MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

Membumikan Semangat Menghafal Al-Qur’an di Bulan Ramadan Melalui Program DMHQ Muslimah Wahdah

Muslimahwahdah.or.id - MAKASSAR, Setiap tahunnya, Muslimah Wahdah telah menyiapkan program amaliyah Ramadhan, diantaranya Daurah Mukatstsafah fii Hifzhil Qur'an (DMHQ) 1447 H. Program ini terintegrasi di seluruh Muslimah Wahdah seluruh Indonesia. 

DMHQ ini terprogram dengan sebuah tujuan yakni meneladani semangat Rasulullah terhadap Al Qur'an di bulan Ramadhan. Ustadzah Harisa Tipa Abidin, Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah mengungkapkan Program ini dibuat dengan sengaja untuk membuat kita memforsir waktu pikiran dan perhatian kita.

"Bagaimana untuk berinteraksi bersama dengan Alquran Kami yakin ilmu tentang keutamaan berada di program ini ilmu tentang keutamaan menjadi bagian orang-orang yang sibuk bersama dengan Alquran di tengah-tengah kesibukan kita berpuasa ilmu yang telah sampai kepada kita tentu dengan ilmu lah inilah kita terdorong kita termotivasi untuk menjadi bagian dari program ini," ujar Ustadzah Harisa Tipa Abidin selalu Ketua Muslimah Wahdah Pusat ketika membuka kegiatan ini, Ahad (15/2/2026) melalui virtual Zoom. 

Dengan tema membumikan semangat menghafal Alquran di bulan penuh berkah, program ini menghadirkan Ustadz H. Bahrunnida Amin, LC sebagai narasumber dalam program ini. Anggota Dewan Syariah Wahdah Islamiyah menyampaikan beberapa hal penting, diantaranya:

Al-Qur'an dan Kemuliaannya

Al-Qur'an adalah Kalamullah dan apa saja yang berkaitan dengannya juga menjadi mulia. Diantaranya bulan Ramadhan menjadi mulia karena di dalamnya diturunkan Al-Qur'an. Tak hanya itu, Malaikat Jibril juga menjadi terkenal karena menjadi perantara turunnya Al Qur'an serta Mekkah dan Madinah menjadi tempat kuliah karena Al Qur'an hanya diturun di dua waktu ini. 

Semangat Rasulullah terhadap Al Qur'an di Bulan Ramadhan 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika memasuki bulan Ramadan bertambah amal salehnya dibanding bulan lainnya.

"Jibril alaihissalam dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saling menyetor hafalan saat beliau berdua saling menyatakan hafalan saat itu belum ada mushaf secara fisik ini menunjukkan semangat menghafal," ujar Ustadz Bahrunnida yang juga dosen IAI Stiba Makassar ini. 

Kitab Terdahulu Juga Turun di Bulan Ramadhan 

Setiap ayat yang turun dari kitab-kitab terdahulu juga ayatnya selalu diturunkan di bulan Ramadan. Seperti suhuf Ibrahim itu diturunkan di awal-awal bulan Ramadhan, Kitab Taurat juga diturunkan di hari ke-18 bulan Ramadan, Kitab Injil diturunkan di hari ke-13 bulan Ramadan dan Alquran diturunkan di hari atau malam ke-24 Ramadan.

Semangat Tabi'in terhadap Al Qur'an ketika Ramadhan

Anggota Dewan Syuro DPP wahdah Islamiyah juga menjelaskan semangat para Tabiin terhadap Al Qur'an di bulan Ramadhan. Mereka ketika Ramadhan menjadikannya sebagai bulan khatam. 

Ia memberikan contoh seperti Imam An-Nakha’i yang khatam setiap hari di 10 hari terakhir Ramadan, Imam Qatadah ketika hari biasa mengkhatamkan Al-Quran setiap tujuh hari khatam, lalu bertambah lagi semangatnya kalau di bulan Ramadhan itu tiap tiga hari, bahkan ketika 10 hari terakhir tiap hari, ia khatam Al Qur'an. 

Contoh lainnya Imam Malik Azzurri yang fokus pada Al-Qur’an dan memberikan sedekah ketika Ramadhan. Serta  Imam Syafi’i:l bahkan mengkhatamkan Al-Qur’an dua kali tiap hari di bulan Ramadan, total 60 kali khatam. 

"Itu bisa dicapai jika ada azzam dan niat  yang bersih," ucap Ustadz Bahrunnida di akhir materinya.***

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan