Muslimahwahdah.or.id - MAKASSAR, Banyak orang memahami puasa Ramadhan sebatas menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Padahal, puasa memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar menahan diri secara fisik. Puasa adalah ibadah yang bertujuan membentuk ketakwaan, mendidik jiwa, serta memperbaiki akhlak dan hubungan seorang hamba dengan Allah Subhanahu wa ta'ala dan sesama manusia.
Kesadaran inilah yang ditekankan dalam Daurah Ramadhan Muslimah di Kabupaten Soppeng. Melalui kegiatan ini, kaum muslimah diajak memahami bahwa puasa membutuhkan ilmu dan kesungguhan amal agar tidak berhenti sebagai rutinitas tahunan tanpa makna. Dengan bekal pemahaman yang benar, puasa diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata dalam sikap, ibadah, dan kehidupan sehari-hari, sebagaimana tujuan utama Ramadhan sebagai jalan menuju derajat takwa.
Kegiatan Daurah Ramadhan Muslimah tersebut digelar pada Ahad (08/02/2026) di Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Soppeng bekerja sama dengan lima Muslimah Wahdah cabang, yaitu Cabang Lalabata, Marioriwawo, Marioriawa, Liliriaja, dan Lilirilau. Daurah ini dilaksanakan secara serentak di lima titik kecamatan sebagai bentuk sinergi dakwah dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Daurah Ramadhan Muslimah diikuti oleh para muslimah dari berbagai wilayah di Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan kaum muslimah agar menyambut Ramadhan dengan kesiapan ilmu dan amal, sehingga ibadah yang dijalani tidak hanya sah secara fiqh, tetapi juga menghadirkan nilai ketakwaan dan perubahan akhlak.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan dua materi utama, yaitu “Amaliah Ramadhan: Jalan Harmoni Meraih Derajat Takwa” dan “Mewujudkan Harmoni Ibadah di Bulan Ramadhan (Memahami Fiqh Puasa)”. Kedua materi tersebut disampaikan secara terpadu sebagai bekal ruhiyah dan keilmuan dalam menjalani ibadah Ramadhan.
Materi Amaliah Ramadhan menekankan bahwa Ramadhan merupakan momentum besar untuk membangun harmoni ibadah dan kehidupan. Puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga sebagai sarana pendidikan jiwa, di antaranya dengan menghidupkan interaksi bersama Al-Qur’an, menjaga shalat wajib dan memperbanyak shalat sunnah seperti tarawih dan qiyamul lail, menghidupkan malam Lailatul Qadar, memperbanyak doa, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah.
Sementara itu, materi Mewujudkan Harmoni Ibadah di Bulan Ramadhan membekali peserta dengan pemahaman fiqh puasa secara menyeluruh. Materi ini membahas hakikat ibadah, syarat diterimanya amal berupa keikhlasan dan kesesuaian dengan tuntunan Rasulullah ﷺ, serta penjelasan seputar puasa Ramadhan, mulai dari definisi, niat, syarat sah, rukun, hal-hal yang membatalkan puasa, hingga keringanan (rukhsah) bagi mereka yang memiliki uzur syar’i, seperti orang sakit, musafir, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Melalui kegiatan ini, Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Soppeng bersama Muslimah Wahdah cabang berharap para muslimah dapat memahami bahwa ibadah Ramadhan membutuhkan ilmu agar tidak terjebak pada rutinitas tanpa makna. Puasa yang dijalani dengan pemahaman yang benar diharapkan mampu melahirkan ketakwaan, memperbaiki akhlak, serta menghadirkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah Subhanahu wa ta'ala dan kepedulian terhadap sesama.
Daurah Ramadhan Muslimah ini menjadi langkah awal dalam menyambut Ramadhan di Kabupaten Soppeng agar bulan suci tersebut benar-benar dimaknai sebagai momentum perubahan dan jalan harmonis menuju pribadi muslimah yang bertakwa
0 Komentar
Belum ada pesan