Muslimahwahdah.or.id – Dengan mengusung tema “Merangkai Cinta dan Estafeta Perjuangan Kita”, Muslimah Wahdah mengadakan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Muslimah Wahdah 2022, Selasa (22/11/2022) bertempat di Hotel Maxone.

Kegiatan yang juga dilaksanakan secara hybrid ini diikuti ribuan peserta Muslimah Wahdah seluruh Indonesia. Berkesempatan hadir pula secara virtual Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ust.Dr. H. Muh.Zaitun Rasmin, Lc, M.A

Pada kesempatan Silatnas ini, Ustadz Zaitun membawakan materi penguatan kepada peserta Muslimah Wahdah yang bertajuk Menengok jejak Muslimah Wahdah  dibalik sejarah perjuangan Wahdah Islamiyah. 

Awal sambutannya Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masa Khidmat 2020-2025 ini berharap agar Silatnas bisa lebih memperkuat ukhuwah agar cita-cita tertinggi dapat dicapai. “Semoga semakin memperkuat ukhuwah akhwat. Agar barisan kita makin kuat  dan untuk mewujudkan cita cita tertinggi kita, tegakan agama Allah di muka bumi ini,” ujarnya.

Menengok sejarah adalah salah satu hal penting agar dapat mengambil pelajaran dan nilai-nilai dari peristiwa itu. Meski berbagai fitnahan yang terus menghadang Wahdah Islamiyah, namun tak gentar dan terus fokus untuk perbaikan umat.

Keberadaan Wahdah Islamiyah sendiri berangkat dari beberapa poin nilai penting.

Ustadz menjelaskan kehadiran lembaga ini sebagai wujud kesadaran untuk berislam, kesadaran memperjuangkan dengan apapun yang terjadi, kesadaran berjamaah dan ukhuwah, kesadaran menuntut ilmu syar’i dan memperkuat taqwa.

Nilai-nilai ini juga hadir seiring dengan perjalanan dakwah pada Muslimah Wahdah. “Muslimah Wahdah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari nilai nilai ini,” ujar Ketua Ikatan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara ini.

Nilai-nilai ini kemudian menjadi modal untuk menghadapi tantangan zaman dan mengajak semua peserta Silatnas untuk terus pertahankan nilai-nilai ini.

“Mari perkuat iman, ilmu, ukhuwah, pengorganisasian kita dan keahlian kita di setiap bidang dan posisi kita masing-masing. Semoga Allah memberikan rahmat dan taufik, istiqomah dalam keadaan diridhai oleh Allah,” ujarnya menutup materi.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here