin, M.A., Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Dr. Muhammad Chirzin, M.Ag., Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Prof. Dr. phil. Ridho Al-Hamdi, M.A., serta Wali Kota Yogyakarta Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K).
Dr. K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah, menjelaskan bahwa tema Salam Sehat Indonesia merupakan ajakan untuk menghadirkan semangat perbaikan bagi bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
"Salam Sehat Indonesia diharapkan menjadi semangat untuk turut mengambil bagian dalam perbaikan Indonesia dengan segala dinamikanya," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kebangkitan sebuah bangsa tidak cukup hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari kualitas manusianya. Karena itu, terdapat tiga pilar utama yang menjadi modal lahirnya peradaban yang baik. "Sehat hati, sehat jasmani, dan sehat ekonomi adalah tiga modal peradaban yang baik," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPW Wahdah Islamiyah DIY, Ustadz Abu Ayyub, menekankan bahwa membangun peradaban memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan tidak dapat bertumpu pada satu sektor saja. "Peradaban tidak bisa dibangun hanya dari pondok saja, dari ekonomi saja tapi dari seluruh aspek kehidupan", terangnya.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tamu undangan dari berbagai organisasi dan lembaga, di antaranya perwakilan PW Muslimah Hidayatullah, PW Wanita Islam, serta Ketua Rumah Tadabbur Qur'an. Dalam kesempatan tersebut, para tamu undangan turut menyampaikan doa dan harapan agar Muktamar V Wahdah Islamiyah berjalan lancar, sukses, serta membawa manfaat bagi umat dan bangsa.
Bagi Muslimah Wahdah DIY, kehadiran dalam forum ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat komitmen dalam mengambil peran di tengah masyarakat. Semangat membangun peradaban dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar melalui pembinaan iman, ilmu, dan amal.
Rakhma Kusuma Wardani, salah seorang peserta dialog menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. "Saya sangat tertarik sekali dengan kegiatan ini, ternyata banyak sekali masalah umat yang harus kita bicarakan bersama dan dalam dialog kebangsaan ini Wahdah cukup concern dengan berbagai isu yang ada di dalam umat. Saya berharap dengan adanya kegiatan ini dan adanya muktamar, Wahdah tidak hanya membicarakan masalah saja, tapi semoga dengan adanya muktamar kita bisa fokus terhadap solusi apa yang bisa kita tawarkan agar umat lebih maju, lebih bangkit, lebih bisa mendukung kesejahteraan Indonesia," paparnya.
Kegiatan ini menjadi penguat komitmen Muslimah Wahdah DIY untuk terus berperan aktif dalam membangun peradaban bangsa. Semangat Salam Sehat Indonesia diharapkan dapat diwujudkan melalui pembinaan diri, penguatan keluarga, serta kontribusi nyata di tengah masyarakat, sehingga lahir generasi yang berakhlak mulia dan mampu memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.
Koresponden Muslimah Wahdah Wilayah DIY
0 Komentar
Belum ada pesan