Muslimahwahdah.or.id - Yogyakarta, Meski materi tidak dapat ditampilkan melalui presentasi visual secara optimal, semangat peserta Gema Majelis Taklim Muslimah Wahdah Daerah Kota Yogyakarta tetap terjaga. Para peserta menyimak pemaparan pemateri dan mencatat poin-poin penting yang disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 11 Oktober 2026, di Teras Dakwah, Nitikan.
Mengangkat tema “Musibah Menguji Iman, Menguatkan Keteguhan”, kegiatan ini menghadirkan Ustazah Suri Suhendari, S.Pd.I., seorang da’iyyah, muballighat Muslimah Wahdah, sekaligus mudarrisah Al-Qur’an. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua MWD Kota Yogyakarta, Ustazah Aliyah Hudhoifah, S.Ag.
Kesungguhan peserta menjadi pengingat bahwa media visual merupakan sarana pendukung, sementara semangat menuntut ilmu tetap terjaga melalui kesediaan untuk menyimak, memahami, dan mengambil pelajaran.
Dalam kajiannya, Ustazah Suri mengingatkan bahwa musibah merupakan bagian dari ketetapan Allah yang menguji keimanan dan keteguhan seorang hamba. Menghadapi ujian, seorang muslim hendaknya bersabar, melakukan muhasabah, tidak berputus asa, serta tetap berikhtiar dalam ketaatan kepada Allah.
“Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian. Ujian paling berat yaitu pada para nabi dan rasul, orang-orang berilmu, dan mereka yang menyebarkan agama-Nya,” ungkap Ustazah Suri.
Melalui Gema Majelis Taklim ini, peserta diajak untuk menguatkan iman dalam menghadapi keadaan yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Sebab, ketika kenyataan berbeda dari rencana, seorang mukmin tetap memiliki ruang untuk bersabar, memperbaiki diri, dan melanjutkan ikhtiar sembari meyakini ketetapan Allah.
Koresponden: MWD Kota Yogyakarta
0 Komentar
Belum ada pesan