Tarakan, Ahad, 6 Januari 2019 , Unit Pembinaan dan pengembangan Tahfidzul qur’an (P2TQ ) Muslimah Wahdah Daerah Tarakan kembali membuka awal Tahun 2019 dengan mengadakan Dirosa Gabungan. Kegiatan ini merupakan agenda rutin lembaga/unit tersebut.


Acara Dirosa Gabungan kali ini dilaksanakan di salah satu Ruang Serbaguna Islamic Center Masjid Baitul Izzah. Masjid ini merupakan mesjid terbesar yang ada di Kota Tarakan dan merupakan Masjid tempat diadakannya berbagai aktifitas keislaman dari masing-masing Ormas yang ada di Tarakan. Salah satunya Ormas Wahdah Islamiyah. Sebelum keseruan berlangsung, acara dibuka oleh beberapa sambutan, salah satunya sambutan dari Ketua Muslimah Wahdah Tarakan yaitu, ustadzah Helda Mustika atau akrab disapa Ummu Ahmad. Selain menyampaikan kegembiraan beliau atas antusias para peserta Dirosa yang hadir dari segala penjuru Tarakan, beliau juga menyampaikan harapan agar kedepannya para peserta mau terjun langsung berpartisipasi mengajarkan Dirosa karena banyaknya permintaan dari muslimah di Kota Tarakan dalam hal pengajaran baca al quran.


Lanjut pada acara inti yang dirangkai dengan beberapa lomba. Salah satunya lomba yel-yel. Pemenangnya jatuh pada sekelompok ibu berseragam merah marun yg tinggal di atas pegunungan yang cukup jauh dari perkotaan. “Bismillah, kami istri sholeha, senantiasa bermujahadah, walau sibuk tetap Dirosa karena takut dosa di dunia fana, di akhirat jadi pembela, boleh Bah!!! Takbir, Allahuakbar…”. Belum lagi yel-yel Remaja Sholeha yg mewakili remaja lainnya mengungkapkan rasa “lebih baik dirosa, daripada pacaran karena itu hal yg sia-sia”. Acara penuh dengan canda dan tawa karena para peserta berani tampil dengan berbagai macam yel-yel versi halaqah mereka masing-masing. Setelah lomba yel-yel selesai kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh sekertaris Muslimah Wahdah Wilayah Kalimantan Utara yaitu ustadzah Dewi Sartika dengan tema ” “Agar Al qur’an Bisa Menjadi Syafaat Kelak di Akhirat”. Setelah penyampaian materi selanjutnya kegiatan lomba kembali berlangsung yaitu lomba rangking satu dan tadarrus. Tujuan dari lomba ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman peserta dalam hal membaca al quran dengan tepat.


Dirosa gabungan kali ini cukup istimewa, karena peserta didominasi oleh pelajar yang mewakili salah satu sekolah di Kota Tarakan yaitu Smk Kesehatan Tarakan. Ini artinya Dirosa sudah mulai berkembang karena menjadi salah satu agenda sekolah dimana mereka ingin menjadikan generasi mereka generasi yg cinta Alquran. Sebab agenda ini didukung langsung oleh Kepala Sekolah mereka. Semoga Dirosa yang ada di Tarakan semakin berkembang, mampu memenuhi minat para muslimah di Kota Tarakan dan menjadikan muslimah Tarakan menjadi muslimah yang cinta Al Qur’an.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here