Rabu, 10 Agustus 2022
Beranda blog

Kokohkan Pendidikan Paripurna, Muslimah Wahdah Adakan Temunas PTK Paud dan Workshop

0
Temunas Paud berlangsung secara hybrid di Maxone Hotel dan virtual Zoom, Jum’at (29/7/2022)

Tantangan terhadap anak-anak di era digital saat ini kian butuh perhatian, tidak hanya dalam hal pengetahuan semata namun juga etika dan keterampilan. Begitulah yang dituangkan Wahdah Islamiyah dalam mewujudkan pendidikan paripurna, ketika seorang anak didik punya akhlak yang baik, jasmani dan fisik yang baik, batin yang bersih, kecerdasan akal dan kepedulian terhadap seseama.

Melalui Temu Nasional (Temunas) PTK Paud dan Workshop Kurikulum Paud ini diharapkan para pendidik kompeten dalam merancang perencanaan pembelajaran dan assesmen dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid via Zoom dan Hotel Maxone, Jum’at-Ahad (29-31/7/2022) dan dihadiri oleh guru dan kepala PAUD seluruh Indonesia.

Temunas sendiri yang berlangsung, Jumat (29/7/2022) hadir sebagai pemateri Ustadzah Zelfia Amran, S. IP. MM. M.Sos membawakan materi terkait “Menguatkan peran PTK Paud dalam menghadapi tantangan global di bidang pendidikan”. Dosen Ilmu Komunikasi UMI ini berpesan kepada para peserta agar bagaimana memberikan pembelajaran yang menyenangkan kepada anak didik. “Anak-anak semakin kita luwes, semakin mudah menampakkan kecerdasan,” ujarnya dihadapan peserta.

Ustazah Harisah Tipa Abidin, Ketua Muslimah Wahdah Pusat yang turut hadir pula dalam kegiatan Temunas ini mengajak semua anggota yang berhubungan dengan PAUD agar menyatukan barisan untuk menghadapi tantangan ini. “Tidak bisa kita uraiakan tantangan mereka. Tidak ada yang bisa membimbing tangan mereka, menuntun lisan mereka, kecuali dengan jiwa yang lurus. Kalian semua muslimah pilihan dan ditakdirkan oleh Allah untuk datang bergabung dengan pendidikan usia dini, di tangan kalian kami menitipkan masa depan anak-anak kita,” ungkap di Hotel Maxone, Jumat (29/9/2022).

Jangan Jadi Anak Muda Sibuk tapi Produktif

0
Ratusan muslimah padati Gedung Lestari 45 dalam Talkshow Muslimah secara luring, Ahad (31/7/2022)/dokumentasi kegiatan.

“Jangan jadi anak muda yang sibuk, tapi jadilah anak muda yang produktif” inilah yang dikatakan Sherly Annavita Rahmi, motivator millenial dan konten kreator ketika hadir memberi luapan semangat kepada ratusan muslimah pada acara Talkshow Muslimah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tadribuddaiyah Muslimah Wahdah Pusat dan mengangkat tema tentang Lifestyle Generasi Muslimah di Era Digital, Ahad (31/7/22).

Menurut Sherly anak muda haruslah produktif, bukan hanya sekadar sibuk. Sibuk itu tak memiliki tujuan. Kalau produktif sebaliknya, memiliki tujuan yang akan mengarahkan tenaga dan pikiran menuju ke tujuan tersebut.

Lebih lanjut wanita berdarah Aceh ini, seorang anak muda harus memikirkan ke depannya akan seperti apa. Jangan mau didesainkan masa depannya oleh orang lain. Sherly juga memberi tips agar muslimah tidak insecure. Biasanya muslimah yang insecure itu karena tidak mengenali kelebihannya dan sering mengeksploitasi kekurangannya. Nah agar tidak insecure, maka muslimah harus mengenali potensi atau kelebihannya.”Anak muda harus mengenali potensinya dan berusaha memaksimalkan potensi itu. Jangan insecure,” tukasnya.

Talkshow Muslimah ini diadakan secara hibrid. Kegiatan luring di Gedung Lestari 45, Jl.Urip Sumoharjo Makassar dan daring melalui aplikasi zoom meetings. Peserta yang mengikuti secara daring terdiri dari peserta dari Makassar maupun luar Makassar, yakni dari Luwu, Pare-Pare, Sidrap, Bogor, Malang, Sumatera Utara, Buton, dll.

Selain Sherly Annavita, juga hadir sebagai narasumber dr.Muhyina Nur yang juga memukau peserta dengan materinya. Menurut panitia pelaksana kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan keislaman para remaja muslimah dan merupakan langkah nyata dari perbaikan kualitas remaja muslimah. “Melalui Talkshow Muslimah, narasumber membagikan pandangan tentang pendidikan dan spiritual kepada remaja muslimah yang diharapkan bisa menyadarkan muslimah akan pentingnya dekat dengan Alquran. Alquran tidak bisa diubah oleh siapapun, tetapi Alquranlah yang mengubah diri menjadi lebih baik,” papar Ananda selaku Ketua Panitia Pelaksana.

Tingkatkan Semangat Belajar Al-Qur’an, Muslimah Wahdah Bone Adakan Tasyakuran Dirosa dan Seminar Al-Qur’an

0
Suasana Panggung Tasyakuran Dirosa Muslimah Wahdah Bone, Sabtu (30/7/2022)/Dokumentasi Kegiatan Muslimah Wahdah Bone

Unit Unit Pembinaan dan Pengembangan Tahfidzul Qur’an (P2TQ) Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bonemenggelar Tasyakuran Dirosa yang dirangkaikan dengan Seminar Al Qur’an, Sabtu (30/07/2022) di Ballroom A Makkasau, Jalan MT Haryono, Kabupaten Bone. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengangkat tema “Meraih Kemuliaan Dengan Al Qur’an.”

Tasyakuran Dirosa ini dilaksanakan untuk memberikan apresiasi, penguatan, dan penghargaan kepada peserta yang telah menyelesaikan program Dirosa hingga pertemuan terakhir. Sehingga peserta dirosa lebih bersemangat lagi untuk meningkatkan kualitas bacaan Al Qur’an serta bisa mengajak orang lain yang belum mampu membaca Al Qur’an agar ikut bergabung dalam halaqah-halaqah Dirosa yang ada.

Kegiatan ini menghadirkan para alumni Dirosa yang berasal dari beberapa kecamatan diantaranya kecamatan Dua Boccoe, Mare, Tonra, Cina, Ulaweng, Palakka, Tanete Riattang, Tanete Riattang Barat, dan Tanete Riattang Timur.

Turut hadir dalam kegiatan ini ketua Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bone, Ustadzah Sri Rahayu, S.Kel. Dalam sambutannya, Ibu dari tiga orang anak itu menyampaikan bahwa program ini sangat membantu masyarakat. “Program Dirosa sangat membantu masyarakat dalam memahami dan mempelajari Al Qur’an, inilah salah satu program dari Muslimah Wahdah Bone, semoga semakin banyak mencetak muslimah-muslimah yang mampu membaca Al Qur’an yang sesuai dengan kaidah ilmu tajwid,” ungkapnya penuh harap.

Tasyakuran Dirosa dan Seminar Al Qur’an dibuka oleh Camat Tanete Riattang A. Kumala Dewi Salahuddin, S.STP., M.Si. Ia mengatakan sangat bahagia bisa hadir dalam kegiatan ini dan merupakan suatu bentuk kesyukuran serta sangat terkesan ketika mendengar lantunan ayat suci Al Qur’an yang dibacakan oleh panitia. “Baru mendengar bacaan bismillahirrahmanirrahim saja sudah membuat hati dan perasaan menjadi tenang,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menghimbau agar tetap memperhatikan protokol kesehatan dan sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Tasyakuran ini karena merupakan salah program Syiar agama dalam membasmi buta aksara Al Qur’an yang berhasil dilaksanakan oleh Muslimah Wahdah Bone.

Tasyakuran Dirosa dan Seminar Al Qur’an ke empat dilaksanakan pertama kali setelah pandemi. Kegiatan ini menghadirkan Daiyah, Ustadzah Marlina, S.Pd sebagai moderator dan Ustadzah Harnidah, S.Pd hadir sebagai pemateri.

Ustadzah Harnida, S.Pd memaparkan dalam materinya a memaparkan materi tentang keutamaan mempelajari Al Qur’an. “Salah satu keutamaan mempelajari Al Qur’an adalah menjadi sebaik-baik manusia. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengamalkannya.Jadi, ketika kita ingin menjadi manusia terbaik, maka mari mempelari Al Qur’an. Dan jangan berhenti sampai di sini,” tuturnya.

Masih banyak lagi keutamaan yang akan didapatkan oleh orang yang senantiasa menjadikan Al Qur’an sebagai sahabat sejati, senantiasa membaca, menghafalkan, dan mengamalkannya diantaranya yaitu Al Qur’an akan datang menjadi syafa’at (penolong) di akhirat kelak ketika tidak ada lagi pertolongan selain dari Allah azza wa jalla.

Lebih lanjut daiyah ini menyampaikan terkait teman sejati adalah teman yang menolong ketika di dunia begitupun ketika berada di akhirat. Rasulullah pernah bersabda bahwa permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat penjual minyak wangi dan pandai besi. Ketika berteman dengan penjual minyak wangi kita akan mendapatkan wangi harum dari parfumnya. Akan tetapi, ketika berteman dengan pandai besi, maka kita akan mendapatkan wangi yang busuk dari besinya.

Akhir sesi, pemateri berharap agar peserta bisa senantiasa istiqomah dalam menuntut ilmu melalui kajian pekanan yang mereka ikuti. “Mari senantiasa bersemangat dalam menuntut ilmu karena Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu, sebagaimana dalam Qs. Al Mujadilah ayat 11,” tutupnya.

Muslimah Wahdah Bone Helat Serentak Pengajian Akbar di Tiga Kecamatan

0
Pengajian Akbar Muslimah Wahdah Bone, dokumentasi acara.

Muslimah Wahdah Bone kembali mengadakan pengajian akbar serentak pada tiga kecamatan, Sabtu (30/07). Kegiatan ini bekerjasama dengan MWC Tanete Riattang, MWC Tanete Riattang Barat, dan MWC Tanete Riattang Timur. Kegiatan yang dihadiri puluhan muslimah ini mengangkat tema yang berbeda pada setiap kecamatan dan menghadirkan Dai’yah dan Trainer Muslimah Wahdah Bone.

Misalnya pada Kecamatan Tanete Riattang yang berlokasi di Aula Mush’ab Bin Umair SDIT Rabbani dengan tema “Cantik Luar Dalam, Idaman Setiap Wanita” dan menghadirkan Ustadzah A.Nirwana Yusma, S.Pd. sebagai narasumber. Berbeda. pada Kecamatan Tanete Riattang Barat mengusung tema “Agar Bidadari Cemburu Padamu” dengan narasumber Ustadzah Rostina, S.Pd., Gr. Tak ketinggalan Kecamatan Tanete Riattang Timur mengangkat tema, “Mengetuk Pintu Surga”, dibahas tuntas oleh Ustadzah Eka Anika Lestari, SKM., di salah satu kediaman warga Kelurahan Cellu.

Tujuan kegiatan ini selain sebagai syi’ar kepada masyarakat juga sebagai salah satu upaya agar masyarakat di Kabupaten Bone dapat menuntut ilmu agama sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Hal itu tentu sejalan dengan tema yang diangkat dalam kegiatan ini.

Ustadzah A.Nirwana Yusma, salah seorang narasumber sangat berharap agar para peserta istiqomah dalam menuntut ilmu agama. “Semoga Allah mudahkan langkah-langkah kaki kita dalam kebaikan, semoga kita dimudahkan dalam menuntu ilmu,” harapnya.

Peserta Pengajian Akbar pun sangat antusias dalam menyimak penyampaian narasumber. “Saya senang mengikuti kegiatan ini, karena ibu-ibu sangat membutuhkan pengajian. Materinya menarik dan pematerinya bersemangat,” ungkap Hj. Rohanah, salah seorang peserta.

Akhir sesi, kegiatan ini ditutup dengan pembagian doorprize kepada peserta paling aktif dan tercepat datang. Semoga dengan kegiatan ini, semakin banyak masyarakat yang cinta dengan majelis ilmu.

Muslimah Wahdah Islamiyah Gaungkan Peduli Hidup Sehat dalam Silatnas

0

Ungkapan “men sana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” memang sangatlah dibutuhkan, apalagi buat bagi seorang pejuang dakwah. Dakwah tidak hanya membutuhkan ilmu dan keyakinan, melainkan juga tubuh tubuh yang sehat.

