Beranda blog

Muslimah Wahdah Islamiyah Wilayah Sulawesi Selatan Sukses gelar Mukerwil VI

0

Muslimah Wahdah Islamiyah Wilayah Sulawesi Selatan menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) VI melalui video conference via zoom, sabtu-ahad (23-24/01/2021), pukul 08.00-17.00 WITA.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Pengurus Muslimah Wahdah Wilayah se-Sulawesi Selatan, perwakilan Muslimah Wahdah Daerah se-Sulawesi Selatan, beserta tamu undangan dari Muslimah Wahdah Pusat. Mukerwil VI ini mengusung tema “Mengokohkan Peran Muslimah Wahdah Islamiyah Sulawesi Selatan dalam Mengatasi Persoalan Ummat dan Bangsa”

Agenda yang dibahas adalah laporan pelaksanaan kegiatan tahun 2020 serta rencana program kerja dan anggaran tahun 2021.

Dalam pembukaan Mukerwil, Ustadzah Lutfah Djabrud. S. Si., selaku ketua Muslimah Wahdah Wilayah (MWW) Sulawesi Selatan menyampaikan, bahwa Mukerwil ini adalah ajang untuk kita merumuskan program dan agenda strategis di tahun 2021 sehingga kita benar-benar bisa berperan mengatasi persoalan umat dan bangsa.Tantangan kita dengan adanya pandemi ini diharapkan semua pengurus dan SDM kita sehat dan kuat secara mental maupun fisik. Beliau berharap kader dan pengurus tidak abai untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam berbagai aktifitas dakwahnya karena itu akan menjadi contoh nyata di masyarakat. Termasuk beliau juga menyinggung bagaimana semua kader utamanya pengurus memperhatikan pondasi keluarga karena keluarga adalah pendukung yang sangat dibutuhkan dalam dakwah kita ke depan.

Sebagai penutup, panitia kemudian mengumumkan pemenang lomba virtual pembuatan video kantor dari tiap MWD, lomba video, dan puisi. Lomba ini adalah kegiatan pra Mukerwil VI yang disambut antusias oleh seluruh Muslimah Wahdah Islamiyah se-Sulawesi Selatan.

Diadakannya Lomba ini tentunya selain untuk menyemarakkan Mukerwil juga ingin memupuk ukhuwah antar pengurus. Mengingat pernyataan dari ketua MWW Sulawesi Selatan, “Ukhuwah adalah Warisan berharga masa awal Islam. Jamaah tidak akan kuat tanpa ukhuwah. Kalau saja kepengurusan ini tidak menyisakan kesan yg baik selain ukhuwahnyanya saja, maka semoga ini menjadi warisan yang berguna bagi masa depan perjuangan ini.”

Muslimah Wahdah Peduli Salurkan Logistik ke Sulbar

0

Bencana Gempa yang terjadi pada Jumat (15/1) dini hari dengan kekuatan magnitudo (M) 6,2 mengakibatkan banyaknya bangunan yang rusak. Sejak hari pertama kejadian gempa, Muslimah wahdah peduli melalui WIZ (Wahdah Inspirasi Zakat) telah mengirimkan sejumlah bantuan logistic kepada korban bencana. Ustadzah Ummu Iffah Thahirah selaku Ketua Muslimah Wahdah Peduli mengutarakan bahwa, “kami akan terus memantau dan berupaya semaksimal mungkin mengumpulkan logistic dari para muhsinin baik itu dari Kota Makassar maupun di berbagai kota lainnya untuk bersama-sama menyalurkan kepada korban terdampak, semaksimal yang kami mampu”

Muslimah Wahdah Peduli juga senantiasa berkoordinasi dengan Muslimah Wahdah di Sulbar guna mengupdate kondisi dari korban dan keadaan di sana. Adapun bantuan darurat logistic pada penyaluran pertama yang telah dikirimkan berupa makanan siap saji, sembako, perlengkapan mandi, popok bayi, hygine kit, obat-obatan, pakaian dan selimut, suplemen vitamin dan masker.

“Pada tahap selanjutnya InsyaaAllah Muslimah wahdah Peduli akan terus berkoordinasi dengan tim guna merangkum kebutuhan-kebutuhan dari para korban terdampak bencana di Sulbar dan juga sebagai upaya untuk melayani Ummat”, demikian Ummu Iffah Thahirah menambahkan.

Panduan Syar’i Ketika Mendengar Kabar Musibah Seperti Bencana Gempa atau Pesawat Jatuh

0

Baru-baru kita dikejutkan dengan berita jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dan juga bencana gempa bumi. Berbagai komentar dan sikap yang menunjukan rasa sedih dan belasungkawa atas musibah itu. Hal yang wajar ketika kesedihan itu datang, selama masih dalam kontrol dan koridor tuntunan syariat. Islam telah mengajarkan kita adab dan etika ketika mendengarkan suatu musibah, di antara adab-adab tersebut adalah:

  1. Mengucapkan kalimat isrtirja’ (Innaa lillahi wa innaa ilaihi rajiun).
    “orang-orang yang sabar yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillahi wainna ilaihi rajiun (sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada Dia jualah kita akan kembali).” [QS. Al Baqarah:156].
  2. Meyakini bahwa semua itu adalah takdir Allah, dan Dia berbuat apa saja yang Ia kehendaki. Rasulullah bersabda: “Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: “Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.” Akan tetapi hendaklah kau katakan: Qodarullah wa maa-syaa-a fa’ala (Ini sudah jadi takdir Allah dan setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi).” [HR Muslim].
  3. Ketika melihat musibah itu, baik secara langsung atau melalui media elektronik, memuji Allah yang tidak memberinya musibah tersebut. Rasulullah bersabda: “Siapa yang melihat suatu musibah lalu ia ucapkan: Alhamdulillahilladzi ‘afani mimmabtalaka bihi, wa faddhalani ‘ala katsirin mimman khalaqa tafdhila (Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan benar-benar memuliakanku dari makhluk lainnya”), maka ia tidak akan tertimpa musibah seperti itu” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
  4. Mengirimkan ucapan belasungkawa (takziah) kepada orang yang tertimpa musibah. Misalnya dengan mengucapkan: “Semoga keluarga yang ditinggal dianugerahkan kesabaran”, dan kata-kata semisal yang tujuannya memberikan motivasi agar orang yang tertimpa musibah dapat tegar dan tabah menghadapi musibah tersebut. Dan jika orang yang meninggal dalam musibah tersebut seorang muslim maka didoakan agar diampuni segala dosanya dan dimasukkan ke surga. Adapun jika orang yag meninggal dalam musibah itu non muslim, maka tidak boleh didoakan untuk diampuni dosa-dosanya dan dimasukan ke surga. Karena Allah telah melarang hal tersebut dalam firmanNya:

    “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” [QS. At Taubah:113]. Dan ucapan Rasulullah kepada pamannya, Abu Thalib, yang menjadi sebab turunnya ayat di atas: “Demi Allah, aku akan memintakan ampun untuk mu selama aku tidak dilarang”, lalu turunla ayat di atas (sebagai syariat bagi ummatnya). [HR. Bukhari dan Muslim]. Dan sabda beliau: “Aku minta izin kepada Tuhanku untuk memintakan ampun bagi ibuku namun aku tidak diberi izin, dan aku meminta izin untuk menziarahi kuburnya, maka aku diizinkan” [HR. Muslim]. Imam Nawawi berkata: “Adapan menshalati (jenazah) orang kafir dan mendoakan ampun baginya, hukumnya haram menurut Al Qur’an dan Ijma’ (ulama)”. [Al Majmu’: 5/119].

