MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

Tasyakuran Dirosa 2026, Bersama Al Quran dalam Harmoni Cinta dan Perjuangan

Muslimahwahdah.or.id - KOTA PAREPARE, Kegiatan Tasyakuran pagi ini dihadiri secara antusias oleh perwakilan dari unsur pemerintahan Dinas Pendidikan, Rumah Sakit, Sekolah, BKD, Satpol PP, dan sejumlah instansi lainnya.

Setelah melalui rangkaian pembelajaran dirosa dan munaqasyah yang penuh tantangan bagi seluruh peserta, maka tiba waktunya untuk momen apresiasi yang mengaharukan.

Tasyakuran Dirosa Angkatan VIII mengusung tema “Bersama Al Quran dalam Harmoni Cinta dan Perjuangan” sekitar 478 orang dan peserta umum sekitar 20 orang memadati Gedung Islamic Centre, Ahad (19/7/2026). 

Tasyakuran kali ini pesertanya meningkat dari tahun sebelumnya banyak dari anggota instansi terkait, seperti dari Dinas Pendidikan, Rumah Sakit, Sekolah, BKD, Satpol PP, dan sejumlah instansi lainnya. Tingginya animo masyarakat untuk belajar mengaji tidak lepas dengan program pemerintah agar seluruh pegawai bisa membaca alquran dengan baik dan benar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Dharmawanita Kota Parepare, Ananda Febriani G Usbal, S.sos sekaligus membuka kegiatan ini secara resmi, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Mallusetasi, Naam Chaliq. Ustadzah Asmayani Askar, CT. BNSP, sebagai pemateri dan Ustadzah Hasrianty Rizal, S.Pd, selaku moderator.

Ananda Febriani G Usbal, S.sos, selaku Ketua Dharmawanita Kota Parepare, menyampaikan dalam sambutannya kepada seluruh peserta tasyakuran. “Semoga ilmu yang diperoleh menjadi amal jariyah yang bernilai di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat dan juga kota tercinta kita Kota Parepare," ujarnya. 

Ustadzah Asmayani Askar, CT.BNSP, menyampaikan bahwa al quran sebagai pedoman hidup, sumber kekuatan, dan cahaya yang menerangi keluarga, masyarakat, serta perjalanan kita menuju ridha Allah. Kedua sekaitan dengan tema adalah cinta al quraan, dikatakan cinta jika dibuktikan dengan dengan kedekatan dengannya, yang ketiga adalah perjuangan yang diiringi dengan usaha dalam memperbaiki bacaan sesuai tajwid, menghafal, mengamalkan, semua itu butuh kesabaran dan keistiqamahan.

Diantara kita mungkin memulai dirosa ini dari nol, mengenal huruf hijaiyah dengan penuh perjuangan, bahkan melawan malu dan keterbatasan usia. Namun, hari ini kita menjadi saksi atas perjuangan itu,tidak ada kata terlambat untuk belajar al quran. Mari terus bersama Al Quran menjaga harmoni, cinta kepadanya dan istiqamah dalam perjuangan mengamalkannya.

Salah satu peserta umum, Haederiyah yang hadir atas ajakan temannya. Ia mengatakan “Maasya Allah, kegiatan tasyakuran ternyata kegiatan besar dan banyak sekali pesertanya. Berharap semoga saya bisa ikut juga belajar dan merasakan namanya Tasyakuran tahun depan," ujarnya. 

Kasmawati, seorang anak yang menemani ibunya sebagai peserta Tasyakuran, “saya merasa kagum dengan kegiatan seperti ini, bisa jadi motivasi karena Dirosa membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar Al Qur'an. Melihat banyak peserta yang sudah Senior/Sepuh  menjadi penyemangat juga untuk yang muda untuk terus belajar,” ujarnya.

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan