oleh Ummu Khalid

Edisi 01 #IbuProduktifDariRumah – Bagi sebagian ibu peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah sekaitan antisipasi penyebaran covid-19 dengan work from home, studying from home and stay at home mungkin bisa saja menimbulkan masalah tersendiri. Dinamika kehidupan yang sudah mulai terbiasa dimana hampir setiap anggota  keluarga  pada setiap harinya beraktifitas diluar rumah sejak pagi sampe sore hari bahkan kadang para kepala keluarga beraktivitas diluar rumah sampai malam hari,  mendadak berganti.

Hal ini tentu harus dihadapi  secara bijak oleh setiap anggota keluarga terutama para ibu yang pada akhirnya harus mengambil alih semua peran. Sebagai guru untuk anak-anaknya, tetap bekerja dari rumah dan tetap menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga pula. Nah apa saja yang sebaiknya dilakukan agar menjadi ibu yang tetap produktif dari rumah dimasa-masa genting seperti ini ?

Kita awali dengan komunikasi, mengapa komunikasi? Tentu saja karena dengan komunikasi yang efektif, insyaaAllah  peran-peran tersebut akan mudah kita jalankan, harus dari komunikasi ? iya karena untuk memberikan jawaban kepada anak umur 5 tahun dengan umur 21 tahun tentu beda.

Misalnya saja sekaitan dengan covid-19  kira-kira kalo anak umur 5 tahun nanya seperti sedang nembak pake senapan AK 47 (alias nda berhenti) kira-kira bunda jawabnya kayak gimana ya? kali ini kita bisa berbagi pengalaman dari kutipan komunikasi saya dengan aisy (anak berusia 5 tahun) di malam senin  ketika ia ingin mempersiapkan perlengkapan sekolahnya di hari senin 14 maret 2020.

Aisy       : besok sekolah kan ummi,? aisy pake baju apa ?

Ummi     : besok tidak sekolah sayang karena libur

Aisy       : kenapa libur ? kan aisy mau sekolah

Ummi    : Karena sekarang diluar banyak virus jahat yang bisa bikin kita sakit dan  kalau  kita sakit kita tidak bisa sekolah dan main sama teman-teman lagi.

Aisy       : kalau ustadzah ?

Ummi     : ustadazah juga tidak pergi sekolah karena  ada virus jahat

Aisy       : Hemm kalau teman-teman ? (mulai berfikir panjang)

Ummi     : sama

Aisy       : berapa lama aisy libur? (dengan air muka khawatir)

Ummi     : lamaaaa sayang 14 hari.

Well, bunda ternyata dengan jawaban 14 hari ini  membuat aisy punya pekerjaan baru setelah itu yaitu menghitung hari demi hari yang berganti. Dihari ke 2 dia menghitung tinggal 12 hari. Dihari ke lima dia berhitung tinggal 9 hari, dan ini berarti waktu ketemu teman-temannya semakin dekat. Yah wajar saja sih bunda namanya anak-anak. Tapi jangan khawatir karena move on nya lebih cepat.

Kamis 19 Maret 2020

Tiba-tiba Aisy  bertanya lagi :

Aisy       : ummi apa nama virus yang jahat itu ?

Ummi      : namanya Corona, Corona itu jahat dia bikin kita sakit batuk-batuk, sesak nafas. Kalau  kita sesak nafas kita susah bernafas nanti kita meninggal, sayang. Makanya karena ada virus jahat aisy harus rajin cuci tangan, makan yang banyak, minum air putih, minum vitamin dan banyak berdoa. (jawabannya kepanjangan yah..tapi masuk aja kok bunda.) Aisy jadinya saving di kepala.

Jumat 20 Maret 2020

Aisy :  jaga kesehatan karena ada virus Corona

Alhamdulillah di hari kedua aisy sudah mulai mahir langsung cuci tangan kalau dari luar atau setelah memegang barang-barang dari luar Dia juga sudah mahir ingatkan kakanya unk cuci tangan begitu masuk rumah dari masjid.

Sebenarnya Aisy sempat rewel juga di hari ketiga dia libur rabu 18 maret 2020, karena sangat ingin bertemu teman-temannya. Nah, untuk ini bunda bisa berikan kesempatan untuk bertemu teman lewat video call, meski sejenak tapi sangat terobati perasaan rindu tersebut.

Lain aisy lain pula kakaknya. Berkomunikasi dengan anak usia SMP memang lebih mudah sih bunda, yah selain karena mereka telah mampu menyerap informasi lewat media televisi, juga karena mereka biasa saling bertukar informasi lewat teman  sebaya. Hari itu seusai shalat di masjid kaka’ diingatkan langsung oleh aisy “Jangan lupa Cuci tangan “ ujar aisy dengan wajah ramah.

Nah para para bunda sekalian demikian sharing tips mengawali komunikasi dengan anak usia 5 tahun guna menginformasikan tentang keadaan yang dialami saat ini. Peran  kita sebagai ibu yg produktif dimasa pandemi seperti ini adalah berkomunkasi, dimana kita selaku orang tua wajib untuk  memberikan informasi yang benar seputar pandemi yang sedang berlangsung dan apa saja dampaknya, termasuk kepada anak-anak kita yang masih berusia dini.

Oke bunda… selamat berkomunikasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here