Bulan Suci Ramadan 1442 H sebentar lagi akan tiba. Umat Islam di seluruh dunia tentu sudah merindukan hadirnya bulan suci penuh keberkahan. Ramdahan menjadi istimewa jika disambut dengan persiapan yang matang. Meski dalam kondisi pandemi, Muslimah Wahdah Wilayah (MWW) Sulsel tetap optimis membekali para muslimah takwiniyah dengan melaksanakan Daurah Ramadhan Muslimah (DRM) se Sulsel sebagai bentuk iqamatul hujjah. Ahad (21/3/2021).

Ketua Muslimah Wahdah Wilayah Sulsel, Ustadzah Luthfah Djabrud, S. Si., menyampaikan bahwa, ini merupakan cara MWW Sulsel dalam memberi bekal menyambut ramadhan. Beliau berharap kegiatan DRM menjadi momentum untuk merasakan kerinduan terhadap keindahan ramadhan.
“Saya berharap kita tidak hadir di sini untuk orang lain, tapi kita ingin sekali bahwa diri kita dulu yang menanamkan kerinduan dan kecintaan pada bulan ramdhan dan memperbaiki amal-amal sholeh kita sebelum memasuki ramadhan, allahumma ballighnaa ramadhan.” ungkapnya ketika membuka DRM takwiniyah secara resmi.

Ketua Muslimah Wahdah Pusat (MWP), Ustadzah Harisa Tipa Abidin, S. Pd.I., menyampaikan bahwa, kegiatan DRM akan menjadi momen awal untuk memfokuskan diri dengan landasan ilmu untuk menjalankan aktifitas yang diperintahkan Allah dalam Al Quran, sehingga menjadi iqamatul hujjah di hadapan Allah sebagaimana asas bagi orang-orang beriman, al ‘ilmu qabal qaulu wal ‘amal.
“Kegiatan ini bukanlah sekedar kegiatan yang menjadi ceremony bagi internal kita, akan tetapi izinkan kegiatan ini menjadi bagian dari iqamatul hujjah, penegakan hujjah kita, penegakan tanggung jawab kita di hadapan Allah,” tegasnya ketika mengawali materi.

Mengangkat tema ‘Ramadhan Refleksi Kebersamaan,’ 3000 peserta muslimah antusias menyimak dari 3 line zoom meeting.

Meski digelar secara virtual, peserta tetap bersukacita mengikuti kegiatan hingga akhir. Ternyata pandemi menempa mereka untuk tidak menyerah, justru melahirkan muslimah yang militan. Terlihat salah satu usaha peserta yang berhasil dipantau panitia, ketika kesulitan mendapatkan sinyal di puncak gunung borong buah ranaloe, berjalan kesana-kemari hingga akhirnya mendapatkan sinyal di dahan pohon.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here