MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

Melukis Senyuman Dhuafa Netra yang Tinggal di Pedalaman Balocci

Muslimahwahdah.or.id - Pangkep, Kakek Juma, seorang dhuafa netra berusia sekitar 80-an tahun, tinggal sendirian di Kampung Kassi Tinambung, Balocci, Kabupaten Pangkep. Setiap hari, ia bekerja sebagai pemukul batu gunung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan modal meraba rice cooker, ia memasak untuk bertahan hidup.

Begitu pula dengan Nenek Yumming yang berusia sekitar 90-an tahun, tinggal sendiri di atas rumah berdinding seng yang terletak di atas bukit. Dengan bahasa Bugis, ia mengucapkan terima kasih dan mengeluhkan sakit pada kakinya. "Terima kasih banyak, Nak, saya sudah tidak kuat ke masjid karena kaki saya sering kram dan tidak bisa berdiri," ujarnya.

Meskipun hujan deras mengguyur, semangat rombongan tim penyalur Tebar Ifthar Nusantara Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, tetap tak surut. Mengenakan jilbab merah jambu dengan syal hijau, mereka membawa kotak ifthar dan bersemangat membagikan makanan buka puasa kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti dhuafa dan fakir miskin, meskipun harus berjalan kaki. 

Sebanyak 127 paket ifthar dibagikan ke empat kampung, yakni Kampung Kassi Tinambung (36 paket), Majennang (20 paket), Tonasa (10 paket), dan Bultap (61 paket).

Tebar Ifthar Nusantara adalah salah satu program Ramadhan dari Muslimah Wahdah Pangkep yang dilaksanakan di berbagai kecamatan, termasuk Kecamatan Balocci.

"Sangat bahagia melihat senyum sumringah dari dhuafa penerima ifthar hari ini. Melihat perjalanan kali ini begitu mengiris hati, terutama bagi mereka yang sudah tua renta dan tidak memiliki keluarga untuk merawat, bahkan untuk makan pun begitu sulit dengan keadaan buta, tua, dan hidup sendiri. Semoga MWC Balocci semakin berkembang, sehingga jumlah ifthar yang dibagikan bisa terus meningkat setiap tahunnya. Aamiin," ujar Ketua Muslimah Wahdah Kecamatan Balocci, Ustadzah Risnawati, SE.

Tebar Ifthar ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para muhsinin yang ingin menyalurkan sedekah mereka dalam bentuk makanan berbuka puasa bagi yang membutuhkan.

Selain program Tebar Ifthar, berbagai kegiatan Ramadhan lainnya juga dilaksanakan, seperti Daurah Ramadhan Muslimah yang diselenggarakan sebelum memasuki bulan Ramadhan untuk memberikan pengetahuan tentang Ramadhan, serta Daurah Menghafal Al-Qur'an (DMHQ) yang dilaksanakan di awal puasa sebagai program menghafal Al-Qur'an dalam 10 hari menghafal.

Wahdah Pangkep tidak hanya peduli pada ilmu agama, tetapi juga pada aspek sosial, dengan melihat begitu banyak orang yang membutuhkan uluran kasih di sekitar kita. Oleh karena itu, program Tebar Ifthar dijalankan, dengan harapan tidak hanya berlanjut di bulan Ramadhan, tetapi juga di bulan-bulan lainnya. Bulan Ramadhan menjadi momen refleksi untuk lebih peka terhadap saudara-saudara kita, terutama kaum dhuafa, fakir miskin, dan anak yatim. 

Bersyukurlah atas nikmat yang diberikan dan bersabarlah merasakan lapar dan haus, sebagaimana saudara-saudara kita merasakannya tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga sepanjang tahun.

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan