Pada hari Ahad (14/04/2019) Unit P2TQ Muslimah Wahdah DPD Wahdah Islamiyah Palu mengadakan Tasyakuran Dirosa (Pendidikan Al-Qur’an Khusus Orang Dewasa) angkatan 1. Tasyakuran ini untuk mengapresiasi muslimah kota Palu yang telah menyelesaikan bimbingan belajar Dirosa selama kurang lebih 3 bulan.

Dalam kegiatan ini dengan spesial menghadirkan, Irmawati, S.P.I (Istri Pak Hidayat – Walikota Palu) selaku Ketua Penggerak PKK Kota Palu untuk memberikan sambutan dan sekaligus membuka Tasyakuran Dirosa dengan tema Kujemput Hidayahku dengan Al-Qur’an yang dihadiri oleh 390 lebih peserta wisudawati Dirosa.

“Kami atas nama pemerintah kota Palu sangat mengapresiasi program yang dijalankan oleh Muslimah Wahdah Palu dimana program (Dirosa) ini turut membantu salah satu program kerja pemerintah kota Palu dalam memberantas buta aksara terhadap Al-Qur’an. Kami harapkan kepada masyarakat kota Palu khususnya Ibu-ibu dapat merasakan nikmatnya membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya.” Ujar Bu Irmawati saat memberikan sambutannya. Beliau juga mengatakan bahwa pemerintah kota Palu punya program pengajian yang rutin diadakan sekali dalam sebulan.

Baca juga http://muslimahwahdah.or.id/kampanye-halaqah-quran-di-tasyakuran-dirosa-xiv-gowa/

Hal yang menarik juga dalam kegiatan Tasyakuran ini, yaitu kehadiran Ustadzah Harisa Tipa Abidin, S.Pd.I atau yang akrab disapa Ummu Kholid selaku Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat, menjadi pengisi materi para wisudawati Dirosa.

“(Segi medis) satu diantara hikmah membiasakan membaca Al-quran adalah menerapkan treatment yang bermanfaat bagi penderita darah tinggi dan kolesterol. Karena dalam rongga lidah terdapat banyak syaraf. Apabila membaca sesuai makhrojnya (tempat keluarnya huruf). Maka kita sedang melakukan gerakan pada rongga mulut dan lidah.” Ujar Ustadzah Ummu Kholid saat berbicara tentang hikmah dari Al-Qur’an.

Selain dari segi medis, Ustadzah Ummu Kholid juga menyampaikan bahwa hikmah membaca Al-Qur’an adalah agar mendapat pahala dan kelak menjadi syafaat di hari akhir. Bahkan seseorang yang kita sayangi pun tidak akan bisa memberikan syafaat tersebut. Dan Ummu Kholid berpesan agar muslimah atau peserta membiasakan diri berdzikir dan membasahi lisannya dengan membaca Al-Qur’an ditengah aktifitasnya.

“Alhamdulillah, saya sangat merasa bahagia. Wisuda kali ini sangat beda dari wisuda S1 dan S2, karena wisuda kali ini membawa berkah hingga akhirat. Saya lebih tahu makhrojul huruf, lebih indah (nadanya) dalam mengaji dan mulai mengajarkannya pada teman dan keluarga saya.” Ujar salah satu peserta setelah selesai wisuda Dirosa.

Di akhir acara, para peserta menerima sertifikat wisuda tamatan belajar Dirosa dan pembagian hadiah serta di tutup dengan sesi foto bersama para wisudawati Dirosa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here