Penulis: Ust. Aswanto Muhammad Takwi, Lc., M.A

Geliat Tim Dokter Muslimah Wahdah Berikan Edukasi Covid-19

0

Muslimah Wahdah Islamiyah (MW) menggelar daurah online berbasis web (Webinar) bertajuk “Refleksi Diri: Krisis Covid-19 dan Adaptasi Hidup Baru” sebagai bagian partisipasi dalam upaya mencegah penyebaran virus corona.
Daurah dibuka oleh Ketua Departemen Kesehatan, Olahraga, dan Lingkungan, Syamsi Asni Makmun, Jumat, (1/1/2020)

“Kegiatan daurah cegah covid-19 dari rumah merupakan bentuk kepedulian MW terhadap pandemi yang sedang terjadi di Indonesia sekaligus untuk mengambil peran dalam hal penanganan Covid -19,” katanya.

Menurutnya, MW sejauh ini telah melakukan sejumlah upaya untuk mencegah penularan virus covid-19. Diantara yang sudah dilakukan yakni, pembentukan Tim Peduli Covid-19, edukasi melalu webinar serta membuka donasi untuk para medis dan juga masyarakat di sekitar yang terdampak dan mengalami permasalahan ekonomi, termasuk membantu mereka yang membutuhkan uluran tangan.

Kegiatan ini di inisiasi oleh Tim Dokter dan Edukasi Muslimah Wahdah. Daurah online ini juga turut menghadirkan para narasumber dari kegiatan penanganan Covid-19 dan para ahli di bidang kesehatan. Turut hadir yaitu: dr. Hasniwati Nasri materi Mengenal Covid-19 Dan Perjalannya Hingga Hari Ini; dr. Nurhidayah Asjuh, Sp.PD, M.Kes materi Mekanisme Penularan dan Upaya Pencegahan Covid-19; dr. Mariani Rasjid HS, Sp.P materi Penatalaksanaan Covid-19; Dr.dr.Ida Royani materi Mengenal System Daya Tahan Tubuh & Potensi Gizi Thibbun Nabawi sebagai solusi alternative dalam pola AKB; dr. Karmila, Sp.Gk materi Nutrisi dan Imunitas; dr. Juniarty naim materi Herd Immunity dan Vaksinasi; dr. Muhyina Nur materi Mengenal Adaptasi Kebiasaan Baru; dr. Aztiah materi 3 M Sebagai Aspek Utama Adapatasi Ekbiasaan Baru; dr. ismarina Mandan, Sp.KJ, M.Kes materi Kesehatan Mental Di Tengah Pandemic Covid-19; dr. Isna Tirtawati materi Konsep Kesehatan dalam Islam; dr. Darma Syanty, Sp.OG, K.Fer materi Penanganan Covid-19 Pada Kondisi Khusus Hamil Dan Menyusui, Anak-Anak dan pasien dengan penyakit penyerta.

Daurah Covid berlangsung selama dua hari dari tanggal 1-2 Januari 2020 yang dihadiri oleh 2000-an peserta.

Awali 2021, Muslimah Wahdah Pusat Edukasi Covid-19 Kepada Ribuan Muslimah

0

Memasuki awal tahun baru 2021, tingkat kasus pandemi virus Covid-19 tak memerlihatkan penurunan bahkan semakin bertambah. Tercatat sudah 700 ribu orang yang positif terpapar kasus Covid-19. Berdasarkan hal Muslimah Wahdah Pusat bersama Wahdah Tanggap Corona mengadakan Daurah Covid-19 secara virtual, Jum’at-Sabtu (1-2/1/2021).

Dengan mengusung tema “Refleksi Diri : Crisis Covid-19 dan Adaptasi Hidup Baru, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pengetahuan, sikap dan perilaku yang benar dalam menghadapi pandemi ini. Selain itu, daurah ini untuk memberitahykan kepada peserta bahwa konsep kesehatan islam adalah salah satu alternatif dari pencegahan kasus Covid-19.

Menghadirkan dokter-dokter yang berkompeten dari Ikatan Dokter Muslimah, ratusan peserta diberikan materi berupa pengetahuan Covid-19 yang benar, konsep herd immunity dan vaksin, pola adaptasi kehidupan baru, konsep kesehatan islam dan penanganan Covid-19 pada penanganan khusus.

Salah satu pemateri, dr. Hasniwati Nasri yang membawakan materi “Mengenal Covid-19 dan Perjalanannya
Hingga Hari Ini” menyampaikan bahwa penderita yang terlanjut terpapar jangan berkecil dan terus berprasangka baik kepada Allah. “Menderita Covid-19 bukanlah aib, melainkan takdir dari Allah,” ujarnya.

Syamsi Asni Maknun selaku Ketua Departemen Kesehatan Olahraga dan Lingkungan Hidup Muslimah Wahdah Pusat memberikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada tim dokter yang telah memberikan edukasi dalam kegiatan ini. ” Terima kasih kepada tim dokter Muslimah Wahdah yang juga anggota dari Ikatan Dokter Muslimah Wahdah yang sudah berjibaku menyiapkan materi untuk daurah hari ini,” tutur Ummu Hasan sapaan akrabnya

Wahdah Islamiyah Punya Peluang Kembangkan Ekonomi Digital

0

Musyawarah Kerja Nasional Wahdah Islamiyah memasuki hari kedua, Sabtu (26/12/2020). Selain membahas evaluasi dan rancangan program kerja setahun ke depan, Mukernas juga diisi dengan ceramah umum terkait ekonomi digital.

Di masa pandemi saat ini, kebutuhan akan dunia digital begitu meningkat karena semua kegiatan yang tadinya secara tatap muka terpaksa melalui daring. Saat seperti inilah menjadi momentum untuk mengembangkan ekonomi digital. Meminjam ungkapan dari Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustad Zaitun Rasmin bahwasanya “Wabah menjadi rahmat bagi orang yang beriman.” Sehingga pandemi ini bisa dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin khusunya pengembangan ekonomi digital.

Menghadirkan H Lutfi Adhiansyah, Chief Executive Officer (CEO) dan Founder PT Ammana Fintek Syariah. Ammana adalah platform syariah pertama yang diakui oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Lutfi dalam ceramah umumnya membagikan beberapa pengetahuan baru kepada peserta Mukernas baik terkait peluang ekonomi kreatif, peran dan tantangan digitalisasi bagi pengembangan usaha dan perkembangan fintek di Indonesia.

Pengembangan ekonomi digital tentunya sangat erat kaitannya dengan Fintek (Finansial Teknologi) berbasis syariah. Pengembangan ini tentu tidak dapat dipandang sebelah mata karena dapat memberikan efek penting ke depannya.”Ekonomi syariah jangan dianggap remeh,” ujarnya.

Sebagai salah satu Ormas Islam, Wahdah Islamiyah memiliki potensi yang luar biasa dalam pengembangan ekonomi digital. Salah satu potensinya karena memiliki anggota yang militan dan jaringan yang luas. “Organisasi memberikan manfaat salah satunya jaringan yang luas, jaringan ini bisa menjadi potensi ekonomi,” jelasnya.

Ke depannya Wahdah Islamiyah dapat mengembangkan Fintek dengan menjadi data point untuk para anggotanya. Organisasi dalam hal ini Wahdah Islamiyah terlebih dahulu melakukan kurasi dan mengumpulkan data anggota yang dapat dikembangkan usahanya ataupun mendata secara individu yang sekedar hanya ingin menjadi investor.

Pengumuman Parade Lomba Virtual Mukernas XIII Wahdah Islamiyah

0

LOMBA ARTIKEL MUSLIMAH

JUARA 1 – JUDUL ARTIKEL : Keluarga sebagai Madrasah Iman (Fitri Wahyuni – Makassar)

JUARA 2 – JUDUL ARTIKEL : Generasi Bermental Budak (Yaya el Fatih – Bone)

JUARA 3 – JUDUL ARTIKEL  : Penentu Karakter Pertama Adalah Keluarga (Nuraeni – Jambi Selatan)

LOMBA POSTER DAKWAH

JUARA 1 : Soraya – Makassar

JUARA 2 : Kria Dalmiati – Baubau

JUARA 3 : Fatihasari – Manado

LOMBA VIDEO DAKWAH

JUARA 1 : Rezky Hidayanti – Makassar

JUARA 2 : A.karyawati, S.Pd – Bone

LOMBA FOOD PHOTOGRAPHY

JUARA 1 : Nur Istiqamah Saleh – Makassar

JUARA 2 : Andi besse aisyah – Bone

JUARA 3 : Mutmainnah – Luwu Timur

LOMBA ADZAN

JUARA 1 : Ahmad Fahmi Rahman – Makassar

JUARA 2 : Abdullah azzam – Luwu Utara

JUARA 3 : Muhammad ibrahim – Gowa

LOMBA CERAMAH PENDEK

JUARA 1 : Ashabi Nur – Pinrang

JUARA 2 : Radhatul Aisyah – Luwu

JUARA 3 : Yahya al Jumfy – Muna

LOMBA HAFAL HADIST

JUARA 1 : Nur Farzana AlBarqi – Jambi

JUARA 2 : Muhammad Al Ameer bin Zubair – Bandung

JUARA 3 : Afiqo Fasihah Syarif – Makassar

Silakan menghubungi call center Humas Muslimah Wahdah untuk info selanjutnya (+62 823-4920-1450)

Ketua MPR RI Jadi Pembicara di Webinar Kebangsaan yang Digelar Wahdah Islamiyah

0

Ketua MPR RI H.Bambang Soesatyo, S.E.,M.B.A menjadi pembicara dalam Webinar Kebangsaan yang digelar oleh Wahdah Islamiyah pada Sabtu (26/12/2020). Webinar bertajuk “Mengokohkan Wawasan Kebangsaan dalam Menghadapi Persoalan Umat dan Bangsa” ini diikuti oleh ribuan peserta melalui Zoom meeting dan Live Streeming.

Rangkaian Mukernas XIII Wahdah Islamiyah ini berhasil menarik perhatian peserta dengan tema yang luar biasa serta menghadirkan tokoh-tokoh penting di Indonesia. Selain Ketua MPR RI, Webinar Kebangsaan kali ini menghadirkan Anggota DPD RI Bapak H.Tamsil Linrung sebagai Pemateri, dan Ustad Dr.K.H.Muhammad Zaitun Rasmin,L.c.,M.A juga hadir sebagai pemateri. Tak hanya itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Bapak Dr.H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A.,M.B.A, hadir menjadi keynote speaker.

Bapak Ketua MPR RI di awal sambutannya menyampaikan harapan besar kepada Ormas Wahdah Islamiyah dalam memberikan manfaat kepada masyarakat, “Semoga penyelenggaraan mukernas ini dapat melahirkan keputusan yang penting setidak-tidaknya dalam dua aspek. Yang pertama, berikan kemanfaatan bagi pembangunan dan kemajuan Internal organisasi khususnya dalam mewujudkan visi organisasi yaitu menjadikan Ormas Islam yang eksis secara Nasional. Kemudian yang kedua, memberikan kemanfaatan secara eksternal bagi optimalisasi peran dan kontribusi Wahdah Islamiyah dalam membangun dan memajukan masyarakat, bangsa dan negara”, harapnya.

Ia juga sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan Webinar Kebangsaan ini mengingat banyak sekali persoalan-persoalan kebangsaan yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara karena kurangnya kepekaan kita.

Menyambung pembicaraannya, Beliau juga menegaskan bahwa saat ini, tingkat penyebaran Covid-19 di Indonesia masih sangat tinggi, maka Ketua MPR RI mengajak untuk bersama-bersama berkomitmen menjadi bagian dari solusi penanganan dampak pandemi dengan mensosialisasikan pentingnya menjaga protokol kesehatan dan membiasakan perilaku hidup bersih.

Menutup bahasannya Beliau meminta agar kader-kader Wahdah Islamiyah dan seluruh masyarakat khususnya para pemuda untuk meningkatkan dan memperkuat perhatian terhadap persoalan-persoalan kebangsaan, meningkatkan sumber daya manusia terutama dari aspek mental dan karakter bangsa, serta membangun wawasan kebangsaan

Tamzil Linrung : Umat Islam Harus Jadi Leading di Berbagai Sektor Kebangsaan

0

“Umat islam harus menjadi leading di berbagai sektor kebangsaan,” ujar Tamzil Linrung, salah seorang senator DPD Republik Indonesia.

Anggota DPD RI ini menjadi salah satunya pembicara dalam Webinar Kebangsaan yang dilaksanakan dalam rangka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XIII Wahdah Islamiyah, Sabtu (26/12/2020). Webinar kebangsaan yang mengangkat tema”Mengokohkan Wawasan Kebangsaan dalam Menghadapi Persoalan Umat dan Bangsa” ini jua dihadiri oleh H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A (Ketua MPR RI) dan Dr. H Sandiaga Salahudin Uno, BBA, MBA sebagai Keynote Speaker . serta Dr. KH Muhammad Zaitu Rasmin, Lc. MA.

Saat ini opini yang berkembang terkait wawasan keislaman yang jauh dan tidak memiliki wawasan kebangsaan menjadi awal pembahasan materi yang dibawakan oleh senator RI yang lahir di Pangkep ini. Pasalnya melihat kondisi carut-marut saat ini, peran ummat begitu terpinggirkan baik dalam pendidikan maupun ekonomi. Padahal Ekonomi ummat adalah ekonomi rakyat.

Dengan membawakan materi terkait “Wawasan Kebangsaan Menyatukan Anak Bangsa”, Tamzil mengatakan sudah saatnya ummat untuk berada dalam shaf jamaah yang berupaya meluruskan kiblat bangsa. Dengan mengutamakan persatuan, pengakuan terhadap pluralitas serta menjadi ummat yang wasathiyah. “Maka kiblat harus diluruskan,” ujarnya.

Tamzil juta menambahkan dalam materinya di depan ribuan peserta secara virtual bahwa ummat saat untuk mengatasi persoalan bangsa sangat perlu untuk menginternalisasi para ulama baik ketika memperjuangkan ataupun merawat kebangsaan. Solusi yang ditawarkan dalam materi Webinar kali ini ialah ummat islam harus menjadi leading dalam berbagai sektor kebangsaan. Selain itu, membangun kesadaran kebangsaan ummat dan mengembangkan kiprah sosial dan ekonomi secara inovatif dan inklusif. “Kerjasama dan dialog ummat adalah kunci keberhasilan suatu bangsa,” ujarnya.

Di Mukernas XIII Wahdah Islamiyah, Sandiaga Uno Siap Bangkitkan Ekonomi Umat

0

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Uno menjadi keynote speaker dalam webinar kebangsaan Mukernas XIII Wahdah Islamiyah yang digelar secara virtual melalui Zoom dan Live Streaming Youtobe pada Sabtu, (26/12/2020)

Webinar Kebangsaan ini juga turut menghadirkan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Anggota DPR RI Tamsil Linrung, dan Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmin serta mendapatkan antusiasme yang sangat besar dengan jumlah peserta 2.345 orang.

Dalam paparannya yang mengangkat tema “Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Bangsa Melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif” , Sandiaga menyampaikan bahwa webinar kebangsaan ini selaras dengan langkah WI yang selalu kokoh mendorong wawasan kebangsaan untuk ummat dan bangsa “Saya sudah mengenal lama dan mengikuti kiprah WI, WI selalu kokoh mendorong wawasan kebangsaan untuk ummat dan bangsa,” tuturnya.

Sandiaga sempat berbicara soal keadaan ekonomi Indonesia bahwa seluruh pihak tengah berjuang melawan Covid-19 yang berdampak besar pada berbagai sektor. Tak terkecuali pariwisata dan ekonomi kreatif, lanjutnya.

Suami Ibu Nur Asia ini melanjutkan dengan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wahdah Islamiyah selaku ormas yang siap berkolaborasi membuka peluang dalam bidang ekonomi “Ini adalah secercah harapan bagi kami karena WI siap untuk mendukung bangkitnya ekonomi kreatif, mari kita berkolaborasi untuk memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebab ekonomi ummat adalah ekonomi rakyat”, tutupnya.