MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
MUSLIMAH WAHDAH PUSAT
TUTUP

758 Muslimah Hadiri Gema Majelis Taklim Muslimah Wahdah Gowa, Perkuat Iman dan Keluarga Sakinah

Muslimahwahdah.or.id - GOWA, Sebanyak 758 muslimah menghadiri Gema Majelis Taklim (GMT) 2026 yang diselenggarakan Unit Majelis Taklim Muslimah Wahdah Daerah (MWD) Gowa pada Ahad, 11 Oktober 2026, di Gedung Baruga Arifah, Kabupaten Gowa. Mengangkat tema “Musibah Menguji, Iman Menguatkan”, kegiatan ini menjadi wadah penguatan iman sekaligus pembinaan muslimah dalam menghadapi ujian kehidupan dan tantangan moralitas di era digital.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tamu undangan lintas sektor, di antaranya perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Ketua Pokja Kemenag, Ketua IPARI, Tim Penggerak PKK Kecamatan Pallangga, tokoh agama, perwakilan Dinas Pendidikan, perwakilan Ormas Aisyiyah, Ketua Unit MWD Gowa, serta para Ketua Wahdah Islamiyah Cabang (MWC) se-Kabupaten Gowa.

Penanggung Jawab Unit Majelis Taklim Wahdah Islamiyah Gowa, Ustazah Rahmatia Kadir, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa GMT merupakan puncak rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak pekan sebelumnya melalui Lomba Majelis Taklim pada 4 Oktober 2026.

“Kegiatan ini kami beri judul ‘Gema Majelis Taklim’. Adapun proses dari kegiatan ini kami awali dengan Lomba Majelis Taklim yang alhamdulillah telah terlaksana pada tanggal 4 Oktober yang lalu. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini melibatkan kurang lebih 1.000 peserta dari 12 kecamatan,” ujar Ustazah Rahmatia.

Peserta kegiatan berasal dari majelis taklim binaan Muslimah Wahdah Daerah Gowa yang tergabung dalam Forum Koordinasi Majelis Taklim, majelis taklim yang bersinergi dengan BKMT, serta majelis taklim umum dari 12 kecamatan di Kabupaten Gowa. Ustazah Rahmatia berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak wilayah pada tahun mendatang.

“Pada tahun ini kami baru bisa mendatangkan peserta dari 12 kecamatan. Mohon doanya semoga tahun depan kita dapat menghadirkan kegiatan GMT dengan mencakup 18 kecamatan di Kabupaten Gowa,” tambahnya.

Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Gowa, Ustazah Hj. Syamsiah Nur, S.Pd., turut menekankan pentingnya peran majelis taklim dalam membentengi umat dari tantangan zaman. Ia mengajak peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum memperkuat iman, menjaga akhlak keluarga, dan membentengi generasi muda dari krisis moralitas.

“Melalui tema ‘Musibah Menguji, Iman Menguatkan: Jaga Bangsa dari Kehancuran Moralitas’, mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat iman, menjaga akhlak keluarga, serta membentengi generasi muda dari krisis moralitas,” tegasnya.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa yang diwakili oleh H. Muhammad Jamil, S.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Wahdah Islamiyah atas kontribusinya dalam membentuk kelompok-kelompok majelis taklim di masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Kemenag dan organisasi kemasyarakatan Islam dalam memperkuat pembinaan umat.

“Kami sangat berharap Wahdah Islamiyah masuk untuk melengkapi apa yang mungkin belum sempurna dilakukan oleh para penyuluh kami dalam pembentukan majelis taklim. Begitu pula sebaliknya, mari kita saling menyempurnakan dan berkolaborasi,” ujar H. Muhammad Jamil.

Ia turut menyampaikan pesan Kepala Kantor Kemenag Gowa mengenai peran majelis taklim sebagai fondasi pembentukan keluarga sakinah, khususnya di tengah tantangan era digital.

“Keluarga sakinah itu sulit dibentuk jika tidak dimulai dari kajian-kajian di majelis taklim. Berdasarkan laporan para penyuluh, keluarga sakinah yang ada saat ini adalah mereka yang lahir dari binaan majelis taklim. Wadah ini menjadi tempat utama untuk memperkuat iman kita,” tegasnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi turut memengaruhi interaksi sosial ketika anggota keluarga atau teman yang sedang berkumpul justru sibuk dengan gawai masing-masing. Dalam kondisi tersebut, majelis taklim dinilai berperan penting dalam memperkuat komunikasi, pembinaan keagamaan, dan moralitas keluarga.

Hadir sebagai pemateri utama, Ustazah Hj. Harisa Tipah Abidin, S.Pd.I., M.Pd., mengupas hakikat musibah dan ujian yang dialami manusia serta cara menyikapinya berdasarkan tuntunan syariat Islam. Di hadapan 758 peserta, ia menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki bentuk ujian yang berbeda-beda.

“Apa pun yang terjadi, sesaat atau selamanya, semua ini adalah ketetapan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Merujuk pada pandangan ulama ahli bahasa Abu Hayyan, musibah adalah satu kata yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang tidak baik atau buruk,” jelas Ustazah Harisa.

Ia menggambarkan bahwa ada orang yang diuji dengan kesehatan tetapi tercukupi secara materi, ada yang sehat tetapi mengalami kekurangan finansial, dan ada pula yang sehat serta mapan secara ekonomi tetapi menghadapi tekanan berat dalam pekerjaan.

“Ada orang yang diuji dengan kesehatannya, tetapi tercukupi materinya. Ada yang sehat walafiat, tetapi kekurangan uang. Ada pula yang sehat dan mapan secara finansial, tetapi menghadapi tekanan berat dalam pekerjaannya. Setiap manusia pasti memiliki sisi ujiannya masing-masing,” tambahnya.

Ustazah Harisa kemudian merujuk pada Surah Al-Hadid ayat 22 yang menjelaskan bahwa musibah yang terjadi di bumi maupun yang menimpa manusia telah tertulis di dalam Lauhulmahfuz sebelum diwujudkan. Cakupan musibah tersebut meliputi kematian, bencana alam, penyakit, penderitaan, hingga kehilangan harta benda.

Ia juga mengingatkan peserta agar menjadikan ujian sebagai bahan muhasabah dengan merujuk pada Surah Asy-Syura ayat 30, yang menjelaskan bahwa musibah yang menimpa manusia berkaitan dengan perbuatan mereka sendiri, sementara Allah mengampuni banyak kesalahan hamba-Nya.

Selain menjadi wadah silaturahmi dan edukasi keimanan, GMT merupakan bagian dari program kerja rutin Unit Majelis Taklim MWD Gowa yang berfokus pada pembentukan dan pembinaan majelis taklim baru secara berkala setiap bulan.

Muslimah Wahdah Islamiyah Gowa juga mengelola berbagai unit kerja untuk pembinaan masyarakat, meliputi Unit T2FQ dan P2DQ yang berfokus pada pemberantasan buta aksara Al-Qur’an dan pencetakan pengajar, Unit PGM untuk kaderisasi sekolah dan kampus, Unit PAUD, Unit Sosial, Unit PSDM untuk pelatihan kelembagaan, serta Unit Kesehatan yang saat ini tengah merampungkan pembangunan Rumah Bersalin di Gowa.

Melalui kegiatan ini, Muslimah Wahdah Islamiyah Gowa berharap majelis taklim semakin berperan dalam memperkuat keimanan, membina keluarga sakinah, dan menjaga moralitas masyarakat di tengah berbagai tantangan zaman.

0 Komentar

Belum ada pesan

Tinggalkan Pesan