MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

Refleksi Diri Menyambut Ramadan: Muslimah Wahdah Jakarta Selatan Ajak Perubahan Lebih dari Sekadar Puasa

Muslimahwahdah.or.id - Jakarta Selatan, Menyambut bulan suci Ramadan bukan hanya tentang mempersiapkan hidangan sahur dan berbuka, melainkan juga mempersiapkan hati dan akhlak. Inilah pesan utama dalam Pengajian Muslimah Sambut Ramadan yang digelar oleh Muslimah Wahdah Jakarta Selatan di Musholla Daarul Arusayni, KUA Jagakarsa, pada Ahad (9/2/2025).

Dengan tema “Refleksi Akhlak Mulia di Bulan Berkah”, acara ini dihadiri puluhan muslimah yang antusias menyambut bulan penuh ampunan dengan memperkaya ilmu dan merenungkan kualitas ibadah serta akhlak yang telah dijalani.

Dalam sambutannya, Ustadzah Laila Dj., perwakilan dari Muslimah Wahdah Jakarta Selatan, mengingatkan bahwa menyambut Ramadan seharusnya tidak hanya dengan doa, tetapi juga dengan ilmu.

“Orang-orang sholeh terdahulu berdoa agar dipertemukan dengan bulan Ramadan enam bulan sebelumnya. Namun, bekal terbaik bukan hanya doa, melainkan juga ilmu. Tanpa ilmu, kita bisa kehilangan esensi Ramadan itu sendiri,” ujar Ustadzah Laila.

Ia juga menggarisbawahi tantangan zaman modern yang membawa pergeseran nilai akhlak akibat teknologi. "Zaman terus berkembang, dan kita harus menghadapi tantangan berupa pergeseran moral dan akhlak. Tema refleksi ini diangkat agar kita kembali merenungkan nilai-nilai luhur yang harus dijunjung tinggi, terutama di bulan Ramadan," tambahnya.

Acara ini juga menjadi sarana silaturahmi antar sesama muslimah serta memperkenalkan program dakwah dan sosial yang digagas oleh Muslimah Wahdah Jakarta Selatan.

Materi inti disampaikan oleh Ustadzah Muzrawana Rasmin, A.Md., yang mengajak peserta untuk merenungi betapa berharganya nikmat kehidupan yang sering dianggap sepele.

“Seorang Muslim yang bangun tidur dalam keadaan sehat, aman, dan memiliki makanan, seolah-olah memiliki dunia dan seisinya. Barangsiapa yang bersyukur, Allah akan tambahkan nikmatnya. Namun, jika kufur, azab Allah sangat pedih,” ungkap Ustadzah Muzrawana.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memanfaatkan bulan Sya'ban untuk menanam amal sebelum Ramadan tiba. "Bulan Sya'ban adalah bulan menanam, Ramadan adalah bulan memanen. Mari biasakan amalan seperti shalat malam, puasa sunnah, dan sedekah. Jangan lupakan keutamaan berdoa di sepertiga malam terakhir," pesannya.

Ia juga mengingatkan para ibu untuk tidak terlena dengan rutinitas harian yang menghalangi mereka dari waktu-waktu mustajab untuk berdoa. "Ibu-ibu, jangan sampai sibuk di dapur membuat kita melewatkan keutamaan sepertiga malam terakhir. Waktu ini sangat berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah," tegasnya.

Pengajian ini mendapat respons positif dari peserta. Darni (37 tahun) dari Jagakarsa mengungkapkan, "Alhamdulillah, menambah ilmu lagi. Pembicara dan panitianya sangat baik, suasananya hangat dan penuh inspirasi."

Sementara itu, Ida dari Jagakarsa merasa bersyukur bisa hadir. "Alhamdulillah, sangat bersyukur atas undangannya. Banyak ilmu yang didapatkan, semoga bermanfaat untuk kita semua," ujarnya.

Lebih dari sekadar pengajian, acara ini mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momentum untuk transformasi diri—membentuk pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih dekat kepada Allah.

Muslimah Wahdah Jakarta Selatan mengajak setiap muslimah menjadikan Ramadan sebagai ajang perubahan, bukan hanya untuk satu bulan, tetapi untuk membangun karakter mulia sepanjang tahun. Karena sejatinya, Ramadan adalah titik awal, bukan akhir dari perjalanan spiritual kita.

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan