Makassar – Ketika muncul 4 tahun yang lalu, Muslimah Wahdah dikonsep sebagai media alternatif yang menyajikan berita dan memenuhi tanggung jawab amanah informasi kepada kader muslimah. Kala itu SDM mungkin sudah ada, tapi menulis di media boleh dibilang masih merupakan barang yang jarang disentuh oleh kalangan kita apalagi dijangkau oleh banyak kader.

Hari ini  situasi telah sangat jauh berubah. Media online menjadi kebutuhan yang massif, semua media konvensional dan mainstream berubah wujud menjadi online agar bisa diakses siapa saja, kapan saja, di mana saja. Dalam hampir 4 tahun, muslimahwahdah.or.id menjadi saluran rilis semata.

Dulu, siapa yang pernah membayangkan, orang bisa memesan tiket pesawat dan hotel hanya dengan satu-dua kali klik sambil makan pisgor diteras rumah? Ada pula masanya ketika orang beramai-ramai membuat medianya sendiri dalam bentuk blog. Lalu, dalam waktu yang tak lama, muncullah situs mikro-blogging yang melahirkan kaum “opinion leader” baru hanya dengan berbekal kerajinan ala kadarnya. Belum lagi berbagai media sosial mainstream yang memanjakan visual dengan  gambar dan video, semakin tertiggallah hasrat literasi.

Dalam perkembangan seperti itu, ketika setiap individu memproduksi informasi dan bahkan menjadi “media” dengan akun-akun socmed berpengikut ribuan bahkan jutaan, gelombang terbaru kemunculan media online memperlihatkan kecenderungan yang berbeda lagi. Media online menggeser konsepnya dari sekedar menyajikan “berita cepat“, menjadi media-media berbasis riset yang kuat, dan memadukan antara konsep “online” dan media lama, dengan menyerap insight dari trending media sosial. Disamping itu, interaksi dengan “user” juga menjadi rumus baru, yang melahirkan media-media berbasis opini yang ternyata  digemari masyarakat.

Sahabat muslimah

Menyikapi perkembangan seperti itu, muslimahwahdah.or.id  sebagai media online generasi baru tentu  tidak akan berdiam diri karena tak ingin ditinggalkan zaman dan pembacanya. Karena yang akan bertahan bukanlah yang terkuat melainkan yang mampu beradaptasi.

Tentu saja, kami tidak perlu mengubah konsep namun kami akan selalu berbenah disana-sini. Namun, menyesuaikan perkembangan terkini, jelas merupakan keniscayaan yang tak bisa ditawar, dan ditunda lagi. Jadi, mengapa menunggu besok, detik ini juga kami akan mulai membuka diri dengan tulisan-tulisan yang bersifat non-berita. Baik itu kolom yang ringan, renyah dan refleksi, maupun opini-opini mengenai suatu permasalahan aktual yang tentunya  disajikan dengan argumentatif, menarik dan sesuai dengan karakter media online: ringkas, padat, menggoda. Bahkan, bukan tidak mungkin, ke depannya kami akan menyajikan cerita pendek, kenapa tidak?

Oleh karena itu, kami mengundang Anda, pembaca sekalian, untuk mengirimkan karya-karya terbaik ke redaksi kami. Jangan sungkan, jangan ragu, bergabunglah bersama kami dalam arus perubahan dan perkembangan media online terkini.

Kirimkan kolom ataupun opini Anda mengenai isu yang terjadi disekitar kita, ekonomi dan sosial budaya secara umum, juga tulisan-tulisan lain non-berita, semacam esai atau prosa yang berangkat dari pengalaman pribadi yang emosional, reflektif, mengenai suatu tema atau tempat, berkaitan dengan memori kolektif, yang bisa dibagi kepada pembaca, untuk melihat fenomena masa kini, menjembatani pemahaman antara masalalu dengan masa sekarang.

Tulisan hendaknya tidak lebih dari 1500 karakter, orisinal, belum pernah dimuat di media lain, disertai dengan identitas atau biodata diri singkat (dalam satu-dua kalimat untuk dicantumkan ketika tulisan tersebut dimuat), serta foto diri yang menarik. Kirimkan tulisan Anda ke redaksi.muslimahwahdah@gmail.com dan kami tunggu mulai hari ini.

Setiap tulisan tentu akan melalui proses editing, dan redaksi berhak menyunting dan melakukan penyesuaian lain seperlunya tanpa mengubah esensi isi dan pesan yang hendak disampaikan. Tersedia honorarium yang layak untuk setiap tulisan yang dimuat, yang bisa dipakai untuk mentraktir cemilan segenap teman, ataupun menambah uang saku jalan-jalan anda dan untuk di infakkan ke redaksi juga tidak mengapa..

Salam literasi.

Mari berdedikasi dengan tulisan yang menginspirasi.

Salam ukhuwah..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here