Berdasarkan hal tersebut, Departemen Kesehatan, Farmasi dan Olahraga (Depkesfarga) Muslimah Wahdah Pusat mengajak seluruh anggota Muslimah Wahdah Islamiyah yang berprofesi dokter, dokter gigi, bidan, perawat, apoteker, Kesmas dan Thibbun nabawi untuk menggaungkan peduli hidup sehat dalam Silaturahmi Nasional Kader Kesehatan. Anggota Muslimah Wahdah khususnya memiliki anggota yang berbagai macam profesi kesehatan dan ini menjadi potensi agar sumber daya manusia kesehatan bisa lebih menggaungkan terkait peduli hidup sehat kepada ke seluruh anggota.

Kegiatan yang berlangsung dua hari ini, Sabtu-Ahad (23-24/7/2022) ini mengusung tema “Eratkan Ukhuwah, Satukan Potensi, Sehatkan Generasi”. Kegiatan ini memiliki berbagai rentetan kegiatan seperti Semarak Anak Sehat Wahdah Islamiyah, Pemeriksaan Kesehatan Status Gizi dan Gigi Anak, Lomba Balita Sehat serta Silaturahmi Nasional Anggota Kesehatan Muslimah Wahdah.

dr.Juniarty Naim selaku Ketua Departemen Depkesfarga berharap kegiatan Silatnas Kesehatan ini bisa memberdayakan anggota yang bergerak di bidang kesehatan. “Meningkatkan ukhuwah dan ghiroh di kalangan anggota nakes muslimah sekaligus memberdayakan potensi mereka sehingga dapat menjadi washilah dalam memberikan peran sertanya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan ummat,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ustadzah Harisah Tipa Abidin selaku Ketua Muslimah Wahdah Pusat memandang kegiatan ini sebagai bagian dari perjuangan dakwah dengan memiliki tubuh yang sehat. “Sesungguhnya adalah bagian dari jihad, yang tidak hanya butuh ilmu dan keyakinan, tapi juga butuh kesehatan jasadiyah, ujarnya, Sabtu (24/7/2022).

Muslimah Wahdah Edukasi Anggota Paham Stunting dan Dampaknya

0

Anak adalah generasi pelanjut ummat dan bangsa ini, sehingga status gizi dan tumbuh kembang mereka perlu mendapat perhatian dan diupayakan secara optimal. Salah satu rangkaian kegiatan Silaturahmi Nasional Kesehatan Muslimah Wahdah ialah Semarak Anak Sehat dan Kelas Edukasi yang berlangsung di Gedung Pusat Wahdah Islamiyah, Sabtu (24/7/2022)

Dengan mengusung tema “Pengaruh tumbuh kembang dan stunting terhadap kecerdasan anak”, kegiatan ini bertujuan menyambut Hari Anak Nasional, Sabtu (23/7/2022). Adanya kegiatan ini diharap sebagai upaya mencegah stunting pada anak. Selain itu, sebagai sebagai salah satu upaya promotif bidang kesehatan melalui pembinaan kesehatan balita dalam hal tumbuh kembang dan status gizi anak.

Hadir memberikan edukasi ialah dokter spesialis anak ialah dr.Sri hardiyanti, Sp.A Dalam pemaparan materinya menyampaikan bahwa perihal stunting menjadi perhatian yang sangat besar karena Indonesia menempat peringkat kelima stunting terbanyak di dunia. dr.Sri menambahkan bahwa dampak dari stunting ini ialah Stunting menghambat perkembangan kognitif, nilai sekolah, dan keberhasilan pendidikan anak. Selain itu, stunting juga menurunkan produktivitas anak kelak pada usia dewasa. Ustadzah Harisah Tipa Abidin yang membuka kegiatan ini menyampaikan bahwa edukasi seperti ini sangat dibutuhkan dan bisa diadakan lebih besar lagi. “Harapan saya kegiatan ini bisa diadakan lebih besar lagi, sehingga edukasi yang lebih dalam untuk anak dan orangtuanya,” ujarnya.

Kelas edukasi juga ini dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan anak anggota Muslimah Wahdah dari usia 0-5 tahun. Selain itu, demi menyemarakkan lagi kegiatan ada juga lomba balita sehat Muslimah Wahdah

Tebar Qurban, Camat Tanete Riattang Apresiasi Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bone

0

Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah Bone kembali melaksanakan tebar Qurban pada hari Ahad (10/07/2022). Ini merupakan program rutin yang dijalankan setiap tahun pada moment Idul Adha. Tahun ini Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah Bone Menyembelih 12 ekor sapi bekerjasama dengan DPD Wahdah Islamiyah Bone. Berbagi kebahagian hingga provinsi Jogjakarta dan Bengkulu Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bone menyalurkan dua ekor kambing.

Untuk memastikan penyaluran daging Qurban yang sehat panitia Qurban juga bekerjasama dengan Tim Keswan Dinas pertenakan, hadir bersama dokter hewan yang turun langsung kelapangan untuk memeriksa kondisi sapi yang akan disembelih. Pemeriksaan kesehatan sapi qurban ini di pantau langsung oleh Camat Tanete Riattang
A. Kumala Dewi Salahuddin, S.STP,.M.Si “Terkait pelaksanaan Qurban yang dilaksanakan oleh DPD Wahdah Islamiyah Bone pada tahun 2022 ini, kami —Pemerintah Kecamatan Tanete Riattang mengapresiasi kinerja Panitia Qurban Wahdah Islamiyah Bone yang nampaknya telah memahami dan berpengalaman dalam mekanisme pelaksanaan Qurban secara terstruktur, Yakni mulai dari pemilihan hewan ternak yang akan diqurbankan, persiapan penyembelihan hewan qurban, pengemasan, hingga pendistribusian daging qurban tersebut” Ungkapnya.

“Terima kasih karena telah melaksanakan amanah yang dipercayakan oleh para mudlahhi (orang yang berqurban) dengan penuh rasa tanggung jawab. Semoga koordinasi, kolaborasi, dan sinergisitas antara Yayasan dan Pemerintah dapat terus terjaga untuk kemaslahatan masyarakat, daerah, agama, bangsa, dan negara kita. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, pertolongan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua,” lanjutnya.

Sebanyak 420 kantong daging sapi Qurban yang disalurkan kepada kaum dhuafa, masyarakat sekitar Pusat Dakwah Muslimah, dan segenap pengurus Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah Bone. Rasa bahagia tampak dari kaum dhuafa dan masyarakat saat penyaluran Qurban ditebarkan. Unit Sosial Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bone adalah penanggung jawab dari Tebar Qurban setiap tahun. Syar’i dan tepat sasaran adalah visi dari Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bone dalam pelaksanaan penyembelihan dan penyaluran daging Qurban.

Hidupkan Syiar Islam dan Berbagi Kebahagiaan dengan Tebar Qurban Nusantara

0

Untuk menghidupkan sunnah Rasulullah dan menyemarakkan syiar Islam di bulan Dzulhijjah, Muslimah Wahdah Islamiyah se-Indonesia mengadakan Tebar Qurban Nusantara. Sebanyak 48 ekor hewan diqurbankan dan dibagikan ke penerima, Ahad (10/7/22). Adapun 48 ekor hewan kurban ini dengan rincian : 6 ekor sapi, 34 ekor kambing yang dibagikan di Makassar dan 30 daerah lainnya serta 8 ekor domba untuk qurban Palestina.

Adapun masyarakat yang menerima hewan qurban berasal dari para pengurus muslimah, mahasiswa taddribuddaiyah, tetangga kantor Muslimah Wahdah Islamiyah, dan masyarakat yang membutuhkan di 30 wilayah lainnya. Sementara 30 wilayah lain ini meliputi Jayapura, Asmat, Timika, Kalimantan , Lampung, Palembang, Ambon, Buru, Tual, Bali, NTT, Bengkulu, Riau, Keduri, Tana Toraja, Toraja Utara, Banten, Yogyakarta dan Kepulauan Riau. Pemotongan dilakukan di daerah tersebut masing-masing dan langsung dibagikan. Sedangkan qurban untuk Palestina disalurkan melalui LAZNAS Wahdah Inspirasi Zakat.

Ustadzah Hj.Herlinda, SS selaku Ketua Departemen Sosial Muslimah Wahdah Pusat sekaligus sebagai penanggung jawab Tebar Qurban Nusantara mengatakan bahwa ibadah qurban ini menghidupkan syiar Islam, ukhuwah,berbagi kebahagiaan dan kasih sayang kepada kaum muslimin. Dengan adanya pembagian hewan qurban akan menyentuh hati saudara -saudara kita. “Qurban ini untuk menghidupkan syiar yang agung untuk semakin menundukkan hati dan menautkan ketakwaan kepada Allah, ” ujarnya ketika diwawancarai.

