MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

Muslimah Wahdah Dorong Penguatan Literasi Digital Penggerak Dakwah melalui Digi Talent

Muslimahwahdah.or.id - Jakarta, Akses terhadap media digital saat ini sangat tinggi, kondisi ini menuntut masyarakat agar melek dengan literasi digital. Muslimah Wahdah sendiri sebagai penggerak dakwah tentunya dituntut agar memiliki kecakapan digital untuk mendukung aktivitas dakwah.

Muslimah Wahdah Islamiyah memandang kecakapan digital menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas dakwah di tengah derasnya arus informasi di ruang digital. Inilah yang melatarbelakangi Muslimah Wahdah melalui Departemen Media, Informasi dan Komunikasi menggelar Mini Workshop Digi Talent.  Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas literasi digital SDM Media Muslimah Dakwah agar mampu berdakwah di tengah menggeliatnya dunia digital saat ini, Selasa (18/8/2026).

Bertempat di Jakarta Library kegiatan ini menghadirkan 46 orang tim SDM Media Muslimah seluruh Indonesia. Salah satu materi menghadirkan Nurlia Hikmah, S.Kom., MBA., perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, dengan tema Literasi Digital sebagai Fondasi Ekosistem Digital Bangsa.

Ketua Tim Konten Pusat Pengembangan Literasi Digital, Badan Pengembangan SDM Komdigi ini mengawali materi dengan penggambaran konektivitas digital Indonesia saat ini. Pasalnya 81,72 persen penduduk Indonesia telah terkoneksi dengan internet. "Dengan adanya perkembangan internet, muncul peluang juga tantangan di masyarakat," jelasnya.

Peluang dengan tingginya angka ini muncul ruang-ruang kreativitas dan pertumbuhan ekonomi digital. Selain menjadi peluang, tentu ada juga tantangan yang cukup menjadi bahan pertimbangan agar lebih paham terkait literasi digital.

Diantaranya kesenjangan akses, ancaman keamanan siber dan privasi data, hingga kecepatan peningkatan literasi digital yang belum sebanding dengan derasnya arus informasi.

Lebih lanjut, Nurlia juga menyoroti  perkembangan teknologi melahirkan sejumlah tren baru dalam ekosistem media, seperti pemanfaatan generative AI dan semakin populernya video pendek di laman media.  Akibatnya masyarakat semakin berhadapan dengan risiko mis informasi, disinformasi, serta kompleksitas ruang siber.

“Perbedaan antara mis informasi dan disinformasi terletak pada niat: mis informasi disebarkan tanpa kesengajaan untuk menyesatkan, sedangkan disinformasi dibuat dan disebarkan dengan sengaja," jelas alumni Universitas Bina Nusantara ini.

Nurlia menjelaskan ke peserta agar dapat memanfaatkan media digital ini tidak hanya sebagai penyaluran informasi, tetapi juga sarana berdakwah dan edukasi.

Peserta dibekali dengan empat pilar literasi digital dengan akronim CABE yaitu Cakap Digital, Aman Digital, Budaya Digital, dan Etika Digital. Keempat pilar inilah yang menjadi acuan bagaimana memanfaatkan ruang digital.

Ketua Departemen Media, Informasi dan Komunikasi, Ustadzah Faathiyah Harun, S.P., M.I.Kom berharap melalui Digi Talent dapat menjadi fondasi bagi tim SDM Media Muslimah Wahdah dalam mengembangkan dakwah di ruang digital.

"Setelah Digi Talent, tim media SDM mampu menghadirkan konten-konten dakwah dengan membungkus empat pilar tadi di wilayah masing-masing," ujarnya.

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan