Muslimahwahdah.or.id - Mamuju Tengah, Ramadan, bulan penuh berkah, kembali menjadi momen istimewa untuk berbagi. Muslimah Wahdah Mamuju Tengah, melalui Unit Sosial Muslimah Wahdah Mateng, sukses menggelar program Tebar Ifthar Akbar dengan menyalurkan 510 paket ifthar kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah.
Pembagian ifthar dilakukan di tiga kecamatan, meliputi Kecamatan Topoyo dengan 150 paket, Kecamatan Karossa dengan 60 paket, Kecamatan Kabubu dan Salulekbo masing-masing dengan 50 paket, serta Tobadak yang menjadi titik utama dengan 100 paket. Selain itu, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju Tengah, sebanyak 100 paket disalurkan langsung kepada keluarga pasien yang menemani orang-orang terkasih mereka menjalani perawatan medis.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu mereka yang berpuasa mendapatkan makanan berbuka, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi mereka yang tengah menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Reaksi Penerima: Antara Ragu, Haru, dan Kejutan
Setiap momen dalam pembagian ifthar ini memiliki cerita tersendiri. Di salah satu bangsal rumah sakit, seorang pria sempat ragu dan berkata, "Jangan dulu dibagi, saya lihat dulu isinya, layak kah untuk dikonsumsi?" Setelah memeriksa isi paket, ia hanya mengangguk dan berkata, "Oh iya," seolah memastikan makanan tersebut benar-benar layak dikonsumsi. Meskipun sempat membuat panitia terheran, mereka tetap melanjutkan pembagian dengan penuh keikhlasan.
Di sisi lain, seorang ibu yang menerima paket ifthar tidak bisa menahan haru. Dengan mata berkaca-kaca, ia terus mengucapkan, "Alhamdulillah, terima kasih, terima kasih banyak." Bahkan setelah panitia keluar, ia menyusul mereka hanya untuk mengulang ucapan terima kasihnya.
Kejadian unik lainnya terjadi ketika sebuah keluarga pasien menolak menerima ifthar. Namun, setelah melihat keluarga lain mendapatkan makanan berbuka tanpa syarat, mereka berubah pikiran dan berkata, "Masya Allah, gratis pale," sebelum akhirnya meminta untuk diberikan juga.
Berbagi yang Menginspirasi untuk Bersedekah
Momen berbagi ini juga membangkitkan semangat kedermawanan di antara para penerima. Salah satu panitia yang sedang membagikan ifthar tiba-tiba disodori uang Rp100.000 oleh seseorang yang menerima paket tersebut. Orang itu berkata, "Ini bukan untuk membayar, saya hanya ingin berinfak juga."
Peristiwa ini membuktikan bahwa kebaikan melahirkan kebaikan. Ketika seseorang menerima manfaat dari amal kebaikan, hatinya tergerak untuk turut berbagi. Berbagi bukan hanya tentang memberi makanan, tetapi juga menumbuhkan semangat saling peduli dan tolong-menolong.
Lebih dari Sekadar Berbagi Makanan
Program Tebar Ifthar Akbar ini bukan hanya sekadar memberikan makanan berbuka, tetapi juga membangun kebersamaan dan rasa empati di tengah masyarakat. Kehadiran panitia di berbagai lokasi menunjukkan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk mempererat hubungan sosial, menguatkan jiwa kepedulian, dan memberikan dukungan moral kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan para donatur dan relawan yang bekerja tanpa pamrih demi memastikan setiap paket ifthar sampai ke tangan yang tepat. Semangat berbagi ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya membawa keberkahan bagi penerima, tetapi juga bagi setiap tangan yang ikut terlibat dalam kebaikan ini.
Semoga program ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk turut berpartisipasi dalam berbagi kebahagiaan, menjadikan Ramadan sebagai bulan penuh berkah, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan yang terus mengalir hingga di luar bulan suci.
0 Komentar
Belum ada pesan