Hj.Herlinda yang lebih akrab disapa Ummu Iffah Thohirah pun menaruh harapan besar kedepannya pembagian kurban bisa meningkat lagi jumlahnya dan lebih meluas jaringannya. “Tebar Qurban ini merupakan program tahunan Muslimah Wahdah Islamiyah yang dilakukan lima tahun terakhir. Kedepannya berharap Muslimah Wahdah Islamiyah bisa lebih maksimal dalam gerakan qurban se-nusantara dan juga di luar Indonesia, bukan hanya Palestina tapi belahan dunia lainnya yang sangat membutuhkan qurban di hari-hari agung ini,” ungkapnya penuh harap.

Mini Camp Remaja Bersama Muslimah Wahdah Islamiyah

0

Libur telah tiba tidak berarti aktivitas positif pun harus diliburkan. Momentum liburan bagi setiap remaja harus diisi dengan kegiatan yang dapat mengembangkan potensi. Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Anak dan Remaja (LPPAR) Muslimah Wahdah berinisiasi mengadakan Mini Camp untuk mengisi liburan para remaja muslimah.

Mini Camp yang bertajuk Fun and Happy With Islam memiliki tujuan agar dapat melatih kemandirian anak dan sebagai sarana silaturahmi dengan anak dari anggota Muslimah Wahdah. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, Ahad-Senin (3-4/7/2022) ini dilaksanakan di Pusat Dakwah Islamiyah Antang.

Adapun para peserta dari Mini Camp ini diberikan beberapa kegiatan yang menarik seperti shalat lail, kultum dan tadarrus. Tak kalah menarik, Mini Camp ini juga dirangkaikan dengan acara Istana Belajar (Istanbel), peserta belajar terkait teknik dasar fotografi dan pelatihan housekeeping dengan tema kreasi buah. Selain itu, senam sehat dan ice breaking semakin membuat para peserta lebih bersemangat dalam mengikut Mini Camp ini.

Ketua LPPAR, Ustadzah Rajemma, S. Pd mengatakan agar kegiatan ini bisa terlaksana secara berkala baik di tingkat pusat maupun wilayah. “Mudah-mudahan kegiatan seperti ini , bisa di adakan secara berkala , baik di tingkat wilayah maupun daerah di seluruh indonesia, sebagai wasilah menanamkan nilai nilai karakter positif pada tahap perkembangan anak dan remaja,” harapnya, Selasa (5/7/2022)

Liburan Asyik Bersama Al-Quran, Muslimah Wahdah Adakan Tahfidz Holiday

0

Siapa bilang liburan hanya menghabiskan waktu di tempat rekreasi saja? Liburan asyik bisa dengan melakukan aktivitas yang bermanfaat. Salah satunya dengan menghafalkan Alquran bersama dengan kawan-kawan seusia. Inilah yang menjadi tujuan Departemen Pengembangan Tahfizul Qur’an (DPTQ) Muslimah Wahdah Pusat mengadakan Tahfidz Holiday.

Tahfidz Holiday ini menjadi tempat untuk anak-anak bisa lebih dekat dengan Al-Quran pada masa liburan sekolah, baik menghafalkan maupun murajaah bacaan Al-Quran. Kegiatan ini akan diikuti oleh 30 anak baik laki-laki maupun perempuan dari usia enam hingga dua belas tahun. Kegiatan yang mengusung tema “Liburan Asyik Bersama Al-Quran berlangsung di Pusat Dakwah Muslimah, Ahad hingga Jumat (3-8/7/2022) dan (13-16/7/2022).

Ketua Departemen DPTQ,
Ustadzah Pantarlina, S.Si S. Pd menjelaskan bahwa kegiatan ini diprogramkan agar dapat mengembangkan bakat anak-anak secara optimal dalam menghafalkan Alquran berdasarkan pemahaman orang-orang shaleh terdahulu. “Bisa menjadi sarana dan markaz dalam menambah dan menjaga hafalan serta menjadi generasi penerus Al-Quran,” ujarnya, Ahad (3/7/2022).