Edisi 05 #IbuProduktifDariRumah – Sebab atas musibah dia bersabar, dan sabar itu membuatnya meraih pahala tanpa batas, dicintaiNya, dan dibersamai Allah Subhanahu Wata’la. Hidup adalah pergiliran antara nikmat dan musibah, antara karunia dan ujian. Saat mendapatkan banyak nikmat dan karunia, seorang Muslim dianjurkan untuk bersyukur. Syukur, selain menjadi pengikat nikmat, juga menjadi sebab bertambahnya karunia. Saat diuji dengan berbagai jenis musibah dan hal-hal yang tak menyenangkan, orang beriman dianjurkan untuk bersabar. Dengan sabar, Allah berjanji akan mencintai hamba tersebut.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

“Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 140)

Jika pandemi ini diibaratkan perang maka sungguh ketahuilah bahwa sebagaimana mereka orang-orang yang beriman itu wafat karena virus ini maka mereka orang-orang kafir pun menjadi korban dalam musibah ini, akan tetapi ketahuilah bahwa sungguh yang demikian itu agar Allah Azza Wajalla  memberi pelajaran kepada hamba-hamba-Nya dan agar menjadi jelas siapa diantara mereka yang wafat dalam keimanan dan siapa yang mati dalam kekafiran nau’udzubillah.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَلِيُمَحِّصَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَيَمْحَقَ ٱلْكَٰفِرِينَ

dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang kafir.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 141)

Dengan keperihan luka dan rasa sakit yang diderita orang-orang beriman akan menjadikan mereka mendapatkan pahala dan kaffarat bagi segala dosa mereka, sehingga mereka kelak akan dibangkitkan dalam keadaan bersih karena iman dan kesabaran mereka terhadap musibah dan ujian yang Allah berikan.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman :


أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ ٱلصَّٰبِرِينَ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 142)

Ketahuilah bahwa musibah dan ujian yang sedang menimpa kita, dari rasa sakit, rasa takut, kelaparan bahkan ketakutan kehilangan nyawa semua hanyalah ragam ujian yang Allah telah siapkan bagi para hamba-hambaNya yang beriman

Allah Subhanahu wata’ala berfirman


وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)

Maka bersabarlah karena sesunggunya musibah pandemi dan kemiskinan hanyalah sedikit dari ujian yang telah Allah siapkan bagi hamba-hambaNya yang bersabar.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 156)

Penulis : Ummu Khalid Saifullah
(Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat)

Baca juga http://muslimahwahdah.or.id/corona-adalah-musibah-namun-hadirnya-ayah-di-rumah-adalah-kesyukuran/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here