MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

Tangis dan Pencarian Kebenaran, Kisah Hijrah Tere Menginspirasi Peserta Webinar Muslimah Wahdah

Muslimahwahdah.or.id - MAKASSAR, Proses hijrah setiap manusia berbeda-beda, Webinar Hijrah Inspiratif yang merupakan bagian dari series Webinar Semarak Muktamar Muslimah Wahdah Islamiyah ini memberikan kisah haru dan menyentuh tentang proses panjang hijrah.

Annisa Theresia Ebenna Ezeria Pardede atau yang akrab disapa Tere menjadi salah satu momen yang menguatkan peserta dalam Webinar Seri I “Hijrah Inspiratif: Tumbuh, Pulih, dan Mendekat pada Allah” yang digelar Muslimah Wahdah Islamiyah, Kamis (14/5/2026) melalui dari Zoom.

Sebanyak 800 muslimah hadir dari berbagai daerah turut merasakan pergolakan batin yang dirasakan Tere.

"Menjadi muslim itu adalah intisari menjadi manusia," ucapnya membuka sesi kisah hijrahnya.

Umma Nisa sapaan akrabnya kini menceritakan ia terlahir dari keluarga non muslim yang religius, meski demikian ia memiliki logika dan keingintahuan yang besar tentang Tuhan.

Menurutnya, manusia pada dasarnya memiliki fitrah untuk mencari kebenaran, namun banyak yang belum mengenal siapa Rabb yang sebenarnya.

Perjalanan pencarian itu semakin kuat ketika ia mulai banyak berdiskusi saat kuliah di era reformasi. Interaksi dengan teman-teman dari latar belakang berbeda membuatnya mulai mempertanyakan banyak hal tentang konsep ketuhanan, penciptaan manusia, hingga kebenaran wahyu.

Dari proses tersebut, Tere mulai mempelajari Al-Qur’an dan membandingkannya dengan Bible. Ia mengaku menemukan banyak jawaban dalam Al-Qur’an, terutama tentang kisah para nabi dan kedudukan Nabi Isa alaihissalam sebagai nabi dan utusan Allah.

Umma Nisa makin merasa mantap dengan Islam setelah perjalanan panjang. Meski ia mengaku belum pandai membaca Alqur'an.

"Alhamdulillah walaupun belum tahu cara baca Alquran ayat Alquran, tapi tentang qul huwallahu Ahad itu Allah tancapkan ke hati saya," ujarnya.

Ditambah lagi petuah dari ibunya yang semakin menguatkan hijrah. Ibunya pernah mengatakan ketika menjadi muslim jadilah muslim yang baik.

Namun, perjalanan hijrahnya tentu tidaklah mudah. Ia juga sempat bingung karena melihat orang yang katanya beragama, tapi tidak menampakkan nilai agama itu.

Ujian keluarga pun sempat dirasakan, ketika ayahnya yang tadi sudah muslim, tapi harus wafat dengan kondisi berbeda semakin membuatnya untuk tetap berada dijalan ini dian diwafatkan dalam keadaan muslim.

Dalam masa-masa tersebut, ia terus memohon petunjuk kepada Allah. Hingga akhirnya Allah mempertemukannya dengan seorang guru yang membimbingnya belajar Islam dari dasar, mulai dari membaca Al-Qur’an hingga memahami syariat secara bertahap.

Tere menegaskan bahwa hijrah bukan proses instan atau sekadar mengikuti tren. Menurutnya, hijrah membutuhkan ilmu, kesungguhan, dan proses panjang untuk memperbaiki diri.

“Hidayah itu Allah berikan bertahap. Kita belajar sedikit demi sedikit untuk semakin dekat kepada Allah,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya ilmu dalam menjaga istiqamah, termasuk dalam memahami kewajiban menutup aurat dan menjalankan syariat Islam dengan benar.

Kisah hijrah yang disampaikan Tere membuat suasana webinar berlangsung penuh haru. Banyak peserta merasa terinspirasi untuk terus memperbaiki diri, memperkuat iman, dan menjaga semangat hijrah di tengah berbagai ujian kehidupan.

Webinar ini menjadi salah satu rangkaian Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah yang mengangkat tema besar “Harmoni untuk Indonesia Berkah” serta menghadirkan berbagai program pembinaan dan penguatan muslimah di berbagai daerah Indonesia.

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan