Muslimahwahdah.or.id - Banggai, Hujan yang mengguyur Kota Luwuk sejak pagi tak menghalangi semangat 50 muslimah menimba ilmu di Daurah Ramadhan Muslimah (DRM) yang digelar Muslimah Wahdah Islamiyah (MWD) Banggai di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Ahad (8/2/2026).
Kegiatan bertema “Momentum Merajut Harmoni Menuju Indonesia Taqwa” ini menjadi momen persiapan ruhiyah bagi kaum muslimah menyambut Ramadhan dengan ibadah lebih khusyuk, penuh makna dan sesuai syariat.
Acara dibuka dengan registrasi peserta, pemutaran selayang pandang MWD Banggai, dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an beserta terjemahannya.Suasana khidmat terasa meski hujan mengguyur di luar aula, seolah menegaskan bahwa semangat menuntut ilmu dan memperdalam ibadah tak pernah padam.
Ketua MWD Banggai, Ustadzah Muzdhalifah Seru, S.E., menyampaikan harapannya agar DRM menjadi bekal ilmu yang bermanfaat bagi peserta. “Kami berharap setiap muslimah dapat membawa ilmu ini untuk menjadikan Ramadhan tahun ini lebih khusyuk, bermakna, dan penuh keberkahan,” ujarnya sambil tersenyum hangat.
Acara resmi dibuka oleh Diana Budi Astuti, S.Sos, Staf Ahli Bidang ketahanan keluarga dan Kesehatan TP-PKK Kabupaten Banggai, yang mengapresiasi inisiatif kaum muslimah. Ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam membangun keluarga harmonis sekaligus masyarakat yang berdaya. Ia mendorong peserta untuk menjadikan ilmu dan semangat yang diperoleh sebagai bekal nyata dalam menebar kebaikan dan ketakwaan di lingkungan sekitar.
Daurah Ramadhan Muslimah menghadirkan dua sesi materi inspiratif. Sesi pertama, “Mewujudkan Harmoni Ibadah Ramadhan”, disampaikan oleh Ustadzah Nurmasita Dj. Ngareng, S.H., yang mengajak peserta memahami esensi puasa lebih dalam menahan lapar dan dahaga, menjaga lisan dari perkataan sia-sia, menahan diri dari perbuatan buruk, serta menanamkan keikhlasan agar setiap ibadah menjadi berkah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sesi kedua, “Jalan Harmoni Menuju Takwa”, dibawakan oleh Ustadzah Rostini M. Risaid, S.Pd., yang menekankan pentingnya memanfaatkan Ramadhan untuk berlomba dalam kebaikan melalui khatam Al-Qur’an, ibadah sunnah, dzikir, dan sedekah. Peserta juga diingatkan tentang keistimewaan malam Lailatul Qadr, malam penuh rahmat, sebagai kesempatan terbaik untuk memperbanyak doa dan meraih ridha Allah.
Selain materi, panitia memperkenalkan Program Amaliyah Ramadhan (PAR), bagian dari organisasi Wahdah Islamiyah yang mengelola berbagai kegiatan selama Ramadhan, seperti tebar ifthar, santunan duafa, dan syiar dakwah. Program ini bertujuan mewujudkan Ramadhan yang penuh berkah dan kebahagiaan melalui aksi berbagi. Kegiatan ditutup dengan pembagian door prize, meninggalkan senyum hangat dan semangat baru bagi para peserta.
Lebih dari sekadar menambah ilmu, Daurah Ramadhan Muslimah meninggalkan jejak inspirasi bahwa Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi momen memperkuat iman, menebar kebaikan, dan merajut kasih sayang dalam keluarga maupun masyarakat. Setiap pelajaran yang diperoleh diharapkan menjadi cahaya yang menerangi langkah para muslimah, menjadikan Ramadhan tahun ini penuh berkah, ketakwaan, dan transformasi diri yang nyata.
Koresponden Yulianti
0 Komentar
Belum ada pesan