Sejumlah korban gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) masih menunggu dan menumpuk di Bandara Sis Aljufri untuk diberangkatkan ke Makassar, Rabu (3/10/2018). Hal ini langsung di tanggap serius oleh TIM muslimah peduli dengan mengunjungi beberapa korban. Sekitar 13 Korban beserta keluarga yang dikunjungi di lokasi yang berbeda. Hal ini di koordinasi tentunya oleh Departemen Sosial Muslimah Wahdah Islamiyah Ummu Iffah Thahirah.

Dalam kunjungan Tim Muslimah Peduli , Seorang korban yang berhasil dievakuasi ke Makassar, Nadira  mengatakan, sejumlah warga ingin meninggalkan Palu, sudah beberapa hari menunggu. Namun yang diprioritaskan hanya ibu-ibu dan anak-anak. Meski sempat menunggu dua hari terakhir, namun Nadira  mulai lega lantaran sudah sampai di Makassar dengan menggunakan pesawat Herkules milik Lanud Sultan Hasanuddin.” Rasanya saya sudah tak ingin kembali ke Palu “ demikian ucanya dengan aura muka yang datar dan menyirat trauma. Beliau juga menceritakan perihal tsunami yang menghantam pantai dihari itu “ sebenanya 30 menit sebelum kejadian  saya izin dari  musyawarah di Muslimah Wilayah menuju ke pantai karena  disana ada rekan bisnis nya yg minta coklat dijual di acara Tomoni, tapi karena  ada janjiaan di tempat lain jadi saya hanya menyimpan motor di pantai, qadarallah  beberapa saat tsunami langsung datang menghantam  dan menghanyutkan semua. Demikian ukh. Nadira menceritakan. InsyaaAllah kedepan Tim Muslimah peduli akan terus berkhidmat untuk ummat ( U2)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here