Muslimahwahdah.or.id - Muna, Muslimah Wahdah Muna menyalurkan 1.470 paket buka puasa (ifthar) secara serentak di lima kecamatan di Kabupaten Muna pada Jumat (27/02/2026). Penyaluran ini merupakan bagian dari program nasional "Tebar Ifthar Akbar Nusantara” yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Bidang Sosial Muslimah Wahdah Muna, Ustadzah Gr. Sri Satriana, S.E., menjelaskan bahwa jumlah tersebut merupakan realisasi tahap pertama dari total target 3.082 paket ifthar yang diamanahkan untuk wilayah Muna pada Ramadhan 1447 H.
"Alhamdulillah, pada tahap I ini kami berhasil menyalurkan 1.470 paket dari total target 3.082 paket ifthar untuk wilayah Muna. Insyaallah penyaluran akan kembali dilanjutkan pada tahap berikutnya," ungkapnya.
Distribusi paket buka puasa menjangkau berbagai lapisan masyarakat di lima kecamatan. Di Kecamatan Katobu, pembagian dipusatkan di Kompleks Yayasan Ibnu Abbas Muna bagi santri putri dan warga sekitar, serta di Mushola STAIS untuk peserta kajian Remaja Muslimah. Di Kecamatan Batalaiworu, paket disalurkan kepada warga kawasan Kontu, Kelurahan Laiworu.
Sementara itu, di Kecamatan Duruka, bantuan menyasar ibu-ibu Majelis Taklim Desa Lagasa dan warga sekitar Mushola Uswatu Bahari. Di Kecamatan Watopute, relawan menyalurkan bantuan di tujuh titik desa dan kelurahan, termasuk Wakadia, Lakapodo, dan Matarawa. Adapun di Kecamatan Tongkuno, paket dibagikan di Desa Tongkuno Lama, Danagoa, serta kompleks Yayasan Ibnu Abbas II di Lamorende.
Ketua Muslimah Wahdah Muna, Ustadzah Wa Ode Atmanegara, S.Gz., menyampaikan bahwa program Tebar Ifthar merupakan bagian dari rangkaian Amaliyah Ramadhan yang lebih luas. Sebelumnya, pihaknya telah melaksanakan Daurah Ramadhan, penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina, serta donasi kebencanaan untuk Aceh dan Sumatera.
"Insyaallah, pembagian paket ifthar tahap selanjutnya akan dilanjutkan pada dua Jumat mendatang. Selain itu, kami juga tengah menyiapkan program Tebar Al-Qur'an, Tebar Mukena, Kado Lebaran Yatim Dhuafa, dan Kado Guru Ngaji," jelasnya.
Penyelenggara turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader, donatur, dan muhsinin yang telah berpartisipasi. "Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda (Jazaakumullahu khairan)," tuturnya.
Di balik proses distribusi, terselip kisah yang menguatkan kebersamaan panitia. Usai mengantarkan paket terakhir di Desa Matarawa, Kecamatan Watopute, mobil pikap operasional yang digunakan relawan mendadak mogok di tengah perjalanan.
Alih-alih mengeluh, para panitia justru menjadikan momen tersebut sebagai kebersamaan yang berkesan. "Sambil menunggu montir datang, kami akhirnya berbuka puasa di bak belakang mobil pick up seadanya. Hanya beralaskan kantong plastik, kami menyantap hidangan buka puasa bersama-sama,"* kenang Ketua Panitia Amaliyah Ramadhan Cabang Watopute.
Kendala tersebut tidak menyurutkan semangat para relawan. Justru, pengalaman itu semakin mempererat solidaritas dan komitmen mereka untuk terus menebar manfaat bagi masyarakat Muna selama bulan suci Ramadhan.
0 Komentar
Belum ada pesan