Kegiatan Forum Ilmiah Internasional yang ke-5 (Al Multaqa al Duwaly al ‘Ilmy al Khamis) sesi khusus Muslimah menghadirkan 3 pemateri yaitu 1.Syeikh Abdullah Kamil  dengan materi “ peran wanita islam dalam melahirkan generasi dan mengukir sejarah “, 2.Syeikhah Ahlam Najii (ketua lembaga tahfidzul quran ) dengan materi “ al Quran dalam kehidupan kita”, dan 3.Prof.dr.Masyitha (pimpinan Aisyiyah) “ Peran wanita di Indonesia”. Berikut catatan pendek dari materi yang disampaikan.

  • Materi Pertama dari Syeikh abdullah kamil dengan judul materi “ Peran wanita dalam mengukir sejarah.”

Peran wanita sangatlah besar dalam melahirkan generasi dan mengukir sejarah. Bagaiman a caranya?  Tentunya yang paling inti dan pertama  adalah dengan ibadah. Ringkasan kehidupan rasulullah terdapat dalam surat al mudatsir dan surat al muzammil. Disitu dapat kita lihat kekuatan ibadah -Qiyammul lail(Qumillayla) kemudian dakwah (qum faandzir)

Siapapun yang berdakwah tapi  tidak  beribadah kepada Allah  maka tidak akan terwujud. Kita liat teladan/jejak dari shahabiyah aisyah radhiyallohu anha yang selalu memanjangkan bacaannya dalam  sholat malam dan sholat dhuhanya. Diriwayatkan bahwa keponakan beliau meninggalkan aisyah dalam sholat dhuha dengan mengulang2 ayat “famannallohu alayna wawaqona ‘adzaba samum”sampai ketika ponakannya pulang dari pasar beliau radhiallahu ‘anha masih  terus mengulang-ngulan ayat tersebut dengan menangis tersedu-sedu

Kedua, Sabar dalam menghadapi segala sesuatu seperti kesabaran ummu salamah ketika berhijrah ke Madinah karena suaminya tercinta wafat akan tetapi ummu salamah selalu berdoa agar diberikan yg terbaik dari kesabarannya hingga Allahpun mengabulkan doanya dengan menjadikan rasulullah sebagai suaminya.

Ketiga, Malu. Sifat malu harus senantiasa dimiliki oleh para daiyah. Semakin ia menjaga dirinya maka semakin mulia kedudukannya. Lihatlah Aisyah radhiyallahu’ anha ketika rasulullah dan ayahnya wafat dikuburkan di kamar beliau, setiap kali beliau berziarah beliau masih membuka wajahnya namun tatkala umar bin khattab wafat dan dikuburkan pula bersama rasulullah dan ayahnya, beliau selalu menutup dirinya rapat-rapat.menunjukkan betapa tingginya sifat malu Aisyah radhiyallohu ‘anha.

Keempat, Al i’tishom (senantiasa berpegang teguh pada agama Allah) dai’yah/ustadzah harus senantiasa istiqomah pada agama Allah walaupun banyak rintangan yang dihadapi karena mengharapkan pahala yang besar dari Allah sebagaimana kisah maasyithah (penyisir rambut putri firaun) tatkala masyithah dilaporkan kepada firaun tentang tuhan yang disembahnya selain dirinya yaitu Alloah azza wa jalla, Mashithoh mengatakan dengan lantang “Allohu robby wa robbuka” maka firaun pun marah dan membakar anak-anaknnya, sehingga tatkala anak-anaknya  Sudah terbakar masyithah kembali ditanya namun beliau tetap istiqomah tanpa gentar sedikitpun.

Kelima, menyiapkan generasi terbaik karena sesungguhnya muslimah adalah separuh dari manusia, jika muslimah baik maka ummat/bangsanyapun akan baik. Mari kita liat teladan kita ibunda khodijah radhiyallahu ‘anha dalam mendampingi sang Rasul khadijah telah mengorbankan seluruh harta, jiwa bahkan raganya untuk melahirkan generasi terbaik.begitu juga dengan ibunda-ibunda yang lain. Dibalik sosok Zubair bin awwam, Muhammad al fatih, Imam bukhori, Imam syafii dan semua pahlawan,pemimpin, dan orang-orang sholeh yang luar biasa pasti ada seorang ibu yang luar biasa pula yang mendidik, mengajar, mendampingi, mendoakan selalu agar mereka menjadi generasi terbaik.

  • Materi Kedua dari Syeikhah ahlam najii dengan judul materi “ Alquran dalam kehidupan kita.”

Semua muallimah/daiyah/ustadzah harus senantiasa mengetahui alquran secara menyeluruh. Karena alquran adalah tali alloh, yang dapat mengantarkan kehidupan manusia menjadi kehidupan yang berkemajuan dan berperadaban.Alquran adalah sebaik-baik dzikir dan sebaik-baik perkataan. Jika seorang wanita mempelajari,menghafalkan alquran, maka segala kehidupannya akan diperbaiki dengan sendirinya baik diri, keluarga bahkan masyarakatnya. Semua kemuliaan akan didapatkannya didunia terlebih lagi diakhirat.

Dalam Qur’an Surah Al imran 103, dijelaskan tentang  pentingnya berpegang teguh terhadap tali Allah, bersatu, tidak berpecah belah antara satu muslim dengan muslim yang lainnya..ini adalah ayat yg sangat agung yang dengannya kita dikumpulkan ditempat ini. Agar kita senantiasa bersatu dibawah alquran untuk meninggikan kalimah allah.

  • Materi Kedua dari Prof dr mashitoh dengan judul materi “ Peran Wanita di Indonesia”

Perempuan sudah mulai punya andil jauh sebelum indonesia merdeka.tahun 1928 perempuan indonesia dikukuhkan dalam kongres wanita indonesia(KOWANI) yang berhimpun didalamnya 7 organisasi perempuan diantaranya Aisyiyah dan Alirsyad.

Peran perempuan tentunya sangat besar dalam membangun negara ini. Sehingga kita dijuluki sebagai Ibu bangsa. Peran itu ada yang bersifat publik maupun bersifat domestik. Ada yang terjun ke politik, pendidikan, sosial, majelis taklim, pengajian dll demi memperjuangkan lahirnya generasi-generasi yang terbaik untuk negrinya. Namun peran domestik tak bisa dipisahkan dari semua perempuan, ia sebagai istri dan ibu yang siap selalu berjuang mendampingi dan mendidik mereka menjadi pemimpin dimasa depan. Sehingga kita semua berkumpul dari masing-masing ormas yang berbeda, gerakan dan majelis taklim semua punya tujuan yang sama dalam memperjuangkan Islam. Salam Ukhuwah ( KR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here