Demi Menumbuhkan Militansi, Muslimah Wahdah Wilayah Sulsel Gelar Kajian Pengurus Jelang Akhir Masa Kepengurusan

Keluarga adalah miniatur umat yang menjadi sekolah pertama bagi manusia. Jika keluarga baik, baiklah sebuah negara. Maka militansi dalam dakwah ini harus dibangun dan dipupuk dengan kokoh terlebih dahulu dari dasarnya yaitu keluarga.

Demi menumbuhkan militansi, Muslimah Wahdah Wilayah (MWW) Sulsel adakan kajian pengurus dengan tema, “Meningkatkan Militansi Dakwah dalam Keluarga dan Pembinaan Ummat.” Menghadirkan pengurus MWW se-Sulsel, secara daring. Jum’at, (24/9/21).

Ketua Muslimah Wahdah Wilayah Sulsel, Ustazah Luthfah Djabrud, S. Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus.

“Betapa saya sangat bersyukur memiliki antunna semua yang tidak hentinya memberikan khidmat dalam perjuangan ini. Muncul atau tidak, terlihat wujudnya, perannya ataupun hanya nampak di balik layar saja. Saya selaku Ketua MWW mengucapkan jazakunallahu khairan telah memberikan kontribusi yang besar pada dakwah ini,” ungkapnya.

Beliau juga menyampaikan alasan memilih militansi menjadi tema dalam kajian pengurus tersebut.

“Persoalan militansi menjadi hal yang sangat mahal hari ini, kita diminta bisa survive dalam dakwah di keluarga dan dalam dakwah di lembaga, tentunya militansi adalah kunci dari dakwah ini,” ujar Ustazah Luthfah.

“Melalui khidmat kita, inilah yang membuat kami mengaung minta persoalan militansi ini diusung. Semoga kajian ini, bisa menguatkan shaf kita kembali, menguatkan militansi kita, apalagi hari ini persoalan militansi bukan persoalan yang mudah,” tegasnya.

Wakil Ketua Muslimah Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustazah Hj. Nur Amsi Mahmud, S. Pd, menyampaikan bahwa kehadiran pengurus dalam perjuangan adalah bentuk militansi yang harus dikuatkan. Beliau menjelaskan bahwa militansi adalah gairah, semangat dalam berjuang di mana saja.

“Kita membangun militansi di mana saja kita berada. Di rumah, di luar, di mana-mana kita berjuang,” ujar Ustazah Hj. Nur Amsi.

Selain itu, Ustazah Nur Amsi menambahkan, hal yang paling prinsip yang perlu diketahui oleh para pengurus adalah mengenal kunci kebahagiaan keluarga.

“Ibarat Islam ini seperti bangunan, maka Islam juga memiliki struktur inti dalam bangunan itu. Kapan intinya tidak dijaga, saya khawatir kita bisa gagal dalam kehidupan,” ungkapnya penuh semangat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here