Muslimahwahdah.or.id - MAKASSAR, Langit Lembang-Lembang terlihat sendu, seolah turut merasakan duka yang meliputi desa tersebut. Sudah setahun lamanya, banjir terus merendam kehidupan warga, merusak rumah-rumah, kebun, dan menghambat mata pencaharian mereka.
Masjid desa tetap berdiri kokoh, meskipun bagian bawahnya masih terendam air. Lampu-lampu yang sederhana menyinari ruangan, menciptakan cahaya temaram yang penuh kehangatan. Di tengah genangan air ini, warga Lembang-Lembang berkumpul untuk berbuka puasa bersama di bulan Ramadan.
Dalam kondisi yang penuh tantangan ini, Tim Panitia Amaliah Ramadan Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Luwu Utara menyelenggarakan program Tebar Ifthar Akbar, dengan menyalurkan paket buka puasa. Setiap paket yang disalurkan membawa doa dan harapan, memberikan kekuatan bagi mereka yang tengah menghadapi kesulitan.
Dengan perahu sederhana, tim menyebar paket-paket ifthar ke rumah-rumah warga. Antusiasme warga begitu terasa, menyambut kedatangan Muslimah Wahdah Luwu Utara yang membawa berkah buka puasa. Mereka berjalan tanpa ragu di tengah genangan air, menembus kesulitan demi merasakan kebahagiaan yang telah lama mereka rindukan.
Warga menyantap hidangan dengan penuh rasa syukur. Meskipun dalam kesederhanaan, kebersamaan dan kehangatan terasa begitu dalam di antara mereka.
Saat waktu berpisah, suasana haru menyelimuti mereka. Pelukan hangat dan ucapan terima kasih tulus mengalir dari warga kepada tim penyalur ifthar. “Terima kasih karena sudah peduli dengan kami,” kata seorang ibu yang sudah sepuh. “Jangan bosan-bosan untuk datang kembali.”
Arwis Anshar, Kepala Desa Lembang-Lembang, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas bantuan paket ifthar dari Muslimah Wahdah Luwu Utara.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Muslimah Wahdah Luwu Utara. Program Ifthar Nusantara ini sangat membantu masyarakat yang sudah hampir setahun terendam banjir. Hampir 95% masyarakat mengandalkan pertanian, namun lahan tak bisa lagi dikelola, sehingga kehidupan mereka sangat terbatas. Selama ini belum ada yang membawa makanan, dan baru kali ini kami menerima makanan berat di bulan Ramadan,” ujar Pak Arwis, yang terlihat berdiri di seberang genangan air yang masih menggenangi desa.
Seratus paket buka puasa yang dibagikan bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol perhatian dan kepedulian. Setiap suapan nasi yang disantap warga adalah doa dan harapan—doa agar banjir segera surut dan harapan agar kehidupan bisa kembali normal. Khidmatnya iftar di Lembang-Lembang menjadi bukti bahwa kebahagiaan tidak diukur dari kemewahan, tetapi dari kebersamaan, ketulusan, dan rasa syukur.
Selain di Lembang-Lembang, dalam program Tebar Ifthar Akbar ini, Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Luwu Utara bekerja sama dengan seluruh Muslimah Wahdah Cabang (MWC) se-Luwu Utara telah menyalurkan total 2.890 paket ifthar di berbagai lokasi, termasuk kecamatan Masamba, Sabbang, Sabbang Selatan, Baebunta, Malangke, Tana Lili, Bone-Bone, Sukamaju, dan Mappedeceng.
Paket ifthar ini ditujukan kepada yatim, dhuafa, fakir miskin, janda, pondok pesantren, korban banjir, dan masyarakat umum.
Kasma Sari, Ketua Unit Sosial Muslimah Wahdah Luwu Utara, berharap program Tebar Ifthar ini dapat semakin dimaksimalkan di masa mendatang. “Kami berharap semakin banyak orang yang menyadari bahwa kebahagiaan tidak harus datang dengan kemewahan. Di dunia ini, ada orang yang sangat bersyukur meski hanya diberi satu kotak nasi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berkontribusi untuk kesuksesan Tebar Ifthar tahun ini. Maasyaa Allah, Luwu Utara tidak kekurangan orang-orang dermawan. Semoga Allah membalas dengan sebaik-baik balasan,” ujarnya dengan penuh haru.
Di balik setiap paket buka puasa, tersembunyi kisah-kisah pilu. Ada keluarga yang kehilangan tempat tinggal, keluarga yang makan ala kadarnya, orang tua dengan keterbatasan, serta daerah terpencil yang hanya memiliki kebutuhan seadanya. Tim panitia Tebar Ifthar bahkan harus melewati hutan dan rawa, berjalan kaki untuk sampai di rumah warga dan membagikan paket ifthar.
Melalui program ini, Muslimah Wahdah Luwu Utara mengajak para muhsinin untuk berpartisipasi sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara seiman, meringankan beban mereka, dan menumbuhkan harapan. Bantuan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan perut, tetapi juga menguatkan jiwa dan menumbuhkan keyakinan bahwa badai pasti akan berlalu. Ramadan menjadi bulan yang penuh dengan kebaikan dan keberkahan.
(Jumat & Sabtu, 14-15 Maret 2025)
Humas MWD Lutra
0 Komentar
Belum ada pesan