Kerisauan  melihat kondisi masyarakat Aceh,  khususnya Banda Aceh, sekarang ini yang sebagian  jauh dari syariat Allah dan RasulNya, mendorong ketua Forum Silaturahmi Antar Pengajian (FORSAP) Kota Banda Aceh,  ibu Dra. Anisa Daud, menggagas terselenggaranya sebuah Kajian Ilmiah pada tanggal 9 Oktober 2018. Dengan mengambil tema Menuju Aceh Bermartabat Dengan Islam Yang Kaffah, diharapkan acara ini dapat memberi wawasan kepada peserta mengenai kondisi masyarakat Aceh sekarang sehingga akan lahir langkah nyata untuk mengatasi masalah ini. Meskipun Aceh telah menerapkan Syari’at Islam,  tapi kesadaran masyarakat akan praktek nilai-nilai keislaman itu sendiri masih sangat jauh dalam keseharian mereka.

Acara yang diselenggarakan di aula Hotel Poma ini dihadiri oleh 35 peserta dari berbagai Kelompok Pengajian di seluruh kecamatan Kota Banda Aceh.

Menjadi salah satu pembicara pada Kajian Ilmiah ini adalah ketua Muslimah Wahdah Islamiyah DPW Aceh. Dalam kesempatan ini Beliau mengangkat tema mengenai Akibat yang Timbul Karena Meninggalkan Dakwah. Tema ini diangkat untuk dapat menjadi renungan bagi kita semua akan pentingnya beramar maruf nahi mungkar. Terkadang bencana yang menimpa suatu kaum dan daerah  karena adanya dosa jamai. Hal ini sesuai dengan firman Allah pada QS Al ‘Araf ayat 163-166.

Berdasarkan ayat ini, manusia dibedakan menjadi 3 golongan,  yaitu:

  1. Orang yg berbuat dosa
  2. Orang yang tidak berbuat dosa tapi tidak peduli terhadap maksiat yang dilakukan disekitarnya
  3. Orang yang tidak berbuat dosa dan beramar ma’ruf nahi mungkar

Diharapkan setelah terselenggaranya Kajian Ilmiah inj,  akan lahir kesatuan dalam visi dan misi ke depan  untuk menyebarkan dakwah dan melakukan amal maruf nahi mungkar. Sehingga aceh bisa menjadi contoh bagi daerah lain unt penerapan islam. Dan diharapkan akan lahir pejuang2 dakwah islam di Aceh untuk menyelamatkan negeri ini dari kehancuran.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here