MAKASSAR – Viralnya pemberitaan mengenai virus corona tidak saya membawa efek kesehatan namun kemudian membawa efek sosiologis bagi publik. Tidak sedikit publik yang merasa ketakutan sehingga over acting dalam menyikapi informasi yang berkembang, namun juga ada sebagian publik yang terlalu santai melihat fenomena ini dengan mendasarkan pada dalil agama mengenai takdir, yang sebenarnya bukannya salah namun tidak tepat secara kontekstual untuk melihat situasi sekarang ini.

Ketakutan merupakan hal yang lumrah, yang penting kemudian adalah bagaimana mengelola ketakutan tersebut secara proporsional (cerdas) untuk memperoleh informasi yang tepat dan benar. Yang penting adalah hendaknya segala himbauan bisa diindahkan secara kolektif, karena berbicara mengenai virus corona bukan hanya menyangkut persoalan privat (diri sendiri) namun juga persoalan keselamatan bersama, ucap ketua muslimah wahdah.

Perkuat imun dan iman, demikian tagline yang selalu digaungkan oleh ketua muslimah wahdah islamiyah kepada seluruh jajaran pengurus maupun kadernya. Dukungan terhadap para korban, relawan hingga tenaga medis juga aktif dilakukan dalam bentuk logistic dan support spiritual. Salah satunya adalah dengan membagikan buku dzikir pagi petang kepada para tenaga medis di Rumah Sakit Unhas gedung EF jalan perintis kemerdekaan.

Baca juga http://muslimahwahdah.or.id/jelang-psbb-muslimah-wahdah-tanggap-corona-berbagi-masker-pada-masyarakat-kota-makassar/

Sebanyak 20 buku Dzkir pagi petang diterima langsung oleh kepala instalasi rawat inap RS.Unhas, dokter Maulina. Ucapan terima kasih disampaikan seraya permohonan support mental terus dilakukan oleh muslimah wahdah islamiyah kepada para tenaga medis. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here