MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

Menyalakan Lentera, Memberantas Buta Aksara Al Qur'an

Muslimahwahdah.or.id - Majene, Negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia ialah Indonesia. Dilansir dari World Population Review,  ada 231 juta penduduk Indonesia yang memeluk Islam. Mencapai 86,7% dari populasi.

Namun fakta tersebut tidak menjadikan kita lantas berbahagia, karena fakta lain berhasil menyusupkan kesedihan yang mendalam. Sebuah riset dari Perguruan Tinggi Ilmu Qur'an (PTIQ) menunjukkan bahwa 65% dari muslim Indonesia mengalami buta aksara al Qur'an. Sedangkan al Qur'an merupakan pedoman dalam mengarungi kehidupan dunia agar selamat di kehidupan akhirat.

Hal serupa terjadi di Kabupaten Majene yang turut menghadirkan kegusaran akan kondisi generasi mendatang. Sehingga Muslimah Wahdah Daerah Majene mengusung sebuah program kerja guna memberantas buta huruf al Qur'an. 

Kegiatan  dengan tema "Bersama Al Qur'an Membangun Kota Majene yang Religius" dan dirangkaikan dengan Tasyakuran Dirosa Angkatan ke - II di Gedung Boyang Assamalewuang,  Ahad (10/09/2023). 

Hj. Najibah B. Fattah, S.Ag., M.Pd. I. selaku ketua BKMT Kab. Majene membuka kegiatan secara resmi dan memberi sambutan bermakna. 

"Kami sangat mengapresiasi Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah Majene yang terus bergerak maju untuk bersama-sama membangun Kabupaten Majene melalui gerakan membumikan Al-Qur'an, mendukung program pemerintah, mendukung visi dan misi bapak Bupati beserta bapak Wakil Bupati dalam mewujudkan 'Majene Unggul, Majene Mandiri dan Majene Religius'.#." ujarnya.

"Kami sebagai kontak BKMT Kab. Majene merasa sangat bahagia. Walaupun hanya melalui virtual , tetap berusaha memberikan yang terbaik. Qadarullah karena tugas di luar daerah sehingga tidak bisa membersamai para muslimah di sana. Dan kegiatan seperti ini akan terus kita galakkan bersama Muslimah Wahdah dan organisasi wanita lainnya demi melahirkan muslimah hebat dan sholehah in syaa Allaah." lanjutnya. 

Turut hadir pula utusan dari berbagai kalangan. Ada Supiati Sukyanto,  Fitriani  dan Hj. Cici Hardiyanti yang merupakan perwakilan dari Bhayangkari. Turut hadir pula  Rosdiana dan Sry Haryani utusan dari PERSIT.  St. Halimah dan  Kartini Sakkal utusan dari (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA).  Hj. Hadriah dan  Zahrawani utusan dari Ikatan Adhiyaksan Dharma Karini. Hj. Jumianti Darmawan, Noorfajriah Arief, Hasmiah Nasaruddin dan  Hj. Ilang Sukriah utusan dari Kemenag Majene.

Ketua Muslimah Wahdah Daerah Majene, Ustadzah Nasriah, S.Pd. mengatakan kegiatan yang dirancang selama beberapa bulan ini menghadirkan para muslimah pejuang al Qur'an.  

Jika dilihat secara hitungan usia tidak lagi muda dan satu  hal yang membuat mereka bertahan hingga akhir yaitu  semangat menununtut ilmu Al-Qur'an luar biasa. 

"Barakallaahu fiikunna jami'an kepada ibu-ibu yang telah bersabar menyelesaikan program belajar DIROSA (Pembelajaran Orang Dewasa) yang kalau kita bawa ke pembelajaran anak-anak seperti Iqro' tapi ini Iqro'nya orang dewasa. Mereka telah menyelesaikan maka mudah-mudahan ini berkah untuk kita semua, khususnya untuk keluarga kita insya Allah," ujar Ketua Muslimah Wahdah Daerah Majene ini. 

Lebih lanjut, kegiatan ini bukan hanya sekedar pergelaran kegiatan besar, akan tetapi untuk menumbuhkan bibit kecintaan akan al Qur'an di hati para ibu-ibu hebat kaum muslimah secara umum di daerah Majene. agar kita tidak meninggalkan Al-Qur'an dan senantiasa menjadikannya sebagai teman hidup demi mewujudkan tema kegiatan kita hari ini 'Bersama Al-Qur'an Membangun Kota Majene yang Religius. 

Ustadzah Husniar, S.H. menyampaikan dalam materinya bahwa turunnya Al-Quran karena sebab sebagai pedoman hidup manusia. Khususnya kepada kaum muslimin agar selamat dunia dan akhirat. Fenomena sekarang dimana umat Islam meninggalkan Al-Qur'an, akan berdampak buruk pada keimanan dan hubungannya dengan Rabbnya. 

"Maka mari raih hidayah Qur'an itu dengan belajar sungguh sungguh, umur dan kesibukan bukan menjadi penghalang, tapi ketika kita bertekad kuat, ikhlas Karena Allah, maka Allah akan memberikan kemudahan untuk kita," tambahnya.

Mari lakukan perubahan yang dimulai dari diri kita, keluarga kita, masyarakat kita, insyaa Allah dengan Alquran kita membangun kota Majene yang religius.

Di sudut Aula seorang panitia berharap, semoga berakhirnya kegiatan ini tidak menjadikan semangat belajar itu padam. Justru semakin membara di hati para muslimah.

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan